MERANG STICKEN (Mesin Perajang Stick Kentang), Pemberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah di Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

Tim Mahasiswa UM yang terdiri atas Andi Hartanto (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014) sebagai ketua tim, Ahmad Syafi’i (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014) beserta anggotanya Firman Ardyansyah (S1 Teknik Elektro 2017), Imam Muhtarom (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014), dan Rahadiyan Haris Firmansyah (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2017) berhasil menciptakan sebuah mesin perajang stik kentang. Alat yang diberi MERANG STICKEN ini merupakan teknologi tepat guna yang inovatif, efisien, dan praktis untuk meningkatkan volume produksi dari stick kentang. Proses pemotongan stick dilakukan dengan sistem pneumatik dimana untuk hasil pemotongan sendiri terlihat sama dan rapi. Mesin ini juga dapat dikategorikan sebagai mesin TTG atau teknologi tepat guna (appropriate technology) dengan kemampuan kapasitas produksi dari mesin sebesar 100 kg/jam, lebih unggul dari perajang kentang pada umumnya. Teknologi dari MERANG STICKEN menggunakan dua alat yang terpisah yaitu alat pemotong dan pendeteksi yang dilengkapi komponen elektronik untuk mengetahui volume kentang yang dipotong. Sistem perajang menggunakan sensor proximity dimana fungsi dari sensor tersebut untuk mendeteksi kentang yang jatuh kedalam bak pemotong. Sensor proximity tersebut mengirim informasi ke mikrokontroler sehingga semua kontrol dan input dari semua mesin berada di mesin perajang stick tersebut. Adapun sasaran dari produk ini ialah para pengusaha kecil atau menengah stick kentang  guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Saptorenggo, Pakis.

Tim MERANG STICKEN menuturkan harapannya terhadap produk yang diciptakan.

“Berharap dengan adanya alat ini mampu meningkatkan tingkat produktifitas dari proses produksi maupun dapat meminimalisir biaya dari operasional pengusaha stick kentang yang salah satunya ada di Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Selain itu juga sebagai upaya dalam menghemat tenaga dan waktu (peningkatan efisiensi kerja) karena peralatan ini memiliki sistem perajang otomatis”

 

Penulis: Fierda Nursitasari Amaliya – Internship Humas UM

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *