Gerbang UM – Jalan Semarang

Post Author: Johanis Rampisela

33 thoughts on “Gerbang UM – Jalan Semarang

    Aminarti Siti Wahyuni

    (27 Mei 2012 - 20:06)

    @dienna
    naik mikrolet AL, jangan lupa pesan dengan pengemudinya turun di kampus UM, siapa tahu tertidur di mikrolet….sukses untuk Anda.

    dienna

    (26 Mei 2012 - 22:17)

    mas mau tanyak kalu dri stasiun mau kearah ke UM,JL.SEMARANG 5 MALANG,naek mikrolet apa??????

    dienna

    (26 Mei 2012 - 22:14)

    permisi mau tanyak kalau seaidanya dri stasiun mau arak ke UM,JL.semarang 5,malang naek mikrolet pa ea????????

    dienna

    (26 Mei 2012 - 22:11)

    mau tanyak kalau naek mikrolet ke stasiun may k UM ,JL.SEMARANG 5 MALANG itu naek apa ksana???

    Farhan

    (14 November 2010 - 17:58)

    Sepedapat dg sdr Yoyok. Saya kira pemindahan atau lebih tepatnya pemaksaan utk lewat jalan Semarang, mungkin ada kekawatiran warga UM tidak ‘mencintai’ jalan Semarang yg kedepannya sbg pintu utama UM. Saya lebih senang semua jalan masuk UM dibuat dua arah, shg memudahkan warga UM utk masuk/keluar UM. Memang ada perasaan males mau ke ATM gerbang jl Surabaya saja harus keluar kampus dulu. Apalagi pas pulang kerja, mesti ke jalan Semarang dulu, sbb rumah saya ada di sebelah selatan UM.

    Yoyok Adisetio Laksono

    (14 November 2010 - 14:03)

    Terus terang saya sampai sekarang belum begitu jelas tentang kaitan antara pemindahan alamat UM dengan pemindahan kebiasaan jalur lalu lintas kita.

    Coba kita renungkan, bagi yang rumahnya di sebelah selatan UM maka lebih efisien kalau pulang lewat jalan Surabaya dan tidak dipaksa memutar ke jalan Semarang. Mereka yang ke arah timur biasanya otomatis lewat jalan Semarang, yang ke barat bisa lewat Sumbersari kalau naik sepeda motor, tetapi kalau membawa mobil maka alternatif terpendek ya lewat jalan Surabaya. Saya yakin bagi yang terbiasa lewat Jl Surabaya dalam hati protes karena sekarang harus memutar lewat jl Semarang.

    Setiap kebijaksanaan biasanya mengarah kepada hal yang baik namun terus terang saya masih belum paham dimana baiknya tentang perubahan alamat UM dengan perubahan jalur lalu lintas kita. Mungkin ada yang bisa menjelaskan disini?

    maszu

    (8 November 2010 - 15:29)

    untuk sari,
    maksudnya the learning university itu, universitas yang sedang belajar, artinya universitas ini belum pintar, jadi masih perlu belajar banyak. buktinya, perencanaan pembangunan yang seharusnya menjadikannya lebih baik, malah sekarang tampak belepotan. satu akses jalan belum beres (depan LPM masih sempit ehhh diberi pembatas lagi)… sementara satu askes keluar ke jalan surabaya ditutup (satu arah masuk saja), jalan dekat masjid dan dekat parkiran fak teknik juga ditutup… akibatnya, seperti yang dikeluhkan banyak komentator di atas, perjalanan banyak terganggu. tempat parkir juga kurang.
    saya kira humas UM memang harus sering-sering dan banyak-banyak sosialisasi kepada civitas supaya warga UM tidak bertanya-tanya dan malah mungkin bisa turut mendukung dan membantu program UM.
    maaf dan terima kasih.

    HUMAS UM

    (26 Oktober 2010 - 09:43)

    Penetapan Jalan Semarang sebagai Jalan Utama UM merupakan keputusan senat UM dikuatkan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Nomor 0573/KEP/H32/TU/2009 tanggal 1 Oktober tentang Perubahan Alamat Universitas Negeri Malang (UM).

    Seperti yang telah disampaikan juga oleh Bapak Dawud bahwa pemindahan alamat itu bagian kecil dari Rencana Induk Pengembangan UM (RIP UM) 2010–2030, maka tentunya pemindahan tersebut sudah disusun untuk pengembangan UM kedepan yang lebih baik.

    Kedepan, UM juga telah menyusun pembangunan Ring Road yang kini sudah mulai bertahap pembangunanya. Ring Road dibangun mulai pintu masuk jalan Semarang yang menghubungkan titik-titik lokasi kampus yang mencakup jalan sebelah sisi kanan gedung Sasana Budaya melingkar melewati jalan masuk Surabaya menyambung hingga ke Rusunawa kemudian melingkar ke arah kanan melewati Jalan Ambarawa dan Stadion UM hingga melingkar melewati jalan masuk Gombong dan selanjutnya melewati jalan di area lapangan voly Semarang dan akhirnya menembus pintu masuk Jalan Semarang lagi, sehingga penumpukan dan kemacetan jalan keluar masuk nantinya tidak akan terjadi karena akses jalan lebih luas dan memenuhi kelayakan bagi banyaknya volume kendaraan yang memasuki area kampus UM.

    Terima Kasih.

    Rudi Irawanto

    (24 Oktober 2010 - 18:52)

    Mohon dengan sangat akses pejalan kaki diutamakan. Perlu difikirkan konsep universal design, konsep yang memberi akses kepada semua pengguna, termasuk didalamnya kaum difabel, orang tua dan ibu hamil. Pendestrian yang dapat dilalui dengan mudah oleh mereka. Trotoar tidak terlalu tinggi untuk pejalan kaki, tidak perlu ada portal-portal tinggi yang yang membatasi pejalan kaki, perlu pembatasan jalur kendaraan bermotor, serta kemudahan jangkauan antar gedung bagi pejalan kaki. Terima kasih.

    Noor Farochi

    (22 Oktober 2010 - 09:30)

    @Prawoto
    Bagus juga, mungkin Got saluran air bagian atasnya bisa ditutup dimanfaatkan untuk tempat pejalan kaki TETAPI air limbah hujan TETAP DIBERI KESEMPATAN YANG BANYAK untuk masuk gorong-gorong tersebut sehingga tidak mangakibatkan banjir di jalan. Contoh banjir di jalan-jalan kota itu kan karena air limbah hujan tidak diberi kesempatan yang banyak untuk masuk ke gorong-gorong karena saluran lewatnya yang sempit dan sedikit.

    Prawoto

    (21 Oktober 2010 - 20:02)

    Gerbangnya oke sekali. Untuk kenyamanan, jalan dalam kampus perlu dilebarkan. Terutama depan KOPMA sebagai jalan utama dua jalur sangat sempit. Apalagi sekarang diberi pembatas tengah jalannya menjadi lebih sempit.

    ekowahyu

    (21 Oktober 2010 - 08:36)

    usul: sekalian saja jalan di depan poliklinik ke arah timur (belakang lokal J) diperlebar dan diperpanjang sehingga bisa digunakan untuk akses keluar untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan depan LPM. jadi orang keluar ke jl semarang tidak harus lewat tengah kampus lagi… tapi langsung lewat luar menuju ke gerbang jl semarang.

    ekowahyu-fs um

    Haritsah

    (19 Oktober 2010 - 18:39)

    Baguslah kalo planningnya begitu.. tapi nanti penataan parkirnya harus bagus.. sekarang sudah overload.. trus jalan yang dekat LPM di perlebar kayak jalan gombong

    Rudi RW

    (19 Oktober 2010 - 15:29)

    Setuju saja dengan pemindahan alamat ke Jl Semarang, tapi nampaknya keputusan jalan akses menuju kampus dan di dalam kampus tidak di rencanakan dengan baik, kelihatannya “tim pelaksana” “hanya” mengerjakan perintah sesuai hasil keputusan Universitas, tanpa ditata dan di rancang sarana pendukung yang lainnya misalnya jalan di dalam kampus yang sangat tidak memenuhi standard yang ada, yaitu tiap jalan yg dilalui oleh kendaraan roda empat haruslah ada bahu jalan dan disertai tempat pejalan kaki. Ini yang masih belum seluruhnya jalan di dalam kampus terpenuhi. Kedua, alur arah jalan masuk maupun keluar tidak jelas, harusnya dibuat jalur poros yang cukup memadai dan memenuhi standard untuk akses menuju fakultas yang ada di dalam kampus, sehingga tidak membingungkan pengguna jalan. Ketiga, saluran-saluran air buang yang ada masih belum dibuat dengan baik, ini terbukti ketika hujan deras, genangan air masih menggenang agak lama. Terima kasih

    Rudi FS

    Riyan

    (18 Oktober 2010 - 17:09)

    Gak asik ah pak… masak gerbang jalan surabaya jam 3 (setelah Pak Rektor pulang) udah ditutup…. padahal di gerbang surabaya ada tulisanx “GERBANG SURABAYA DITUTUP JAM 5 SORE” kalau emang ada kebijakan baru, tolong disosialisasikan dong….
    korbannya bukan cuma mahasiswa yang bawa motor, tapi juga dosen yang naek motor, dan mahasiswa+dosen yang naek becak……

    tolong tanggapan dari Pak Mutharom atau PR4 dong…. (Riyan-Mahasiswa FIP)

    Cak Noors

    (18 Oktober 2010 - 13:31)

    @Prawoto
    Ya benar, pejalan kaki satu orang saja yang lewat bersamaan dengan mobil posisinya sangat-sangatlah mepet. Tolong….. beri tempat untuk pejalan kaki.

    Prawoto

    (17 Oktober 2010 - 17:26)

    Pemindahan gerbang UM ke Jl Semarang saya setuju, sebab gerbang Jl. Surabaya posisinya kurang bagus. Tetapi jalan di sebelah LPM harusnya dilebarkan supaya untuk jalan utama 2 arah nyaman. Apalagi sekarang diberi batas tengah itu, mobil akan menyalip orang berjalan sana sulit. Semoga menjadi perhatian pimpinan universitas.

    caca

    (16 Oktober 2010 - 10:55)

    jalan di dekat masjid, teknik, itu ko banyak yang dibuntu y? kalo lewat jd harus muter dulu. ini juga bisa mengakibatkan kemacetan karena tidak bisa menggunakan jalan kecil selain jalan utama. selain itu, akibat dibuntu itu, kalau hujan jadi ada genangan air. karena airnya gak mengalir.
    jalan masuk dan keluar sekarang dibedakan. ribet dan bikin pusing.

    darmawan

    (15 Oktober 2010 - 13:35)

    Mungkin perlu diperhatikan juga jalan di depan LPM/PPL/Leppa/Kopma yang sempit itu. Rasanya lebar jalan di UM ini tidak standar 🙂

    Lutfahakim

    (14 Oktober 2010 - 22:44)

    kampus yg sepi…

    umar

    (12 Oktober 2010 - 14:18)

    Ya begini ini kalau membuat kebijakan secara sporadis, dan tidak terintegrasi, sehingga dampak suatu kebijakan kurang diantisipasi dengan baik.

    Di jalan surabaya lalu lintas macet karena penumpukan jalan di depan pintu masuk parkiran, sementara di jalan semarang lalu lintas macet karena banyak terop dan mobil parkir di lingkar jalan semarang.

    Mungkin satu-satunya yang agak longgar adalah di Jalan Veteran (kalau tidak ada Angkot ngetem di sana)

    thanks

    mukhlis

    (11 Oktober 2010 - 19:23)

    maaf y pak…
    mau saya tanyakan soal sasana krida,…
    disana ko sring bgat dijadikan tmpt respsi nikh…

    jd klo kt mau mke sasana krida buat kliah jrng gt pak.

    darmawan

    (11 Oktober 2010 - 11:47)

    Saya kebetulan sering berada di salah satu gedung di lingkaran taman jalan Semarang 5. Kebijakan yang akan diberlakukan adalah menggunakan gerbang Semarang 5 sebagai pintu keluar-masuk. Bila diperhatikan, Gedung Sasana Budaya sering digunakan untuk berbagai keperluan pada hari kerja, misalnya Seminar, Wisuda, Resepsi, termasuk ketika ada penilaian portofolio Sertifikasi Guru. Pada saat itu pasti jalanan menjadi tempat parkir dan didirikan terop untuk berbagai keperluan itu. Pasti pengguna jalan akan terganggu.
    Apakah hal ini sudah diantisipasi?

    Joko

    (4 Oktober 2010 - 10:02)

    Waah keren abiz.. TAPI dengan pemindahan gerbang utama ke Jl Semarang malah kondisi jalan menjadi ramai, kami dari UKM kampung pendekar (LPBD)menjadi sulit untuk latihan karena ramai kendaraan. Kami biasa latihan sabtu dan minggu, karena pada hari tersebut biasanya gerbang tutup dan kondisi lapangan pantai kondusif untuk latihan TC, tapi sekarang malah jadi ramai. Kalau saja UM menyediakan tempat latihan khusus bagi UKM pendekar, kami sangat senang sekali.. karena selama ini kami latihannya di sekitar lap. pantai, dan masih no madden alias tidak punya tempat latihan yang tetap, seperti UKM Lain (UABV,UABB,Bola,Voli)

    sari

    (1 Oktober 2010 - 15:32)

    maaf Pak…, saya mau tanya..,
    maksud The Learning University itu apa ya..??
    sejak pertama kali mendengar sampai saat ini, saya masih bingung dengan maknanya…

    Johanis Rampisela

    (28 September 2010 - 10:06)

    @dawud
    Baik Pak, akan saya usahakan.

    agus

    (28 September 2010 - 07:34)

    @dawud

    buat bapak dawud (dekan fak sastra UM)
    “terima kasih atas info yang di berikan…semoga untuk program kedepannya kelak lebih lancar…Amien..”

    ezra calvarinando sitanggang

    (25 September 2010 - 22:13)

    Salam sejahtera pak..
    pak,saya sngat setuju dgn pemindahan alamat UM k jalan semarang+mnjadi grbang utama UM..tp saya agak tidak setuju bila tmpat UKM sprti IMAKRIS n IKK untuk tahun dpan dpat informasi akn d gusur dan d pndahkan d kampung UKM,tetapi bukan dalam arti kata kami tidak mau bersama-sama di kampung UKM brsama yang lain…alasanx:
    1.tmpat yang kami yg baru d kampung UKM trlalu ramai pak,shingga saat kami kmrn berdoa bersama-sma,trsa trggangu dgn UKM trtntu.
    2.Kami sudah lama skli mnmpati tmpat yg lama,shngga sdh byak ank” UM yg Kristen trmasuk Alumni” UM yg Kristen sdh mngetahui..
    saya mewakili ank” Imakris,tlong pak tmpat Imakris yg lama jgn d gusur..mohon maaf bila ada komentar saya yang menynggung bapak dan siapapun..terima kasih banyak buat perhatiannya..Tuhan memberkati

    dawud

    (25 September 2010 - 16:29)

    Usul Pak Jo, nanti, fotonya diganti dengan foto yang di-“jepret” saat langit cerah: langit biru dengan latar gunung tinggi-biru yang menjulang; bukan berlatar mendung-putih. Matur nuwun, Pak Jo.
    Dawud
    Fakultas Sastra UM

    dawud

    (25 September 2010 - 16:25)

    @agus
    Pemindahan alamat UM dari Jalan Surabaya ke Jalan Semarang didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain, sebagai berikut.
    Pertama, UM memiliki tiga pintu gerbang besar (Jln. Surabaya, Jln. Semarang, dan Jln. Veteran) dan satu pintu gerbang kecil (dari Jln. Sumbersari). Semua pintu gerbang tersebut, tetap digunakan; hanya yang dijadikan pintu gerbang utama adalah Jln. Semarang.
    Kedua, pemindahan alamat itu bagian kecil dari Rencana Induk Pengembangan UM (RIP UM) 2010–2030. Salah satu bagian RIP tersebut adalah zoning ‘pemanfaatan area’. Direncanakan, antara lain, di lokasi A1, A2, dan A3 sekarang, nantinya untuk Fakultas Ekonomi; di perumahan Jln. Simpang Bogor untuk Fakultas Teknik; di J (FS timur) sekarang untuk kantor pusat; area gedung D & E sekarang untuk FIP, FS, dan FIK. Area H1–H3 untuk Fakultas Psikologi (rencana pendirian). PPs di arena H8. FMIPA & FIS tetap.
    Ketiga, dengan demikian, pintu Gerbang Utama merupakan akses langsung ke gedung Kantor Pusat (baru), sedangkan pintu gerbang besar lain, yakni Jln. Surabaya untuk kemudahan promosi pelatihan & pembelajaran “ekonomi” untuk dan oleh civitas akademika FE; Jln. Veteran untuk pelatihan dan layanan publik umum (misal, eks gedung PPPG yang sekangan sudah diserahkan ke UM untuk layanan DIKLAT); dan untuk promisi pembelajaran, pelatihan, dan pelayananan “keteknikan” dan “kejuruan” melalui pintu gerbang baru Jln. Simpang Bogor untuk dan oleh civitas FT.
    Keempat, dari sisi keindahan “view”, Jln. Semarang lebih indah: belakang gunung biru tinggi menjulang dan depan menghadap ke timur dengan matahari pagi yang cerah dan hangat serta (setidaknya saat ini) tidak terlalu ramai untuk kegiatan “bisnis”. (Jika cerah, pagi atau sore, silakan nikmati pemandangan indah tersebut).
    Kelima, pintu kecil dari Jln. Sumbersari dibuatkan jalan tembus ke Jln. Veteran untuk warga yang tidak berkepentingan dengan kampus. Harapannya, pintu gerbang kampus untuk pihak yang berkepentingan dalam kampus saja.
    Semoga penjelasan ini bermanfaat. Terima kasih.
    Dawud
    Dekan Fakultas Sastra UM

    agus

    (25 September 2010 - 14:04)

    @michael
    oke makasih atas infonya….
    (agus fis 08)

    michael

    (24 September 2010 - 23:49)

    Hal ini merupakan keputusan senat UM tahun lalu dan dikuatkan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Nomor 0573/KEP/H32/TU/2009 tanggal 1 Oktober tentang Perubahan Alamat Universitas Negeri Malang (UM).

    Hal ini juga sudah pernah dibahas di blog tahun yang lalu, dari sanalah saya mendapat informasi bahwa Gedung Rektorat akan dipindah ke Jalan Semarang (eks. Gedung J FS).

    Saya kurang tahu alasan senat memutuskan hal ini, tapi mungkin senat ingin alamat UM kembali ke alamat IKIP Malang dulu.

    Michael
    (Alumnus FS UM)

    agus

    (24 September 2010 - 17:20)

    pak…maaf sebelumnya..saya mau tanya..Kenapa UM kok ganti alamat???
    seperti yang kita ketahui UM punya 3 gerbang besar yaitu Jl Surabaya,Jl Semarang dan Jl veteran..sebatas pengetahuan saya kemarin UM ganti alamat dari jl Surabaya ke Jl Semarang..saya tidak tahu apa alasan kok bisa ganti alamat..bukankah tidak lebih baik jika jalan utama/alamat utama langsung terlihat gedung rektorat UM yang megah…namun jika tidak mempertimbangkan hal tersebut kalau boleh usul sich kenapa tidak jln veteran saja yang di jadikan alamat utama..yang kondisi awal jalan masuk lebih indah(jika di tata…hehehe..)selain itu jalan veteran juga merupakan jalan besar…
    ini cuma saran dan pendapat saja kok pak…maaf jika da kata2 to ucapan yg kurang berknan…
    terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *