Webomatrics Universitas Negeri Malang April 2015

Universitas Negeri Malang dalam kancah Webomatrics berada di peringkat 15 untuk wilayah Indonesia, setelah sebelumnya di peringkat 28 yang terlihat dari openess rank. Data ini diambil tanggal 16-04-2015 pukul 02.45 Waktu Server Universitas Negeri Malang.

Apa manfaat dari Webomatrics? Webomatrics adalah cermin untuk refleksi sejauh mana pencapaian Universitas Negeri Malang dalam penyediaan sumber terbuka dari sisi konten akademik dan pendidikan di dunia siber, rujukan tentang hal ini ada di http://www.webometrics.info/en/Methodology.

Untuk melihat peringkat Webomatrics Universitas Negeri Malang berserta 15 Universitas lainnya, silahkan klik link http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia. Sebagai bahan awal berikut ini ditampilkan sorotan ranking di situs Webomatrics sie Wilayah Indonesia.

 

 

Webomatrics Universitas Negeri Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ferril Irham Muzaki

Content Writer berkarya.um.ac.id

Universitas Negeri Malang

Presiden SBY Luncurkan Program Beasiswa Presiden RI

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, meluncurkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4) pukul 15.00 WIB. Program beasiswa ini diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa tersebut disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.

Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun bari kali ini resmi diluncurkan. “Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih tu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan,” ujar M. Nuh.

Sementara itu, Presiden SBY menjelaskan bahwa peluncuran BPRI ini merupakan babak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih maju. Yakni, dengan memiliki SDM (sumber daya manusia) yang unggul.

Potensi SDA yang baik harus diikuti dengan manusianya yang juga unggul, maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing yang tinggi. “Itulah sebenarnya cara pandang yang harus dibangun jika ingin 100 tahun setelah merdeka, Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang maju dan sejahtera,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Selain meluncurkan BPRI, SBY juga meresmikan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Indonesia. PTN tersebut adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November (Kolaka), Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang, dan Politeknik Tanah Laut, Tanah Laut (Kalsel).

Dengan adanya BPRI ini, maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang. Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih.

Hadir pula dalam acara ini Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (yor)

 

http://www.dikti.go.id/id/2014/04/02/presiden-sby-luncurkan-program-beasiswa-presiden-ri/

Penyelenggaraan BPP-DN 2014

Kepada Yth.
Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana
(terlampir)

Sebagai upaya meningkatkan kualifikasi akademik pendidik dan tenaga kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) untuk alokasi tahun 2014. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tenaga Kependidikan Tetap pada Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PNS kantor kopertis dan PNS kantor pusat Ditjen Pendidikan Tinggi.

 

Unduh suratnya di sini

 

Sumber: http://www.dikti.go.id/?p=13791&lang=id

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2014 Diluncurkan

Jumat, 21/03/2014 – 21:23

Jakarta, Kemdikbud — Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diluncurkan, Jumat (21/03/2014). Peluncuran yang dilakukan di kantor Kemdikbud ini, diawali dengan penandatanganan nota kerja sama antara Panitia SBMPTN dengan PT. Bank Mandiri, PT. Telkom, dan PT. Pos Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, yang meluncurkan SBMPTN menyampaikan apresiasinya kepada panitia SBMPTN dan semua mitra yang mendukung proses SBMPTN ini.

“Kelancaran SBMPTN ini adalah karena dukungan bapak ibu sekalian, untuk itu saya ucapkan terima kasih,” kata Mendikbud dalam acara peluncuran SBMPTN di Kantor Kemdikbud, Jumat (21/03/2014).

Pendaftaran SBMPTN akan dimulai 12 Mei-6 Juni 2014. Ujian tertulis akan dilakukan dalam satu hari pada 17 Juni, sedangkan untuk ujian keterampilan akan dilaksanakan pada 18-19 Juni. Pengolahan data dan seleksi akan dilakukan ada 20 Juni-15 Juli, dan hasil seleksi akan diumumkan pada 16 Juli 2014.

Ketua Panitia SBMPTN, Ganjar Kurnia, melaporkan, hingga hari ini (21/03/2014), jumlah sekolah yang telah mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) sebanyak 15.104 sekolah. Adapun jumlah siswanya sebanyak 452.067 siswa. Dan untuk pemohon Bidikmisi tercatat sebanyak 62.859 siswa. (Aline Rogeleonick)

 

sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2326

Sistem KKNI Perbolehkan Budayawan dan Seniman Jadi Guru Kesenian di Sekolah

Jakarta, Kemdikbud — Salah satu rekomendasi dari hasil Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014 adalah pemanfaatan seniman/budayawan atau alumni perguruan tinggi seni sebagai pengajar seni budaya sebagai solusi atas kurangnya guru kesenian di sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan hal tersebut diperbolehkan oleh sistem Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dengan KKNI, katanya, guru kesenian tidak harus memiliki latar belakang pendidikan S1 atau D4.

“Seringkali kita dibenturkan bahwa menjadi guru itu syaratnya harus S1 atau D4. Sedangkan seniman itu tidak serta merta harus S1 atau D4. Tapi kalau dia memiliki kemampuan yang sangat bagus, kenapa tidak? Kita kan sudah memiliki KKNI,” ujar Mendikbud saat penutupan RNPK 2014 di Jakarta, (7/3/2014).

Karena itu Mendikbud mengimbau semua pihak untuk memperkuat sistem KKNI. Ia mengatakan, sistem KKNI merupakan sistem yang dirancang untuk membangun jembatan antara realitas yang ada di lapangan, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi dengan kemampuan belajar secara mandiri, dengan aturan formal yang ada.

“Seseorang yang sudah memiliki kompetensi di lapangan meskipun pendidikan formalnya belum S1, D4, dan seterusnya, dimungkinkan atau diperbolehkan untuk menjadi guru ataupun dosen,” tegas Mendikbud.

Ia menambahkan, hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan dan memiliki technical skill yang memadai dan terbukti kompetensinya. Meskipun latar belakang pendidikan mereka belum S2, tetap bisa menjadi dosen di perguruan tinggi setelah melalui proses atau penyetaraan melalui sistem KKNI.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikann dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional. (Desliana Maulipaksi)

 

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2292

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.