Mahasiswa UM Terapkan Simulasi Beberan Nalapasila

Wantoro Kusuma Manggala (S1 Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan), ikrimatunisa Risqiah (S1 pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan), Meri Dwi Pertiwi (S1 pendidikan geografi) mengadakan kegiatan simulasi beberan Nalapasila di Desa Wonorejo, Situbondo.

Elit desa beserta masyarakat Desa Wonorejo Situbondo mensimulasikan Beberan Nalapasila (Pengenalan Kehidupan Pancasila) pada Minggu 24 Juni 2018 di SDN 1 Wonorejo . Kegiatan simulasi Beberan Nalapasila ini diselenggarakan oleh Tim PKM Woke! UM berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) dan dibuka oleh Kepala Desa Wonorejo Bapak Sumarto Adi. Simulasi Beberan Nalapasila ini merupakan kegiatan yang mengajak masyarakat untuk berdialog dengan cara bermain di papan beberan Nalapasila, dalam kegiatan ini ada yang bertugas sebagai pemain, pemegang peran, fasilitator dan notulen. Simulasi Beberan Nalapasila ini bertema Kolaborasi Elit Desa Dalam Membangun Desa Wisata Berkelanjutan, difasilitatori oleh Dr. Sri Untari, M.Si (Dosen Hukum dan Kewarganegaraan UM) dan Nurul Ratnasari, M.Pd (Dosen Pendidikan IPS UM) sebagai notulen, pemain meliputi bapak Slamet, bapak Sujianto dan ibu Sumiyati sedangkan Pemegang peran Kepala Desa adalah Bapak Suwandi, Pemegang peran kordinator wisata adalah Bapak Dedi, Pemegang Peran tokoh pemuda adalah Bapak agung, Pemegang peran ibu PKK adalah Ibu Sri Sumarto Adi dan bapak Zainal berperan sebagai Ketua BUMDes.

Kegiatan Simulasi Beberan Nalapasila ini diadakan untuk membuka ruang dialog dan pola pikir masyarakat serta menyatukan para elit Desa agar satu visi dan misi dalam mengelola dan mengembangkan Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo yang berkelanjutan.

“Simulasi Beberan Nalapasila ini merupakan salah satu cara dalam menemukan solusi untuk menyamakan pendapat, visi dan misi untuk maju bersama, yang selama ini bukan berseteru antar lembaga, namun hanya berbeda pendapat dan kurang koordinasi sehingga menghambat jalannya Desa Wisata Kebangsaan”, ungkap Slamet Ketua Karang Taruna Desa Wonorejo.

Selain itu melalui kegiatan Simulasi Beberan Nalapasila ini juga mengungkap bahwasannya masayarakat Desa Wonorejo selama ini telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila, namun hanya perlu adanya kesatuan visi misi dalam mengelola potensi keberagaman yang ada dikemas menjadi suatu wisata yang dapat menginspirasi masyarakat.

Seperti yang diungkap oleh Pak Sumarto selaku Kepala Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo,

“ Masyarakat Desa Wonorejo tidak hanya menghayati nilai-nilai Pancasila namun sudah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, namun seringkali masih belum memahami bahwa apa yang sudah dilakukan adalah mengamalakan nilai-nilai Pancasila, oleh karena itu melalui kegiatan Beberan ini dapat membantu masyarakat memahami bahwasannya mereka telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila setiap hari”.

Adapun sasaran dalam program ini ialah elit desa masyarakat desa wisata kebangsaan desa wonorejo kecamatan Banyuputih kabupaten Situbondo. Sejauh ini, program ini telah dipublikasikan dalam beberapa media massa yaitu Malang post, malang today, dan okenews. Ditambah lagi akun media sosial instagram @woke_wonorejoberkebangsaan untuk menelusuri lebih jelas tentang program ini.

Ketua Tim mengutarakan harapan dalam program yang dilaksanakan.

“Oleh karenananya dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa membuka ruang dialog masyarakat, serta dapat dilakukan secara rutin untuk menghimpun berbagai aspirasi dan mengungkap berbagai permasalahan yang ada di Desa Wonorejo guna kemajuan dan pengembangan Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo kedepannya”

 

Penulis: Fierda Nursitasari Amaliya – Internship Humas UM

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *