Mahasiswa KKN UM Mengajak Keluarga Sehat Melalui Budidaya TOGA

Pasuruan. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) di desa Wonokitri, Kec. Tosari, Kab. Pasuruan mengadakan seminar pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di pendopo agung desa Wonokitri (3/7/2018). Seminar ini diadakan untuk mendukung program pemerintah kecamatan Tosari yaitu budidaya TOGA berbasis kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di seluruh desa kecamatan Tosari yang mulai digalakkan mulai Mei 2018. Seminar pengenalan dan pemanfaatan TOGA mengundang Bapak Zainuddin Muntoha, SP selaku penyuluh pertanian Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Tosari sebagai narasumber dan diikuti oleh 104 ibu-ibu PKK desa Wonokitri.

Seminar pengenalan dan pemanfaatan TOGA dilatar belakangi oleh minimnya pengetahuan masyarakat desa Wonokitri terhadap berbagai macam jenis TOGA beserta khasiat dan cara pengolahannya. Minimnya pengetahuan masyarakat desa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: kondisi geografis desa yang mengakibatkan hanya beberapa jenis TOGA yang dapat hidup di desa Wonokitri dan masyarakat yang mulai meninggalkan TOGA sebagai obat dikala sakit. “harapan kami melalui seminar pengenalan dan pemanfaatan TOGA masyarakat dapat mengetahui berbagai jenis TOGA beserta khasiat dan cara pengolahannya, sehingga masyarakat dapat merasakan khasiat TOGA walaupun TOGA tersebut tidak dapat hidup di desa Wonokitri” ujar septian (Kordes Wonokitri).

Dalam seminar ini menjelaskan berbagai macam jenis TOGA lengkap dengan khasiat dan cara pengolahan. “banyak sekali TOGA yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita, hanya saja kita tidak sadar jika tanaman tersebut adalah TOGA bahkan sering kita anggap sebagai tanaman pengganggu di ladang kita. Misalnya ciplukan yang sering kita cabut dan buang dari ladang kentang kita, padahal ciplukan termasuk TOGA yang memiliki kadar vitamin c lebih tinggi dibandingkan jeruk. Perlu diketahui juga harga ciplukan di supermarket  Rp 15.000,00 per 30 buah, ini merupakan prospek yang menjanjikan jika kita mau menanam ciplukan dengan memanfaatkan lahan dipekarangan rumah kita dengan konsep KRPL atau menanam di ladang” ungkap Zainuddin (pembicara).

Ketika dibuka sesi tanya jawab ibu-ibu PKK sangat antusiasme sekali, sebagian besar pertanyaan tentang khasiat TOGA beserta cara pengolahannya. Bahkan salah satu ibu-ibu PKK (Susi) menyatakan bahwa masih bingung dengan khasiat dan cara pengolahan TOGA karena belum adanya seminar seperti ini. Beliau juga mengusulkan untuk setiap rapat rutinan PKK mengundang penyuluh pertanian untuk mensosialisasikan khasiat dan cara pengolahan berbagai macam TOGA dan meminta file power point pengenalan dan pemanfaatan TOGA yang ditayangkan oleh pembicara untuk dipelajari kembali di rumah. Seminar pengenalan dan pemanfaatan TOGA diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Bapak Iksan (Kades Wonokitri) kepada Bapak Zainuddin (pembicara) dan didampingi oleh Septian (Kordes Wonokitri) serta Sofwan (Ketupel).

Penulis: Septian Dwi Pramono Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *