Ngabuburit Asyik di Jalan Surabaya

Malang. Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) pasti sudah tidak asing dengan Jalan Surabaya. Pada bulan Ramadhan ini banyak terdapat pedagang kaki lima yang mencari rejeki disepanjang jalan tersebut. Para pedagang kaki lima tersebut sudah bersiap-siap menjajakan dagangannya mulai dari jam 1 siang . Para pedagang sudah terlihat mempersiapkan lapak dagangan nya.

Pada pukul 15.00 WIB pedagang kaki lima yang ada di Jl. Surabaya semakin banyak dan memadati bagian bahu jalan bahkan trotoar yang digunakan untuk pejalan kaki. Kurang lebih terdapat 150 pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan Surabaya. Pedagang kaki lima menjual berbagai jenis makanan dan minuman seperti gorengan, kolak, buah-buahan , minuman gelas, es teh, kebab dan masih banyak lagi. hal ini menjadi pemandangan unik di jalan karena Jalan menjadi padat dan terdapat banyak orang yang ingin berburu takjil serta makanan untuk berbuka puasa.

Ngabuburit adalah hal yang paling ditunggu-tunggu saat Ramadhan tiba. Bukan hanya untuk menghabiskan waktu untuk menunggu adzan maghrib berkumandang tetapi juga untuk menghabiskan waktu dengan teman maupun keluarga. Berburu makanan sudah menjadi tradisi di bulan Ramadan untuk mewarnai kegiatan berbuka puasa dengan teman maupun keluarga. Maka tidak jarang sebagian orang menyempatkan untuk ngabuburit. Salah satu tempat ngabuburit yang unik di daerah Malang yaitu di Jl Surabaya dekat dengan gerbang masuk UM sebelah selatan.

Keseruan ngabuburit di  Jalan Surabaya dapat kita rasakan ketika menjelang adzan maghrib berkumandang karena kita dapat berjalan jalan serta memilih apa saja makanan dan minuman yang ingin kita santap saat berbuka puasa. Berjalan di Jalan Surabaya juga dapat memanjakan mata karena kita dapat melihat gedung UM dari jalan raya menjelang magrib. Hal ini adalah pemandangan yang langka yang hanya terjadi pada saat bulan Ramadan.

Seperti halnya dua sisi mata uang pastilah ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan, pedagang kaki lima mendapatkan keuntungan dari dagangan yang diperjualbelikan serta kita dapat menikmati saat- saat menanti adzan maghrib dengan berburu makanan dan minuman yang kita suka, akan tetapi di sisi lain banyak orang yang terjebak macet di sekitar Jalan tersebut,hal ini membuat Jalan Surabaya tersebut menjadi padat dan ramai sehingga rawan terjadi kecelakaan. Diharapkan kita tetap berhati-hati Ketika menghabiskan waktu untuk menunggu adzan maghrib.

Penulis: Adinda Nur Melati

Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *