IDE KRS (3): Mahasiswa Harus Aktif Mengisi KRS

Semester II 2010/2011 yang baru saja selesai ini menggunakan prinsip baru yaitu MAHASISWA HARUS AKTIF MENGISI KRS. Mahasiswa tetap dimudahkan dengan menampilkan sajian yang disarankan untuk mahasiswa yang bersangkutan tetapi keputusan mengambil atau tidak ditentukan oleh mahasiswa sendiri. Untuk mengambil matakuliah maka mahasiswa HARUS MENEKAN TOMBOL AMBIL.

Rencananya mahasiswa 2011 akan ikut KRS Online sejak semester pertama, dengan demikian tidak timbul lagi pertanyaan-pertanyaan yang berulang-ulang tentang KRS bagi mahasiswa baru.

Prinsip “mahasiswa harus aktif mengisi KRS” akan mengembalikan “kemandirian” mahasiswa. Selain itu tidak akan menyisakan masalah di belakang hari yaitu usaha menghapus matakuliah yang sebenarnya tidak diperlukan mahasiswa. Cara lama yaitu “sistem posting” (fakultas yang memasukkan) sedapat mungkin tidak dipakai lagi. Cara berpikir “mahasiswa tidak bisa” dan “biar tidak salah” sungguh memandang rendah kemampuan mahasiswa. Beberapa fakultas yaitu FS, FIS, FT, FIK, FE, PPs sama sekali tidak menggunakan “sistem posting”  dan sukses. FIP masih menggunakan sistem posting untuk mahasiswa PGSD dan PAUD, sedangkan FMIPA masih meminta menggunakan  “sistem posting”. Melihat apa yang sudah berjalan, tidak ada masalah jika tidak ada lagi sistem posting di semester depan. Semua kekhususan fakultas dapat ditampung dengan cara mengatur kelas mahasiswa dan sajian kelas serinci mungkin.

Mahasiswa harus AKTIF mengisi KRS melalu internet, berusaha mengikuti TAHAP ANTRI untuk mengantrikan matakuliah yang diinginkan. Mahasiswa harus berusaha mengambil matakuliah yang memang disajikan untuk kelasnya (JATAH), dan berusaha secepat mungkin mengambilnya (URUTAN). Pada tahap antri, matakuliah yang muncul adalah matakuliah yang diinginkan tetapi belum tentu diterima karena masih akan diproses.

Setelah antrian matakuliah diproses, maka mahasiswa harus melihat apakah ada matakuliah yang tidak bisa diikuti karena kapasitas yang terbatas.

Mahasiswa kemudian mengambil matakuliah yang diinginkan pada TAHAP BEBAS. Pada tahap ini tidak ada lagi istilah JATAH dan URUTAN, yang ada adalah siapa cepat dia dapat. Jika matakuliah tampil di KRS berarti mahasiswa sudah terdaftar pada kuliah tersebut.

Ide utama adalah TAHAP ANTRI ( JATAH/NONJATAH, URUTAN), PROSES ANTRIAN, dan TAHAP BEBAS.

.

Malang, 15 Januari 2011

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak)

.

Post Author: Johanis Rampisela

2 thoughts on “IDE KRS (3): Mahasiswa Harus Aktif Mengisi KRS

    rush

    (19 Januari 2011 - 11:42)

    Hanya Usul:
    Sebaiknya aplikasi krs memberikan informasi secara langsung :
    1. apakah matakuliah yg diambil diterima atau tidak. (tidak melalui proses terlebih dahulu)
    2. ditampilkan jumlah kapasitas maximum dan sisa kursi yg tersedia setiap matakuliah yg ditawarkan

    dsatyananda

    (15 Januari 2011 - 16:17)

    Setuju, UM hanya menyediakan fasilitasnya, mahasiswalah yang harus mengeksekusi sendiri.
    Hanya yang perlu diperbaiki dari sistem ini (memperhatikan komen dan situasi yang terjadi) adalah kesiapan hardware, jaringan, koneksi, program/software, dan prosedur. Masih banyak kegagalan sistem, masih ada mahasiswa yang merasa prosedurnya tidak jelas (tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak memperhatikan?) Sosialisasi harus diperbanyak & diperjelas, koneksi stabil, hardware memadai, software yang bisa meminimalisasi kesalahan yang ada, itulah yang harus disiapkan untuk semester berikutnya.
    Selamat untuk kerja kerasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *