Membuat Situs Jejaring Sosial Internal di um.ac.id, Mengapa Tidak?

Dewasa ini, kita hidup di era teknologi informasi. Era teknologi Informasi adalah era dimana informasi dapat diakses dan dibagi dengan mudah. Sebagai ilustrasinya, seseorang dengan mudah dapat membagi informasi melalui e-mail, blog dan situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, friendster, dsb.

Universitas Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas Negeri di Indonesia, selayaknya mengikut trend yang berkembang dalam pendistibusian informasi. Untuk itulah, saya mengusulkan kepada pengelola um.ac.id untuk membuat jejaring sosial internal di um.ac.id. Situs jejaring sosial internal bertujuan untuk mempermudah distribusi informasi.

Berdasarkan pengamatan saya, mayoritas mahasiswa di UM mempunyai akun di situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster dsb. Ini adalah sebuah peluang yang harus dimanfaatkan. Trend yang bisa dimanfaatkan untuk pendistribusian informasi.

Dalam situs jejaring sosial di um.ac.id, anggota tentunya dapat membuat dan menerima status, menulis sebuah artikel, membuat forum, mempromosikan bisnis yang sedang di rintis, sosialisai kegiatan mahasiswa dan berbagai macam kegiatan akademik lainnya. Tentunya, tidak ada aplikasi yang kontraproduktif dengan kegiatan akademik.

Implementasi dari jejaring sosial internal um.ac.id dapat digabung dengan siakad.um.ac.id. Untuk log-in di jejaring sosial internal um.ac.id, dapat digunakan NIM (nomor induk mahasiswa). Mungkin pada awalnya, diuji cobakan pada angkatan 2010, baru diberlakukan kepada seluruh mahasiswa aktif UM.

Nama jejaring sosial tersebut bisa bermacam-macam, misal, JUM (jejaring UM), SNUM (Social Networks UM) dan umacid (dari um.ac.id). Bagaimana menurut anda?

Ferril Irham Muzaki

Fakultas Sastra

Universitas Negeri Malang

Post Author: ferril

7 thoughts on “Membuat Situs Jejaring Sosial Internal di um.ac.id, Mengapa Tidak?

    haikal_s2 biologi

    (5 Juli 2010 - 09:01)

    Bisa, pake Buddypress-nya WordPress. Pak Johanis pasti tahu (^,^)

    sitti hadijah

    (27 Juni 2010 - 19:15)

    langkah yang baik meningkatkan wawasan ilmiah dengan pemanfaatan situs.

    sonie

    (24 Juni 2010 - 15:10)

    klo log-in pke NIM, gmn dg para alumni, apakah tidak bs bergabung nantinya?

    ata

    (23 Juni 2010 - 14:58)

    tetap susah kayaknya, saya sependapat dengan mas micahel, kalaupun sampai terealisasi, sangat susah mengganti keberadaan jejaring sosial seperti fb, fs, twitter, foursquare, myspace atau yang lain, apalagi kalau hanya menjadi pengekor, sangat susah bagi pengekor untuk menjadi pilihan pertama.

    ALFAN MUSLIHUDDIN

    (22 Juni 2010 - 22:03)

    kenapa indonesia itu kok mata duitan kalo gak ada duit kok gak berjalan?

    dahlia

    (22 Juni 2010 - 21:47)

    yang penting pemanfaatan situs hrs ilmiah g kayak Aril lo… kalo posiitif ya mangga saja

    michael

    (22 Juni 2010 - 20:59)

    Saya juga sempat memikirkan hal ini saat terjadi “keributan” tentang blokir-memblokir FB. Akan tetapi, permasalahannya apa yang dapat menjadi daya tarik situs jejaring sosial UM ini. Kalau kita meniru-niru yang sudah ada, saya tidak yakin mahasiswa UM akan berpaling dari situs jejaring populer ke situs jejaring sosial UM.

    Salam,
    Michael
    (Alumnus FS UM)

Komentar ditutup.