(tidak) PEDULI, HEMAT LISTRIK

Tagihan listrik semakin meningkat, sadar atau tidak kita semua berperan dalam pemanfaatan listrik di dalam kampus kita ini.  Selanjutnya semoga ke depan kita semakin sadar dalam menghemat listrik yang semakin membebani pembiayaan ini dengan mematikan atau mengurangi penyalaan lampu di siang hari.
Berikut beberapa yang sempat terekam:
 

 

  

Semoga bisa berhemat.  Cara termudah adalah dengan memasang sensor otomatis, shg ketika sdh ada sinar maka otomatis lampu akan mati.

Noor Farochi – Kabag UHTB

Post Author: Noor Farochi

5 thoughts on “(tidak) PEDULI, HEMAT LISTRIK

    M. R. Faiz

    (13 Maret 2013 - 13:03)

    UU tentang konservasi energi sudah ada, apalagi instansi pemerintah wajib melaksanakan. Sy sngt setuju di universitas lain sudah banyk yg menggunakan energi terbarukan seperti cell surya. Kapan UM ya?

    Saifudin

    (27 Februari 2013 - 13:52)

    Ya setuju kalo bisa se UM. khususnya untuk lampu yg diluar gedung dikasih sensor pendeteksi gelap terang

    Noor Farochi

    (27 Februari 2013 - 06:41)

    Ke depan kami rencanakan pada setiap unit/lembaga dan fakultas masing-masing akan dipasang alat ukur pemakaian listrik/air, sehingga setiap unit/lembaga dan fakultas diharapkan bisa memantau sendiri pemakaian listrik/air. Dengan demikian akan bisa mengurangi beban universitas yang semakin besar.
    Semoga bisa terealisasi,… aamiin.

    rio

    (21 Februari 2013 - 11:52)

    Betul sekali. Contoh Gedung D7 Fakultas Sastra UM yang sudah menggunakan timer/sensor otomatis. Sehingga tidak perlu mengutak atik saklar lampu.Sayangnya hanya gedung D7 saja yang ada timer/sensor otomatisnya.Mudah mudahan kedepan semua gedung memiliki itu. Maju Fakultas Sastra…Maju Pak Dawud beserta para pegawainya.

    JHON

    (20 Februari 2013 - 10:55)

    halllaaa… sejak kapaann.

Komentar ditutup.