Pengen Lihat Mereka Nyapu

Saat ini, Indonesia mengalami kemerosotan moral. Salah satu buktinya adalah banyaknya kasus pejabat pemerintah melakukan aksi tindak korupsi. Padahal mereka adalah orang-orang yang dipercaya masyarakat untuk mengemban amanat yaitu mengatur segala urusan negara. Namun, justru yang dilakukan adalah sebaliknya. Mereka menyalahgunakan kepercayaan yang didapat. Dengan melakukan aksi penyelewengan uang rakyat adalah bukti kuat penyalahgunaan kepercayaan. Selanjutnya pejabat yang seperti itu disebut koruptor.
Selama ini, hukuman yang diberikan untuk pelaku korupsi adalah hukuman kurungan dan denda. Namun, hukuman tersebut tidak memberi efek jera sehingga jumlah koruptor tetap meningkat. Karena pejabat yang dulunya tidak melakukan aksi korupsi, kini ikut untuk melakukan korupsi. Hal ini juga dipicu dari pandangan mereka bahwa hukum di Indonesia sangat lemah. Buktinya, ada salah satu koruptor yang hanya menjalankan 2/3 masa tahanan kemudian bebas bersyarat. Oleh karena itu dibutuhkan solusi hukuman yang dapat memberikan efek jera dan mengurangi jumlah korupsi. Misalnya, selama proses hukuman berjalan, koruptor disuruh untuk membantu tugas kebersihan membersihkan jalan-jalan dan membuang sampah. Hukuman tato juga dapat dijadikan solusi hukuman kreatif. Dengan demikian, koruptor tidak hanya mendapatkan hukuman secara hukum negara namun mereka dapat merasakan nasib rakyat yang uangnya mereka manfaatkan secara pribadi.
Emy Zuroidah
Mahasiswa Fakultas Sastra

Post Author: Emy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *