Kondisi UM 55 Tahun

UM berumur 55 tahun pada tanggal 18 Oktober 2009, kondisi UM sebagai berikut.

  • 22.112 mahasiswa
  • 52 guru besar
  • 924 dosen (757 S3/S2 + 167 S1)
  • 758 pegawai (639 adm+29 pustakawan+71 laboran+3 pranata humas+16 arsiparis)
  • 7 fakultas; 1 program pascasarjana; 26 jurusan; 75 program studi
  • 10 Mbps bandwidth Internet
  • Anggaran 2009 = Rp 302 M
  • Alamat baru Jl. Semarang 5 Malang 65145
  • Motto: The Learning University (Universitas Pembelajaran), Berkarya dan Terus Berkarya, Menuju Kemandirian
  • Biaya pendidikan semester pertama = Rp 4,5 – 7,8 juta
  • Biaya pendidikan semester selanjutnya = Rp 550 ribu – 1,550 jut

Malang, 8 November 2009

Johanis Rampisela

Post Author: Johanis Rampisela

6 thoughts on “Kondisi UM 55 Tahun

    Noor Farochi

    (4 Desember 2009 - 09:18)

    @fatma
    Wah ternyata sama Bu Fat, saya juga belum paham.

    fatma

    (25 November 2009 - 13:30)

    Pada usianya ke-55 UM, Bapak Rektor meresmikan label pencitraan UM: The Learning University. Saya mengucapkan selamat, mudah-mudahan peran dan citra UM semakin nyata dan diakui di tingkat nasional, regional dan internasional. Publikasi (buku cetak, spanduk, baliho, stiker) yang terkait dengan kegiatan LUSTRUM XI semuanya diberi label UM: The Learning University. Masyarakat juga kebagian stiker yang dibagikan pada waktu gerak jalan hari Minggu kemarin. Kendaraan saya pun langsung saya tempeli stiker tersebut. Ya banggalah sebagai alumni UM. Namun demikian, saya grogi juga kalau misalnya ditanya apa sih yang dimaksud dengan tulisan di stiker itu. Lebih baik saya berterus terang (daripada menjawab tidak pas) bahwa saya belum faham apa yang dimaksud UM: The Learning University? Saya amati pada setiap terbitan, cara menulisnya terpola baik, sehingga saya yakin maknanya pun juga amat baik. Mohon, jika ada pembaca yang bisa menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti orang awam, saya sangat berterima kasih.
    Salam

    Wasis D. Dwiyogo

    (20 November 2009 - 17:25)

    Tekad berkarya dan terus berkarya merupakan tekad yang harus selalu menjadi gaung warga UM. Sudah saatnya pula untuk tidak sekedar “menjemput bola” bagi inovasi pendidikan dan pembelajaran di tanah air, tetapi berusaha menciptakan bola dan permainannya dan para pemangku pendidikan dan pembelajaran di tanah air untuk menjemput inovasi tersebut. Lembaga pendidikan kita, bahkan lembaga pendidikan tinggi ternama pun belum sensitif terhadap teknologi. Teknologi belum masuk ruang kelas, ruang kelas kita hampir 50 tahun belum banyak berubah, kecuali lantainya sudah pakai keramik. Pembelajaran masih didominasi oleh orang (dosen/guru). E-leaning baru menjadi wacana, belum menjadi bagian penting pembelajaran. Apalagi m-leaning jadi wacana saja juga belum …

    suparno

    (18 November 2009 - 22:59)

    Benar, jumlah 52 guru besar memang didasarkan pada guru besar aktif (belum pensiun, anggota Senat UM) dan tentu tidak termasuk guru besar emiritus.

    Johanis Rampisela

    (17 November 2009 - 08:21)

    @fatma
    Jumlah guru besar yang aktif 52 orang (berdasarkan pidato Rektor pada saat lustrum). Jumlah guru besar yang dihasilkan UM mungkin saja sudah lebih besar dari 89 karena kalau membaca berita pengukuhan Prof. Toto dan Prof. Ipung maka nomor 89 adalah nomor urut berdasarkan SK guru besar. Mungkin saja sudah ada nomor urut yang lebih besar yang belum dikukuhkan. Tks.

    fatma

    (16 November 2009 - 14:08)

    membaca tulisan pak Jo, kondisi UM berumur 55 tahun. Saya cerrmati jumlah guru besar UM di situ ditulis 52 guru besar. Pada saat yang hampir bersamaan UM baru saja mengukuhkan guru besar ke-89. Terdapat selisih angka 37. Tafsiran saya, 52 gubes tersebut adalah yang masih hidup dan belum pensiun. Sehingga sejak lahir tahun 1954 UM telah melahirkan 89 gubes dan pada 18 Oktober 2009 memiliki 52 yang masih aktif (masih hidup dan belum pensiun).
    Apakah benar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *