Jadwal KRS Online Mahasiswa UM Semester Genap 2014/2015

Berikut jadwal KRS online sebagai tindak lanjut Pengumuman Karo AKPIK UM, Nomor: 5136/UN32.16/KM/2014, tanggal 12 November 2014.
HARI, TANGGAL TAHAP KEGIATAN
Senin, 1 Desember s.d. Jumat, 19 Desember 2014 PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN/SPP/UKT 1 Mahasiswa membayar Biaya Pendidikan/SPP/UKT di BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri secara online.
2 Jika tidak bisa login, gunakan fasilitas lupa kata sandi di laman https://akun.um.ac.id/email/ atau hubungi pusat bantuan melalui

e-mail: aplikasi.helpdesk@um.ac.id

laman: https://support.um.ac.id/eticket/

3 Cek status bayar dan registrasi Anda di siakad.um.ac.id
4 Khusus mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, Beasiswa PPGT dan KKT langsung cek status registrasi di siakad.um.ac.id dan jika status belum registrasi, hubungi Sub Bagian PNBP UM di Ged A2 Lt. 1 No Telp 0341-551312 pswt 119
Rabu, 24 Desember 2014 (18.00 WIB) s.d. Senin, 29 Desember 2014 (13.00 WIB) ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH DENGAN MENGISI KARTU RENCANA STUDI (KRS) ONLINE 1 Mahasiswa melakukan pendaftaran matakuliah (KRS) secara online.
2 Pada tahap ini, semua mahasiswa dalam tahap antre. Pada tahap ini, ada kemungkinan matakuliah yang diantrekan belum tentu berhasil diperoleh.
3 KRS yang dicetak sebelum Senin, 29 Desember 2014 pukul 17.00 WIB bersifat sementarabukan KRS definitif.
Senin, 29 Desember 2014 (13.00 s.d. 17.00 WIB) PEMROSESAN ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH (KRS) Tim IT UM memproses antrean pendaftaran matakuliah
Senin, 29 Desember 2014 (18.00 WIB) s.d. Kamis, 1 Januari 2015 (15.00 WIB) PENCETAKAN KRS & MODIFIKASI KRS 1 Mahasiswa mencetak KRS hasil antrean.
2 Jika matakuliah yang diantrekan pada tahap antrean TIDAK MUNCUL, mahasiswa WAJIB MEMODIFIKASI KRS.
3 Mahasiswa melakukan modifikasi secara kompetitif (sesuai dengan jatah sks dan ketersediaan offering matakuliah).
4 Mahasiswa tidak bermasalah menandatangankan KRS ke dosen Penasihat Akademik (PA) pada minggu pertama atau minggu kedua perkuliahan.
5 KRS yang ditandatangani dosen PA diarsipkan oleh mahasiswa.
6 Mahasiswa bermasalah (IP < 2,00 atau semester sebelumnya tidak aktif) harus menemui dosen PA untuk mengaktifkan cetak KRS secara online.
Jumat, 2 Januari s.d. Minggu, 4 Januari 2015 CETAK DAFTAR HADIR KULIAH (DHK) Subbagian Akademik Fakultas mencetak DHK
Senin, 5 Januari 2015 (07.00 WIB) AWAL PERKULIAHAN 1 Subbagian Akademik Fakultas mendistribusikan DHK di Gedung Perkuliahan.
2 Mahasiswa memulai kuliah.

JADWAL KRS ONLINE MAHASISWA SEMESTER GASAL 2014/2015

Berikut jadwal KRS online sebagai tindak lanjut Pengumuman Karo AKPIK UM, Nomor:11029/UN32.16/KM/2014, tanggal 3 Juli 2014.

HARI, TANGGAL TAHAP KEGIATAN
Senin, 7 Juli s.d. Jumat, 25 Juli 2014 PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN/SPP/UKT 1 Mahasiswa membayar Biaya Pendidikan/SPP/UKT di BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri secara online.
2 Jika tidak bisa login, gunakan fasilitas lupa kata sandi di laman http://akun.um.ac.id/email/ atau hubungi pusat bantuan melalui:Email: aplikasi.helpdesk@um.ac.idLaman: https://support.um.ac.id/eticket/
3 Cek status bayar dan registrasi Anda di siakad.um.ac.id
4 Khusus mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, Beasiswa PPGT dan KKT langsung cek status registrasi di siakad.um.ac.id dan jika status belum registrasi, hubungi Sub Bagian PNBP UM di Ged A2 Lt. 1 No Telp 0341-551312 pswt 119
Jumat, 8 Agustus 2014 (18.00 WIB) s.d. Senin, 11 Agustus 2014 (13.00 WIB) ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH DENGAN MENGISI KARTU RENCANA STUDI (KRS) ONLINE 1 Mahasiswa melakukan pendaftaran matakuliah (KRS) secara online.
2 Pada tahap ini, semua mahasiswa dalam tahap antre. Pada tahap ini, ada kemungkinan matakuliah yang diantrekan belum tentu berhasil diperoleh.
3 KRS yang dicetak sebelum Senin, 11 Agustus 2014 pukul 17.00 WIB bersifat sementarabukan KRS definitif.
Senin, 11 Agustus 2014 (13.00 s.d. 17.00 WIB) PEMROSESAN ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH (KRS) Tim IT UM memproses antrean pendaftaran matakuliah
Senin, 11 Agustus 2014 (18.00 WIB) s.d. Kamis, 14 Agustus 2014 (15.00 WIB) PENCETAKAN KRS & MODIFIKASI KRS 1 Mahasiswa mencetak KRS hasil antrean.
2 Jika matakuliah yang diantrekan pada tahap antrean TIDAK MUNCUL, mahasiswa WAJIB MEMODIFIKASI KRS.
3 Mahasiswa melakukan modifikasi secara kompetitif (sesuai dengan jatah sks dan ketersediaan offering matakuliah).
Catatan:
Mahasiswa baru angkatan 2014 hanya bisa memodifikasi mata kuliah MKU Pendidikan Agama.
4 Mahasiswa tidak bermasalah menandatangankan KRS ke dosen Penasihat Akademik (PA) pada minggu pertama atau minggu kedua perkuliahan.
5 KRS yang ditandatangani dosen PA diarsipkan oleh mahasiswa.
6 Mahasiswa bermasalah (IP < 2,00 atau semester sebelumnya tidak aktif) harus menemui dosen PA untuk mengaktifkan cetak KRS secara online.
Jumat, 15 Agustus s.d. Sabtu, 16 Agustus 2014 CETAK DAFTAR HADIR KULIAH (DHK) Subbagian Akademik Fakultas mencetak DHK
Senin, 18 Agustus 2014 (07.00 WIB) AWAL PERKULIAHAN 1 Subbagian Akademik Fakultas mendistribusikan DHK di Gedung Perkuliahan.
2 Mahasiswa memulai kuliah.

PILIH YANG 16 TAHUN ATAU YANG 83 TAHUN

Pilih yang 16 tahun atau yang 83 tahun. Dalam benak pembaca pasti akan timbul pertanyaan: “Apa-apaan ini?” Belum tahu permasalahannya, tiba-tiba disuruh memilih. Mungkin sebagian orang akan berkomentar bahwa tulisan ini mirip dengan teka-teki silang yang berhadiah sabun colek. Atau mungkin seseorang yang sedang menghitung besaran angsuran KPR BTN. Benarkah?

Bila dikaitkan dengan KPR BTN, adakah angsuran yang berjangka waktu 83 tahun? Jawabnya, belum ada! Lalu apa maksud dan tujuan dari tulisan ini? Nah…, tulisan ini ditujukan kepada Warga Kota Malang yang akan mendaftar ibadah haji pada tahun 2014. Lalu apa hubungannya dengan angka 16 dan angka 83. Mohon para pembaca bersabar dahulu.

Sebelum mengupas angka 16 dan angka 83, marilah kita cermati pejelasan atau paparan para nara sumber pada acara PEMBUKAAN MANASIK HAJI yang diselenggarakan oleh KBIH AL FALAH UM pada hari Sabtu, 10 Mei 2014, pukul 09.10 wib., bertempat di Aula Perpustakaan Masjid Al-Hikmah UM.

Foto0993

Tahun yang lalu…, Acara Pembukaan Manasik Haji KBIH Al Falah UM itu dibuka oleh Rektor UM di Ruang Pertemuan Kantor Rektorat UM tetapi hari ini…, dibuka oleh Wakil Rektor 2 UM di Aula Perpustakaan Masjid. Jadi…, perjalanannya dari masjid ke masjid. Maksudnya…, dari Masjid Al Hikmah UM ke Masjidil Haram Mekah. Begitulah penjelasan yang cukup jenaka dari Prof. Dr. H. Imam Asrori, M.Pd, selaku Ketua Penyelenggara.

Semakin sering mengikuti bimbingan manasik haji semakin baik. Hal ini saya rasakan pada saat melaksanakan ibadah haji tahun 2013. Dimana saat itu, kami tidak didampingi oleh pembimbing dari KBIH Al Falah UM. Hal itu disebabkan oleh pengurangan kuota haji sehingga pembimbing tidak bisa berangkat . Apa yang yang telah diberikan oleh Pembimbing dari KBIH Al Falah UM sangat berguna ketika kami melaksanakan ibadah haji. Testimoni ini disampaikan oleh Drs. H. Yusuf Ikhwanto.

Dahulu (beberapa puluh tahun yang lalu) setiap Orang Islam yang akan melaksanakan Ibadah Haji, asalkan sudah melunasi ongkos naik haji maka satu tahun kemudian yang bersangkutan akan diberangkatkan ke Mekah. Tahun 2014 ini di Kota Malang “daftar tunggu” sudah mencapai 16 (enam belas) tahun. Artinya, apabila mendaftar tahun 2014 maka pada tahun 2030 jamaah tersebut akan diberangkatkan ke tanah suci . Demikian informasi dari Drs. H. Imron, M.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang.

Lebih lanjut Drs. H. Imron, M.Ag menerangkan bahwa kebijakan pemerintah tahun ini akan memberangkatkan “lebih dahulu” calon jamaah haji yang berusia 83 (delapan puluh tiga) tahun atau lebih. Calon jamaah haji yang bersangkutan harus didampingi oleh 1 (satu) orang kerabat dekatnya.

KOMENTAR PENULIS:
Bila Anda seorang yang memiliki kakek atau nenek yang berusia 83 tahun atau lebih maka segera daftarkan ONH tahun ini agar Anda berangkat tahun ini bersama “sang kakek atau sang nenek”. Untuk apa harus menunggu 16 (enam belas) tahun lagi.

*) Staf pada Subag Umum LP3 UM

Dengan KKNI, Tenaga Terampil Dapat Disetarakan dengan Sarjana

Jumat, 04/04/2014 – 09:39

Jakarta, Kemdikbud — Pemerintah siap menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, seseorang yang memiliki keterampilan dengan tingkat tertentu dapat disetarakan dengan sarjana (S1), bahkan doktor (S3).

KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 sebagai jenjang tertinggi. Seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Sedangkan teknisi atau analis yang memiliki jenjang 6 dapat disetarakan dengan sarjana (S1), dan seorang ahli dengan jenjang 9 dapat disetarakan dengan seorang doktor (S3).

“KKNI disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta, (2/4/2014). Ia menjelaskan, kualifikasi yang terdiri dari 9 jenjang merupakan tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional.

Sampai saat ini, jelas Lydia, ada 69 jenis keterampilan atau pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Dari 69 jenis keterampilan itu, tercatat ada 28 jenis pendidikan yang memiliki Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berbasis KKNI.

Dalam rangka memberikan kesempatan bagi peserta kursus dan masyarakat memperoleh sertifikat kompetensi telah terbentuk 30 Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), 865 Tempat Uji Kompetensi (TUK), 1.000 penguji yang menyelenggarakan uji kompetensi. Acuan dalam penyelenggaraan uji kompetensi yaitu SKL dan KBK yang telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdikbud. (Desliana Maulipaksi)

 

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2361

Presiden SBY Luncurkan Program Beasiswa Presiden RI

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, meluncurkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4) pukul 15.00 WIB. Program beasiswa ini diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa tersebut disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.

Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun bari kali ini resmi diluncurkan. “Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih tu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan,” ujar M. Nuh.

Sementara itu, Presiden SBY menjelaskan bahwa peluncuran BPRI ini merupakan babak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih maju. Yakni, dengan memiliki SDM (sumber daya manusia) yang unggul.

Potensi SDA yang baik harus diikuti dengan manusianya yang juga unggul, maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing yang tinggi. “Itulah sebenarnya cara pandang yang harus dibangun jika ingin 100 tahun setelah merdeka, Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang maju dan sejahtera,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Selain meluncurkan BPRI, SBY juga meresmikan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Indonesia. PTN tersebut adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November (Kolaka), Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang, dan Politeknik Tanah Laut, Tanah Laut (Kalsel).

Dengan adanya BPRI ini, maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang. Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih.

Hadir pula dalam acara ini Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (yor)

 

http://www.dikti.go.id/id/2014/04/02/presiden-sby-luncurkan-program-beasiswa-presiden-ri/

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.