Kepedulian Dosen UM Terhadap Kualitas Air Desa Gadungsari

Desa Gadungsari yang terletak di wilayah kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menggunakan air ledeng yang dikelola oleh pemerintah desa (HIPAM Ardi Tirta) untuk konsumsi air sehari–hari. Pengelolaan air desa Gadungsari masih sangat terbatas, air masih sering mati dan di saat turun hujan air menjadi keruh. Sehingga konsumen menampung air pada tandon terlebih dahulu untuk menjaga ketersediaan air disaat mati. Peduli dengan hal tersebut dua Dosen Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (UM) yakni  Irham Fadlika, S.T., M.T. dan Irawan Dwi Wahyono, S.T., M.Kom. ciptakan Alat Otomatisasi Kontrol Air Ledeng Berdasarkan Debit Dan Jadwal Pengaliran yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM dan juga Kemristekdikti melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

“Diharapkan alat ini dapat menyelesaikan permasalahan di desa Gadungsari khususnya untuk menyediakan air dengan kualitas yang baik sehingga layak konsumsi. Selain itu, alat ini juga dapat menjadi referensi pengelolaan air yang mengalami permasalahan serupa pada daerah-daerah yang lain” ungkap Irawan.

Menurutnya, kegiatan ini perlu dilakukan karena proses pengelolaan air di desa Gadungsari masih menggunakan teknologi konvensional yaitu dengan cara mengambil air dari sumber kemudian disalurkan ke setiap rumah warga. Selain itu, pada saat musim hujan belum dapat ditentukan kadar kelayakan air sebelum dikonsumsi karena masih belum adanya proses filtrasi air.

“Alat kontrol air ledeng ini bertujuan untuk mempermudah proses filtrasi sehingga meningkatan kualitas kejernihan air dan lebih layak untuk dikonsumsi. Sensor jarak dan sensor cahaya yang digunakan, bermanfaat untuk pengisian air berdasarkan debit dan jadwal pengaliran serta proses penjernihan air secara otomatis. Selain itu, efisiensi waktu dan tenaga untuk menguras tandon air maupun bak kamar mandi,” jelas Irham.

Laboratorium Teknik Elektro UM menjadi tempat pembuatan hingga pengujian alat kontrol air ledeng ini. Setelah alat terbukti teruji dengan baik maka dilakukan serah terima dan pemasangan alat di Desa Gadungsari pada tanggal 15 Juli 2018, sekaligus dilakukan evaluasi operasional dan sosialisasi petunjuk penggunaan alat kepada pihak pengelola HIPAM.

 

 

Post Author: Andita Eka Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *