IDE: UM Hemat Rp 236,4 juta Melalui Efisiensi E-Payment

Sejak 15 Juni 2010, UM sudah menggunakan pembayaran elektronik (e-Payment) dengan BRI, BNI, dan BTN melalui Finnet. Pembayaran elektronik ini sangat membantu meningkatkan kecepatan dan keakuratan pembayaran biaya kuliah mahasiswa. Layanan tersebut masih dipakai sampai saat ini.

Untuk keperluan tersebut, UM mengeluarkan biaya (termasuk PPN) sebagai berikut.

  • Biaya transaksi Finnet per tahun sekitar Rp 198 juta.
  • Biaya jaringan pribadi virtual (virtual private network) Telkom per tahun sekitar Rp 38,4 juta.
  • Total biaya per tahun sekitar Rp 236,4 juta.

Apakah yang dapat ditingkatkan efisiensinya dalam pembayaran elektronik ini?

  • Lakukan kerja sama e-payment langsung dengan masing-masing bank dengan demikian biaya transaksi menjadi gratis.
  • Buat jaringan pribadi virtual dalam jaringan internet yang ada saat ini.
  • Total biaya per tahun akan menjadi nol rupiah alias GRATIS.

MAMPUKAH?

Teknisi yang ada mampu membuat software dan mampu membangun jaringan pribadi virtual. Salah satu unsur yang tak kalah pentingnya adalah mampu berkomunikasi dengan bank.

BERAPA LAMA?

Waktu yang diperlukan sekitar 2 bulan.

Selamat bekerja.

 

Malang, 12 April 2012

Johanis Rampisela (Dosen FMIPA)

.

Post Author: Johanis Rampisela

4 thoughts on “IDE: UM Hemat Rp 236,4 juta Melalui Efisiensi E-Payment

    Johanis Rampisela

    (25 April 2012 - 08:34)

    @Yth. Pak Djoko Rahardjo,
    Pokja IT melamar Bapak untuk menjadi DALANG (redaksi/penyunting) juga di BERKARYA mengingat tulisan Bapak yang sudah 51 tulisan. Tugas Redaksi di BERKARYA:
    (1) Mengevaluasi tulisan dan menerbitkan tulisan dari kontributor.
    (2) Jika tulisannya sudah lebih dari 5 maka diubah statusnya menjadi penulis.
    (3) Mengedit/menghapus tulisan/komentar yang tidak memenuhi aturan.

    djoko rahardjo

    (25 April 2012 - 07:57)

    Saya salut pada Pak Jo yang selalu memiliki gagasan yang baik untuk kemajuan lembaga. Semoga pejabat-pejabat di UM memiliki ide seperti Pak Jo. Sebab lembaga UM akan segera maju pesat bila para pimpinannya “tidak mlempem” dengan ide yang kreatif dan inovatif.

    Johanis Rampisela

    (25 April 2012 - 07:52)

    @Yth Pak Supriyono,
    Ide ini membutuhkan biaya awal Rp 20 juta dan tidak membutuhkan biaya operasional lagi dalam pelaksanaannya.

    Ide ini sudah masuk dalam rencana kerja Pokja IT yang akan disampaikan ke Rapim UM (kemungkinan pagi ini). Jika disetujui maka akan dikerjakan dalam bulan Mei-Juni 2012. Saat ini kontak dengan pihak bank secara informal sudah dilakukan.

    Pokja IT sudah mulai bekerja untuk mewujudkan hasil lokakarya tanggal 14-15 April 2012 di Hotel Filadelfia Batu, salah satu yang sudah diwujudkan adalah komentar-komentar di BERKARYA dan SUARA KITA sudah tidak menggunakan moderasi.

    Malang, 25 April 2012
    Johanis Rampisela (Anggota Pokja IT)

    Supriyono

    (25 April 2012 - 07:45)

    Yth. Pak Jo.

    Ide Bapak sungguh menarik untuk dipelajari lebih jauh kemungkinan ditindaklanjuti sebagai sebuah kebijakan. Pertanyaan sederhananya, berapa biaya investasi membangun software pendukung sitem aplikasi yang menjanjikan tersebut?
    Tentang komunikasi dan negosiasi dengan pihak terkait kita yakin mampu melakukannya karena pimpinan UM terkenal santun dan komunikatif, serta senantiasa selalu mementingkan kepentingan lembaga di atas kepentingan perorangan. Kita mendambakan UM yang maju dan bermartabat.
    Terima kasih dan semoga.

    Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *