Dengan KKNI, Tenaga Terampil Dapat Disetarakan dengan Sarjana

Jumat, 04/04/2014 – 09:39

Jakarta, Kemdikbud — Pemerintah siap menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, seseorang yang memiliki keterampilan dengan tingkat tertentu dapat disetarakan dengan sarjana (S1), bahkan doktor (S3).

KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 sebagai jenjang tertinggi. Seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Sedangkan teknisi atau analis yang memiliki jenjang 6 dapat disetarakan dengan sarjana (S1), dan seorang ahli dengan jenjang 9 dapat disetarakan dengan seorang doktor (S3).

“KKNI disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta, (2/4/2014). Ia menjelaskan, kualifikasi yang terdiri dari 9 jenjang merupakan tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional.

Sampai saat ini, jelas Lydia, ada 69 jenis keterampilan atau pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Dari 69 jenis keterampilan itu, tercatat ada 28 jenis pendidikan yang memiliki Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berbasis KKNI.

Dalam rangka memberikan kesempatan bagi peserta kursus dan masyarakat memperoleh sertifikat kompetensi telah terbentuk 30 Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), 865 Tempat Uji Kompetensi (TUK), 1.000 penguji yang menyelenggarakan uji kompetensi. Acuan dalam penyelenggaraan uji kompetensi yaitu SKL dan KBK yang telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdikbud. (Desliana Maulipaksi)

 

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2361

Penyelenggaraan BPP-DN 2014

Kepada Yth.
Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana
(terlampir)

Sebagai upaya meningkatkan kualifikasi akademik pendidik dan tenaga kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) untuk alokasi tahun 2014. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tenaga Kependidikan Tetap pada Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PNS kantor kopertis dan PNS kantor pusat Ditjen Pendidikan Tinggi.

 

Unduh suratnya di sini

 

Sumber: http://www.dikti.go.id/?p=13791&lang=id

Sistem KKNI Perbolehkan Budayawan dan Seniman Jadi Guru Kesenian di Sekolah

Jakarta, Kemdikbud — Salah satu rekomendasi dari hasil Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014 adalah pemanfaatan seniman/budayawan atau alumni perguruan tinggi seni sebagai pengajar seni budaya sebagai solusi atas kurangnya guru kesenian di sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan hal tersebut diperbolehkan oleh sistem Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dengan KKNI, katanya, guru kesenian tidak harus memiliki latar belakang pendidikan S1 atau D4.

“Seringkali kita dibenturkan bahwa menjadi guru itu syaratnya harus S1 atau D4. Sedangkan seniman itu tidak serta merta harus S1 atau D4. Tapi kalau dia memiliki kemampuan yang sangat bagus, kenapa tidak? Kita kan sudah memiliki KKNI,” ujar Mendikbud saat penutupan RNPK 2014 di Jakarta, (7/3/2014).

Karena itu Mendikbud mengimbau semua pihak untuk memperkuat sistem KKNI. Ia mengatakan, sistem KKNI merupakan sistem yang dirancang untuk membangun jembatan antara realitas yang ada di lapangan, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi dengan kemampuan belajar secara mandiri, dengan aturan formal yang ada.

“Seseorang yang sudah memiliki kompetensi di lapangan meskipun pendidikan formalnya belum S1, D4, dan seterusnya, dimungkinkan atau diperbolehkan untuk menjadi guru ataupun dosen,” tegas Mendikbud.

Ia menambahkan, hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan dan memiliki technical skill yang memadai dan terbukti kompetensinya. Meskipun latar belakang pendidikan mereka belum S2, tetap bisa menjadi dosen di perguruan tinggi setelah melalui proses atau penyetaraan melalui sistem KKNI.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikann dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional. (Desliana Maulipaksi)

 

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2292

Guru dan Kurikulum 2013

Oleh : Sukemi, Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Media

Ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. Apa saja?

Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar (baca: kompetensi pedagogi/akademik).  Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.

Kedua, kompetensi akademik (keilmuan), ini juga penting, karena guru sesungguhnya memiliki tugas untuk bisa mencerdaskan peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, jika guru hanya menguasai metode penyampaiannya tanpa kemampuan akademik yang menjadi tugas utamanya, maka peserta didik tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan apa-apa.

Ketiga, kompetensi sosial. Guru harus juga bisa dipastikan memiliki kompetensi sosial, karena ia tidak hanya dituntut cerdas dan bisa menyampaikan materi keilmuannya dengan baik, tapi juga dituntut untuk secara sosial memiliki komptensi yang memadai. Apa jadinya seorang guru yang asosial, baik terhadap teman sejawat, peserta didik maupun lingkungannya.

Keempat, kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Pada diri gurulah sesungguhnya terdapat teladan, yang diharapkan dapat dicontoh oleh peserta didiknya.

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting dari pada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.

Disinilah guru berperan besar didalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan. (***)

Sumber:

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/artikel_kurikulum2013

Bidikmisi (Beasiswa Untuk Mahasiswa Berprestasi)

Bagi adik-adik SMA/SMK sederajat yang berniat melanjutkan ke pendidikan tinggi, Kementrian pendidikan dan Kebudayaan menyediakan beasiswa Bidik Misi.

 

Bagi kalian yang memiliki komitmen dan kesungguhan berbakti untuk Indonesia daftarkan diri kalian.

 

http://bidikmisi.dikti.go.id/

 

 

Aturan Rubrik

Sampaikan pendapat/ide/saran/layanan/kegiatan tentang UM yang sesuai dengan Aturan Rubrik

Komentar Terbaru

  • [selesai] BAKAL CALON REKTOR (40)
    • Mega Suryawati: Mencari seorang pemimpin yang tepat tidaklah mudah, kewajiban kita sebagai anak bangsa adalah berusaha memilih pemimpin yang terbaik dari yang baik di segala level kepemimpinan,...
    • Iis Dahlia: Pada saat ini banyak yang telah membicarakan mengenai pergantian rektor baru di Universitas Negeri Malang. Masing-masing mahasiswa mempunyai kriteria tersendiri mengenai rektor baru...
    • ERNIE PURWANTI: Menanggapi perubahan rektor Universitas Negeri Malang (UM) saat ini, seharusnya pemimpin dan kepemimpinan yang baik yaitu: 1. Sebagai pengatur, pengarah aktivitas organisasi untuk...
    • Anis Latifatul Badriyah: Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya dan memiliki wewenang untuk mengatur suatu organisasi tertentu berdasarkan hasil pemilihan para anggota organisasi. Sedangkan...
    • Bachtiar Zakariah: perubahan dalam suatu organisasi tidak dapat di pisahkan dari peranan seorang pemimpin. menanggapi hal itu, um yang dalam waktu dekat ini menyelenggarakan pemilihan rektor, saya...
    • Bayu Candra Eka P: Berbicara tentang bagaimana cara orang memimpin di dalam suatu organisasi memang berbeda-beda. Begitu juga dengan para anggota di dalam organisasi yang mempunyai persepsi dan...
    • Kholifatul Mahmudah: Perubahan pemimpin akan memberikan dampak yang besar bagi organisasi. Begitu pula dengan pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM), yang diharapkan dapat melakukan...
    • Alfaraby: Jika ditanya ‘apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?’ tidak, mereka dicalonkan setelah Senat UM melakukan rapat khusus. terlepas dari hal...
    • Dwi Rahmah Hidayati: Derasnya pembicaraan tentang pergantian kepemimpinan di tingkat universitas, yakni melalui pemilihan rektor UM yang baru, menggelitik saya untuk turut menyuarakan...
    • Mediana Wahyu P: comment REKTOR: Dalam suatu universitas/perguruan tinggi, nama “Rektor” sudah tidak asing lagi didengar, karena rektor merupakan organ suatu universitas. Universitas...
    • Dinar Adi Meda: Rektor yang baru pasti mempunyai visi dan misi. Dan diharapkan yang belum di jalankan dijalan kan lagi. Dan yang lebih penting bisa membawa Universitas Negeri Malang lebih maju...
    • dina ni'matul: Mahasiswa berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, pengetahuan yang luas, mampu mengontrol emosional, memiliki spiritual dan sosial yang tinggi....
    • Moch. Arensyah AP: Sebuah Universitas yang besar membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar pula. Salah satunya Universitas Negeri Malang (UM) ini. UM membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar, disiplin...
    • Fadilla Weka Y: Kemajuan suatu lembaga tergantung pada peran seorang pemimpin yang ada di dalamnya. Seorang pemimpin harus mampu menjalankan visi dan misinya dengan penuh tanggung jawab untuk...
    • Sagita Dwi: Tugas seorang pemimpin memanglah berat, karena mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membawa organisasi yang dipimpinnya menuju ke arah yang lebih baik. Seorang pemimpin diharapkan...
    • Wulanda: Setiap lembaga pendidikan membutuhkan agen perubahan atau seorang pemimpin yang mampu membawa organisasioanal, khususnya pada perguruan tinggi Universitas Negeri Malang (UM). Berhasil...
    • Venny Elana TF: Seorang pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan tentunya sangat berperan besar untuk kemajuan lembaga pendidikannya. Untuk memilih seorang rektor sebagai pemimpin sebuah...
    • Siska Agustina: Dalam sebuah lembaga pendidikan pergantian pemimpin merupakan perubahan yang besar karena hal tersebut menentukan berlangsungnya program yang ada di lembaga pendidikan tersebut...
    • Ufifatul Ilma: Universitas ataupun Perguruan Tinggi merupakan suatu tempat untuk menuntut ilmu setelah masa SMA, berkualitas atau tidaknya suatu universitas terletak pada bagaimana seorang rektor...
    • Dwi Ratna Mayang: Kepemimpinan didalam suatu organisasi sangatlah penting bahkan bisa dikatakan pemimpin adalah inti dari suatu organisasi. Di dalam kenyataannya tidak semua orang yang menduduki...
    • Nur Shofia Maya Sofa: Pergantian Rektor merupakan suatu perubahan yang besar.Rektor yang terpilih diharapkan dapat membawa UM untuk lebih baik lagi dari sebelumnya. dengan harapan agar UM dapat...
    • ekowahyus: Kalo sudah banyak yang mengulas tentang syarat pemimpin dan harapan terhadap pemimpin, sekarang kembali ke diri kita masing-masing, seluruh tenaga akademik, tenaga kependidikan,...
    • Nur Azizia: Saya harap Rektor UM selanjutnya dipimpin oleh seorang yang jujur, adil, baik, dan cerdas. Seorang pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan supremasi hukum; memandang...
    • Faiqotul Izzatin Ni'mah: Rektor sebagai pimpinan tertinggi di Universitas Negeri Malang (UM) diharapkan mampu membawa perubahan yang positif dan signifikan bagi seluruh sivitas akademika dalam...
    • Thoriq Ardyawan: Pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM) merupakan perubahan skala besar dalam struktur organisasi. Pergantian pemimpin ini juga memberikan harapan baru pada seluruh...
    • Ayu Linda Puspita: Saya tertarik dengan pernyataan Drew Faust yang merupakan Rektor atau presiden Universitas Harward, Faust mengatakan “Pendidikan adalah mesin yang membuat demokrasi Amerika...
    • Ngainun Naja: Memimpin merupakan tugas, amanat, dan tanggungjawab yang sangat berat untuk seorang pemimpin. Apalagi memimpin sebuah lembaga yang besar, dan sudah dikenal dikhalayak umum tentu...
    • Rakhmawati Indriani: Kualitas dari lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Rektor di dalamnya. Untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas, maka diharapkan...
    • Aisyah Amini: sebagai Mahasiswa, saya berharap untuk kedepannya. UM sebagai universitas yang saat ini unggul dalam mencetak tenaga pendidik profesional, dapat dipimpin oleh seorang rektor yang...
    • Lia Dwi Kristanti: Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang pemimpin sejati harus memiliki tiga kompetensi dasar yang menjadikan seorang...
    • Fitria Anike WIdyawati: Calon Rektor UM ke depannya harus bisa menerapkan kepemimpinan visioner dengan kriteria yaitu: 1. Berwawasan ke masa depan Pemimpin yang mempunyai pandangan yang jelas...
    • FITRIANI HAVIVAH: Nilai keunggulan suatu lembaga pendidikan tinggi sangat bergantung pada kepemimpinan visioner yang harus ada pada jiwa seorang Rektor. Hal tersebut jika dikaitkan dengan visi UM...
    • Cerita Lucu: Saya sependapat seperti mas andrew “Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan...
    • Andrey: Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan kampus bukan karena nyari fulus. Rektor yang...
    • Achmad Supriyanto: Universitas Negeri Malang (UM) adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang seharusnya bercirikan antara lain religius, ilmiah, edukatif, dan selalu menggunakan pendekatan...
    • Noor Farochi: Betul pak @ekowahyus… utamanya pada poin 2. semakna dengan maksud tulisan saya
    • budiarto: semua yang disampaikan diatas, saya sangat setuju sekali. Rektor seperti apa yang harus jadi Rektor ? adalah Rektor yang tidak lagi menjadi bagian dari golongan-golongan tertentu,...
    • ekowahyus: Menurut saya…. 1. Memang betul, prinsip tidak memberikan jabatan kepada yang meminta adalah pedoman karena boleh jadi MEMINTA karena mengharapkan sesuatu. 2. Konteks PILREK dengan...
    • mujahidin akbar: Rektor mendatang harus berorientasi melayani, meninggalkan kepentingan-kepentingan golongan dalam merumuskan kebijakan yang dapat menguntungkan bersama. Dalam mengemban tugas...
    • andriyan: Menurut saya bakal calon Rektor harus memenuhi kriteria: 1.Beriman dan Beramal Shaleh 2.Niat yang Lurus 3.Tidak Meminta Jabatan 4.Berpegang pada Hukum Allah 5.Memutuskan Perkara Dengan...
  • Mengapa wanita mudah kesurupan? (5)
    • satrio: klo ada yg blg bhw “siapa pun yg mengaku melihat arwah itu dusta”, mk ia telah mendustakan nabi saw yg melihat arwah d siksa dlm kubur lalu memberi pelepah kurma d atas kubur...
  • KHUTBAH JUM’AT: PEWARTA (1)
    • suhartono: Alhamdulillah tidak meleset apa yang disampaikan Pak Dawud,memang zaman sekarangpun tetap marak jangankan yang masih terhitung muda usianya bahkan yang tuapun bila berjalan tak cukup...
  • Dwi Cahyono: Masa Lalu Sebagai Pengalaman Baru (10)
    • Yudi Widodo: Mas Dwi, karena keterbatasan ilmuwan untuk memahami artefak masa lalu, sehingga muncul katagori prasejarah tatkala sandi & simbol tidak dapat difahami sebagai tulisan untuk...
  • Kekacauan Dunia Terjemahan (7)
    • Arul: Kalo untuk universitas Negeri Malang diterjemahkan The state University of Malang, karena Malang adalah nama dari sebuah kota dimana universitas tersebut berada,biasanya diterjemahkan seperti...
  • BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH (25)
    • tri wahyu: Salut buat ebes Djoko. menurut saya sekarang ini memang sudah sedikit kera ngalam yang memakai boso walikan. Memang perlu untuk segera dilestarikan, atau kalo perlu dibuatkan kamus boso...
  • Variabel pada Fotografi (1)
    • Lintas Fakta: informasi yang sangat berguna bagi kami yang photographer
  • LEMBUTKAN HATI DI USIA KRITIS (2)
    • kurniawan: ia benar kita harus permaaantap tiang agama,,,!
    • jasmine: usia kritis sebaiknya perbanyak ibadah , lebih baik kl dari usia muda, krn kita tak tahu umur kita :)
  • PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF (5)
    • Djarot: Puyeng ah… Gak ada bedanya tuh. Kadang-kadang dalam deskriptif juga memerlukan analisa data kualitatif. Ada yang lebih sederhana?
  • Hymne Universitas Negeri Malang (3)
    • Tiyayu Hanit: buat download mp3 mars dan hymne um dimana ya min? apa versi mp3nya belum ada ?