KOBARAN Kreasi Mahasiswa UM Tunjang Peningkatan Literasi Anak

Oleh:

Aftina, Dwi Prastyo Nogroho, dan Krisnawa Adi B.

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Kurangnya bahan bacaan yang ramah untuk anak-anak merupakan salah satu alasan masih rendahnya tingkat literasi anak Indonesia sampai saat ini. Padahal mayoritas anak-anak Indonesia yang berusia 6 tahun ke atas atau sebanding dengan usia sekolah dasar (SD) sudah memiliki kemampuan membaca. Hal itulah yang akhirnya menjadikan tiga mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) yakni Aftina, Dwi Prastyo Nogroho, dan Krisnawa Adi B. tergerak untuk mengembangkan komik pelajaran peribahasa untuk anak-anak yang dinamakan KOBARAN dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH). Mereka dibimbing oleh dosen Sastra Indonesia, Novi Eka Susilowati, M.Pd.

Dipilihnya komik sebagai media pengembangan bahan bacaan karena anak-anak usia SD cenderung lebih menyukai bahan-bahan bacaan yang di dalamnya terdapat banyak gambar dengan warna yang juga tentunya menarik. Alur yang menceritakan suatu peribahasa dalam setiap cerita digunakan untuk memperkenalkan peribahasa kepada anak-anak, kemudian dalam setiap peribahasa juga pasti memiliki pesan moralnya masing-masing, pesan moral tersebutlah yang nantinya akan diambil oleh seluruh anak-anak setelah membaca KOBARAN.

Selain alur yang menggambarkan suatu peribahasa, KOBARAN yang merupakan komik berseri yang mengisahkan tentang persahabatan empat orang anak menamai setiap tokoh cerita dengan nama-nama suku dan etnis di Indonesia, seperti Aga salah satu tokoh dalam komik perwakilan Indonesia bagian tengah yang penamaan tokohnya diambil dari nama subsuku bangsa Bali, Zhu satu-satunya tokoh perempuan dalam KOBARAN yang mewakili etnis Tionghoa, Ekagi salah satu tokoh perwakilan Indonesia bagian timur yang namanya diambil dari nama suku di sekitar dataran tinggi bagian tengah Papua, dan Krui nama tokoh perwakilan Indonesia bagian Barat yang diambil dari nama suku di provinsi Lampung. “Dengan dinamainya tokoh-tokoh cerita seperti itu, kami ingin anak-anak dapat mempelajari kebinekaan sejak kecil,” ujar Aftina, penulis cerita KOBARAN.

Sebagai suatu produk yang sedang dikembangkan, para pengembang KOBARAN memiliki keinginan untuk terus mengembangkan komik tersebut. Selain itu, mereka juga ingin bekerjasama dengan penerbit dan komunitas-komunitas penggerak literasi untuk menyebarluaskan komik sehingga KOBARAN dapat dinikmati oleh seluruh anak-anak Indonesia.

Editor: Arvendo Mahardika

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *