DI DEPAN PINTU SORGA R.A. KARTINI MENANGIS (Bagian 1)

Tak lelo lelo lelo ledung
Cup menenga aja pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Yen nangis ndak ilang ayune

Tak gadang bisa urip mulyo
Dadiyo wanito utomo
Ngluhurke asmane wong tuwa
Dadiyo pandekaring bangsa…

TERJEMAHAN:

Timang-timang

Diamlah…, janganlah menangis

Anakku yang berparas cantik

Bila menangis akan hilanglah kecantikanmu

 

Saya berharap engkau dapat hidup sejahtera

Jadilah wanita utama

Meluhurkan nama orang tua

Jadilah pendekar bangsa…

 

Sungguh indah dan menakjubkan nasihat lagu ini…

yang menyebabkan R.A. Kartini tak dapat membendung air matanya

butir-butir air mata cinta kasih untuk kaumnya…

Wanita Indonesia

 

Ada apa wahai Kartini?

Adakah sesuatu penyebabnya?

Bukankah dirimu adalah pejuang bangsa?

Mengapa engkau menangis?

 

Begitulah pertanyaan-pertanyaan dari R.A. Ngasirah, Ibunda R.A. Kartini, Wanita Bangsawan Jawa, Isteri Bupati Rembang, Jawa Tengah.

 

Malang, 9 Mei 2012

Djoko Rahardjo, Staf Subag Sardik BAAKPSI UM

Post Author: Djoko Rahardjo

4 thoughts on “DI DEPAN PINTU SORGA R.A. KARTINI MENANGIS (Bagian 1)

    dahlia

    (14 Mei 2012 - 12:51)

    yang perlu diingat adalah:
    tatkala kita lahir diazankan…menangis dan semua tertawa….
    tatkala kita mati diiqomahkan…semua menangis ..apakah kita ketawa???
    berapa lama jarak azan dan iqomah untuk …sholat
    nah itulah jarak dan lama hidup kita
    suangat suangat sebentar…
    nah apa yang hendak kau cari….
    dalam hidup ini…

    Noor Farochi

    (10 Mei 2012 - 12:54)

    wah… nulisnya belum promosi dulu

    djoko rahardjo

    (10 Mei 2012 - 08:41)

    Betul Pak Noor! Kita sangat prihatin dengan sebagian “besar” busana yang dikenakan oleh Wanita Indonesia. Berpakaian tetapi telanjang.

    Sebagai perbandingan, masyarakat Badui di Arab Saudi yang “fanatik” dengan tradisi Islam–bila melamar seorang wanita, kepingin “membuka” cadarnya–ingin melihat wajahnya–harus membayar mahar berupa tujuh binatang Onta–padahal harga satu Onta sama dengan satu Sapi Limosine ukuran super–harga satu Sapi Limosine Super Rp 20 juta–jadi “hanya” untuk membuka cadar saja biayanya: 7 onta x Rp 20 juta =Rp 140 juta–wanita yang sudah membuka cadarnya harus dinikahi.

    Bagaimana dengan harga, ongkos atau biaya “melihat aurat” sebagian Wanita Indonesia? Gratis… tis tis tis! Tulisan DI DEPAN PINTU SORGA KARTINI MENANGIS akan mengungkap banyak hal tentang perilaku “sebagian” Wanita Indonesia. Oleh karena itu, jangan sampai ketinggalan mengikuti kisah berikutnya

    Noor Farochi

    (9 Mei 2012 - 13:09)

    Mungkin nangisnya ‘tahu’ kalau Kartini-Kartini yang sekarang ini cara berpakaiannya lebih berani dan lebih ‘terbuka’. Sudah tidak suka dengan budaya bangsa, tidak suka dengan tembang-tembang jawa, lebih suka kebarat-baratan dst

Komentar ditutup.