Meminimalisir Terjadinya Pernikahan Usia Dini, Mahasiswa KKN UM Lakukan Seminar Pentingnya Kesehatan dan Pemahaman Tentang Pernikahan Dini

Wonokitri adalah desa di kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Desa Wonokitri memiliki satu tradisi yang unik yaitu, tradisi pernikahan pada usia dini. Minimnya pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta kurangnya kesadaran akan kesehatan yang akan berdampak pada anak yang menikah pada usia dini adalah hal yang mendasari Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM untuk mengadakan seminar dengan tema “Pentingnya Kesehatan dan Pemahaman Tentang Pernikahan Dini”.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Senin (02/07/2018)  bertempat di pendopo agung desa Wonokitri dengan sasaran para orang tua beserta remaja setempat. Mereka sangat antusias dengan adanya kegiatan seminar ini, dilihat dari banyaknya tamu undangan yang hadir. Pada saat sesi tanya jawab, kebanyakan dari mereka menanyakan kepada pemateri yakni Bapak Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Biologi Universitas Negeri Malang tentang dampak apa saja yang akan di dapat jika anak yang masih belia tapi sudah menikah menggunakan alat kontrasepsi.

Bapak Iksan selaku Kepala Desa mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

“saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga nantinya masayarakat desa Wonokitri semakin paham bahwa pendidikan sangatlah penting dan pernikahan pada usia dini lebih  banyak mengakibatkan dampak negatif daripada dampak positifnya,” ujarnya.

Menurut Bapak Jalali selaku kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Tosari, program kerja yang kita laksanakan memang dibutuhkan , melihat kondisi maraknya pernikahan di usia dini pada masyarakat desa Wonokitri.

Rahel Aprilia, ketua pelaksana program berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan terhadap tradisi  pernikahan dini di Desa Wonokitri dan juga dapat membawa dampak yang positif kepada masyarakat setempat dengan berubahnya pola pikir mereka sehingga angka pernikahan pada usia dini menurun secara perlahan.

 

Penulis: Rahel Aprilia – Mahasiswi KKN Wonokitri UM 2018

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *