DOSEN UM MENGEMBANGKAN TRAINER DAN APLIKASI UJIAN UKK, MTCNA, DAN CCNA

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan salah satu pendidikan formal yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk bekerja. TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) merupakan salah satu jurusan yang ada di SMK. Tetapi menurut Diknas pada tahun 2018 keterserapan lulusan SMK di kabupaten Malang terutama Malang Selatan hanya 20% siswa yang bekerja sesuai dengan bidangnya, sedangkan Lulusan SMK jurusan TKJ di Malang baik kabupaten maupun kotamadya yang bekerja sesuai bidangnya hanya 10%. Penyebab tidak terserap di bidang industri terutama untuk lulusan TKJ dikarenakan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan tersebut. Salah satu penyebab kurangnya kompetensi yang dimiliki lulusan adalah fasilitas yang dimiliki sekolah. Kompetensi biasanya dibuktikan dengan nilai Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Kemampuan penguasaan materi-materi UKK mempengaruhi tingkat penguasaan materi dalam ujian-ujian sertifikat berhubungan dengan TKJ yaitu MTCNA (Mikrotik) dan CCNA (Cisco).

SMK Ibnu Abbas yang merupakan sekolah swasta yang memiliki siswa TKJ terbanyak di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. SMK ini terletak di Jalan Pesantren No 1,  RT/RW 12/2, Dsn. Sengon, Kelurahan Pringgodani. Contoh nilai rata-rata UKK yang dimiliki oleh SMK Ibnu Abbas dari tahun 2014 sampai 2018 sekitar 72,1. Nilai 72,1 sangat minim untuk menghasilkan lulusan yang sesuai kompetensi TKJ. Hal ini mempengaruhi banyaknya lulusan SMK Ibnu Abbas yang tidak bekerja sehingga menjadi permasalahan yang serius bagi kecamatan bantur dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi jumlah pengangguran.  Untuk mengatasi hal tersebut, dosen Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (UM) yaitu Irawan Dwi Wahyono,S.T., M.Kom dan Khoirudin Asfani, S.Pd, M.Pd merancang dan mengembangkan trainer ujian UKK dan aplikasinya untuk pembelajaran materi-materi TKJ yang dintegrasikan dengan ujian UKK.

“Hal ini perlu dilakukan karena terbatasnya fasilitas laboratorium untuk ujian UKK, kualitas pembelajaran terutama penguasaan materi TKJ oleh guru, terbatasnya waktu pembelajaran di sekolah maupun di rumah, dan kualitas lulusan TKJ SMK Ibnu Abbas yang tidak memenuhi kompetensi maupun tidak bersetifikat yang dibutuhkan industri TKJ” Ungkap Irawan.

Tujuan dari trainer dan aplikasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan lulusan  siswa TKJ di SMK Ibnu Abbas dapat 100% terserap di Industri maupun sebagai wiraswasta di bidang TKJ. Dengan menggunakan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang pembelajaran teknisi komputer dan teknisi jaringan. Trainer ujian UKK dirancang sesuai paket keahlian yaitu paket 1 maupun paket 2 sesuai tingkat pemahaman siswa terhadap materi kompetensi TKJ dan aplikasi online yang dikembangkan berisi materi TKJ, materi ujian UKK, simulasi ujian UKK dan ujian UKK dengan pengujian internal maupun eksternal yang dapat  diakses secara online dan offline untuk pembelajaran siswa di sekolah maupun di rumah, dan ujian simulasi MTCNA (Mikrotik) dan CCNA(Cisco) serta aplikasi online ini membuat sertifikat online sehingga industri mengetahui lulusan TKJ SMK Ibnu Abbas yang bersertifikat.

Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM melalui pendanaan PNBP Universitas Negeri Malang pada Tahun Anggaran 2019. Kegiatan ini terdiri dari perancangan, pembuatan atau pengembangan, pengujian trainer dan aplikasi dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro UM.  Pengujian juga dilakukan di SMK Ibnu Abbas pada kelas XII TKJ. Setelah semua terbukti sudah teruji dengan baik maka dilakukan serah terima trainer dan aplikasi UKK sekaligus memberikan pelatihan terhadap operasional dan cara kerja trainer dan aplikasi kepada pihak SMK Ibnu Abbas pada tanggal 14 Juli 2019.

“Diharapkan dengan adanya trainer dan aplikasi ini, permasalahan infrastruktur di SMK Ibnu Abbas dan kualitas lulusan dapat teratasi. Sehingga terjadi peningkatan nilai UKK, peningkatan kualitas penguasaan materi TKJ baik guru maupun siswa, peningkatan kualitas lulusan SMK Ibnu Abbas yang bersertifikat, dan efisiensi waktu dan tenaga dalam pembelajaran TKJ, serta penurunan angka pengangguran terutama lulusan SMK TKJ di Kecamatan
Bantur, Kabupaten Malang” tutup Khorirudin.

Irawan Dwi Wahyono, S.T., M.Kom dan Khoirudin A, M.P
Dosen Teknik Elektro FT UM

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *