Gedung Jurusan Matematika Bebas Asap Rokok

100_9557Rektor UM Prof. Suparno dalam sambutannya pada peringatan HUT KORPRI ke-38 menyampaikan mengenai “bebas asap rokok” sebagai berikut:

Untuk meningkatkan kinerja, orientasi hidup sehat perlu dipegang teguh. Di UM sudah ada alat chek-up kondisi kesehatan yang penggunaannya di bawah koordinasi Poliklinik. Pola hidup sehat bagi diri sendiri dan lingkungan juga perlu dipehatikan. Mengulangi imbauan saya pada Upacara Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei yang lalu, pada kesempatan ini saya imbau kembali agar kantor-kantor dan tempat-tempat kolektif umum di UM tidak digunakan untuk merokok. Di kantor dan tempat-tempat demikian itu, layak dipasang tulisan BEBAS ASAP ROKOK.

100_9558

Salah satu gedung yang sudah memasang tulisan BEBAS ASAP ROKOK adalah gedung di Jurusan Matematika FMIPA UM. Sudah dipasang sejak lama dan kenyataannya memang dipantau dan dipatuhi. Tulisan gedung bebas asap rokok dipasang di Lantai 1 dan lantai 2 gedung Jurusan Matematika FMIPA UM.

Kampus yang bebas asap rokok adalah salah satu persyaratan untuk menjadi universitas kelas dunia yang sesungguhnya.

Post Author: Johanis Rampisela

8 thoughts on “Gedung Jurusan Matematika Bebas Asap Rokok

    elfin

    (15 Desember 2009 - 13:47)

    Di gedung A3 Lt. 1, pintu masuk subag PE dan RS juga sudah terpampang KAWASAN TANPA ASAP ROKOK. Pertama kali terpasang dan membaca, yang terucap adalah syukur dan doa, semoga perjuangan para “ahli hisap” untuk memasuki kawasan tanpa asap rokok berbuah kesehatan untuk semua.
    Tapi ternyata,… slogan tsb baru sebatas HIASAN PINTU KACA, karena ruangan kami tetap masih ada bau dan asap rokok. Saya yakin mereka bukan tidak bisa membaca, tapi karena keSADARan mereka masih ditolerir keSABARan yang lain.
    Ayo Pak, KITA semua memerlukan rasa nyaman!

    Eko Wahyu Setiawan

    (7 Desember 2009 - 11:58)

    Setuju dengan Pak Noor.. kalau ruang bebas asap rokok … bisa saja dipersepsikan, asap rokok bebas keluar masuk ruang…. apalagi kalo terbawa angin yang arahnya tidak pasti.

    eko wahyu s (fs-um)

    Noor Farochi

    (7 Desember 2009 - 07:36)

    @Fatchur Rohman
    Benar “Tanpa” pak, misal “Kawasan Tanpa Asap Rokok”, dst. Menurut saya gak perlu didebat atau disanggah, karena kalau “Bebas” itu kan semaunya sendiri, tapi mungkin jangan “gedung”nya yang tanpa asap rokok ya?

    Johanis Rampisela

    (7 Desember 2009 - 05:32)

    Tanda yang sudah dipasang di Bagian Kemahasiswaan BAAKPSI UM, Gedung A3 lantai 3

    tri

    (4 Desember 2009 - 15:51)

    bagus tu.,fisika kapan??

    Fatchur Rohman

    (4 Desember 2009 - 14:53)

    Menyimak Tulisan “Gedung Bebas Asap Rokok” dapat diartikan asap rokok bebas di gedung tersebut, sesuai dengan sifat materi asap berupa gas, memang gas akan bebas tersebar kemana-mana. Bagaimana jika dibandingkan dengan Tulisan “Gedung Tanpa Asap Rokok” atau “Gedung Bersih dari Asap Rokok”, Bisa direnungkan, boleh didebat atau disanggah pendapat ini.

    Salam Satu Alam
    Mr. Ongs

    fatma

    (4 Desember 2009 - 09:06)

    Himbauan Rektor agar Kantor-kantor dan tempat-tempat kolektif umum di UM tidak digunakan untuk merokok, semakin meneguhkan upaya kami dalam menciptakan perkantoran yang sehat dan bersih. Larangan merokok di Gedung A3, lantai 3 telah kami pasang sejak 3 tahun yang lalu. Terdapat tiga gambar di area pintu masuk Bagian Kemahasiswaan. Gambar pertama larangan merokok, kedua larangan mengenakan kaos tanpa kerah, dan ketiga larangan bersandal. Pada saat akreditasi institusi beberapa waktu yang lalu gambar-gambar tersebut menarik perhatian bapak-bapak asesor, dan itu sebagai jawaban kami ketika ditanya bukti sosialisasi tata tertib kehidupan kampus. Dengan adanya himbauan tidak merokok dari Pimpinan tertinggi lembaga ini, saya berterima kasih sekali sehingga mudah-mudahan saya tidak dianggap “cerewet” lagi.
    Saya juga berterima kasih kepada teman-teman di kemahasiswaan atas pengertiannya sehingga tidak merokok di area perkantoran A3, lantai3, walaupun beberapa di antaranya “perokok berat”.
    Ayo teman-teman kita ciptakan perkantoran yang bersih, dan sehat di unit kerja masing-masing. Terima kasih. Salam

    Noor Farochi

    (3 Desember 2009 - 07:48)

    Ajakan yang bagus untuk diikuti, “berlomba-lomba dalam kebaikan” dapat dimulai dari diri sendiri masing-masing individu.
    “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri (QS. Al-Isra’: 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *