Eratkan Ormawa Sastra dengan Nobar Film Negeri Dongeng

Malang. Kedekatan antar anggota organisasi mahasiswa (Ormawa) Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kemarin malam (3/9) terlihat erat. Terlebih kala dibentangkan layar putih untuk menikmati sajian film karya Sinema Kaki Gunung yang cukup menginspirasi. Diselenggarakan di sekitar kantor Ormawa Sastra, puluhan peserta jenak menonton film bergenre kisah nyata yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan ini. Selain untuk merekatkan anggota acara nonton bareng (nobar) ini juga dalam rangka menyambut para mahasiswa baru (Maba) UM.

Pemutaran film berjudul Negeri Dongen ini diselenggarakan oleh tim Sinema Kaki Gunung bekerjasama dengan Teater Pelangi Universitas Negeri Malang. Agenda malam itu tidak hanya menonton film saja, terlebih karena para anggota Teater Pelangi cukup bertalenta di bidang seni, mereka juga menampilkan beberapa pertunjukkan sekaligus. Mulai dari pertunjukan live musik hingga pembacaan puisi. “Cukup senang memutar film kami disini, terlebih kawan-kawan UM cukup apresiatif,” ungkap Nisa perwakilan Tim Sinema Kaki Gunung yang hadir kemarin.

Nisa menerangkan bahwa tujuan pemutaran film ini dilakukan adalah untuk menggalang dana yang nantinya disumbangkan bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Karena tujuannya untuk donasi, pemutaran film memang dilakukan secara roadshow di beberapa kota. Seperti yang sudah dilakukan diantaranya di Bali, Surabaya, Madura, Pasuruan, dan Probolinggo. “Ini kami juga tengah mempersiapkan pemutaran di kota lain. Seperti selanjutnya di Kediri, Wonosobo, Solo, hingga Jogja,” terangnya.

Adapun menurut Nisa memang dalam upaya timnya mereka menargetkan ingin memutar film karya mereka mulai dari Indonesia paling barat hingga timur dilakukan. Harapannya selain ingin mensosialisasikan karya mereka juga penggalangan dana agar bisa lebih masif lagi. “Pemutaran film ini sudah dimulai sejak 15 Agustus 2019 lalu. Adapun film ini diproduksi selama 4 tahun sejak tahun 2013,” ujar Nisa.

Setelah menonton film Negeri Dongeng, banyak para penonton memberikan apresiasinya. Seperti yang diungkapkan Septian Adi mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UM ini. Dia mengaku mendapatkan beberapa hikmah yang bisa dipetik dari pesan film tersebut. Terlebih dalam perjuangan hidup yang keras melalui tokoh-tokoh yang dihadirkan. “Dalam film ini saya mendapatkan hikmah dari sebuah perjuangan. Perjuangan itu terlihat dari cara mengontrol emosi, mengontrol diri, hingga bagaimana cara mengontrol teman sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, Adi juga mengaku cukup apresiatif terkait pemutaran film di Ormawa Sastra ini. terlebih para anggota Ormawa masih peduli dengan tontonan mahasiswa yang kini berbagai film hingga tayangan di pertelevisian dan media sosial telah tak terbendung lagi. Sehingga dengan memberikan tayangan yang berkualitas membuat para penontonnya tidak hanya mendapatkan kesan hiburan saja tetapi juga unsur edukasi sekaligus didapatkan. “Saya harap acara nonton bareng seperti ini bisa lebih digalakkan lagi di kampus ini,” harap Adi.

Nama                   : Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa : Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *