SEMINAR NASIOANAL PENDIDIKAN BERKARAKTER

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, SEMINAR NASIONAL, SEMINAR PENDIDIKAN BERKARAKTER, PENDIDIKAN BERKARAKTER, SEMINAR NASIONAL 2012

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN – IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI EMAS BANGSA DEMI MENYONGSONG INDONESIA YANG LEBIH BAIK DAN RAHMATAN LIL ALAMIN

Berbagai Seminar Pendidikan telah diselenggarakan, namun belum ada wujud perbaikan yang nyata yang kita rasakan. Permasalahan yang dipecahkan hanya masalah masalah yang bersifat parsial,, belumlah menyentuh akar permasalahnya,,

========

Berangkat dari kondisi tersebut, sedikitnya 26 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Yogyakarta akan menggelar Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan 2012.

“Pendidikan itu seharusnya memanusiakan manusia. Kalau sistem pendidikan kita bisa konsisten menerapkan pendidikan yang, naturalistik, dan spiritualistik, yang holistik dan tidak sepotong-sepotong pasti akan menghasilkan manusia Indonesia yang berkarakter,” kata Kunjana (ketua Kongres Pendidikan tsb), Jumat (4/5/2012) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Di tempat yang sama, Prof Sutaryo selaku ketua panitia pengarah mengatakan bahwa kongres ini bermula dari keprihatinan para pendidik di Yogyakarta, yang melihat bahwa dunia pendidikan di Indonesia telah kehilangan arah.

==========

Maka kami selaku Mahasiswa Universitas Negeri Malang, yang Notabene adalah Kampus Pendidikan “The Learning Universitsy” ingin memberikan kontribusi serupa dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia.

JADILAH SAKSI pemaparan solusi MENDASAR Problematika Pendidikan di Negeri ini oleh Para Pakar PENDIDIKAN NASIONAL agar tercipta generasi EMAS indoneia yang Unggul dan Rahmatan Lil Alamin.

Menghadirkan Para Pakar Pendidikan:
——————–
1. Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd
*/ Ketua TIM Sertifikasi DIRJEN DIKTI (2007 – 2010)
*/ Tim Penyusun Naskah Akademik Sertifikasi Kompetensi Guru
*/ Penatar Tingkat Nasional Pengelolaan Jurnal, Artikel Ilmiah, dan

Model Pembelajaran Indonesia (2007 – Sekarang)
*/ Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia ) Malang Raya (2007 – Sekarang)

2. Prof. Drs. H. Suhadi Ibnu, M.A.m Ph.D
*/ Anggota TIM Pengembang Jurnal dan Berkala UM
*/ Penyunting pelaksana Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
*/ TIM Asessor Pendidikan Prodi Baru DIKTI
*/ Penyunting Ahli Beberapa Jurnal Kependidikan

3. Dr. Ir. M.R. Kurnia, M.Si
*/ Dosen IPB
*/ Lembaga Penelitian IPB
*/ Pengamat Pendidikan Nasional

dengan Moderator
1. Purnami, S.T., M.T.
*/ Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Beliau, para pakar pendidikan di indonesia akan mencari rumusan solusi terbaik untuk pendidikan di Indonesia saat ini dan yang akan datang.

Fasilitas
———
1. Seminar KIT
2. Sertifikat
3. Konsumsi
4. Stiker
5. Modul Materi yang Luar Biasa

Waktu Pelaksanaan:
——————
14 Oktober 2012
08.00 s/d 12.00
Aula Utama Gedung GKB Gedung D2
Fakultas Ilmu Pendidikan UM

Harga Masuk
—————–
Mahasiswa UM              : 60 RIbu
Mahasiswa non UM     : 80 Ribu
Umum                               : 100 Ribu

DISKON 50% SEBELUM TANGGAL 10 OKTOBER

Pendaftaran bisa dilakukan di
1. Sekretariat BEM FT UM
2. Sekretariat Karisma FMIPA UM
3. Sekretariat BDM Al Hikmah UM

atau melalui pembayaran di Rekening
Bank BRI a.n.     : YUWANDA HARTONO
NO REK.             : 6162-01-000359-53-2 *)

*) Struk pembayaran harap dibawa ketika acara

Seminar ini kami sangat rekomendasikan bagi :
1. Civitas akademika kampus
2. Para LSM Pendidikan
3. Para Pengajar (Guru/Dosen/dll)
4. Dan Semua elemen masyarakat yang menginginkan Pendidikan Indonesia Menjadi Lebih Baik.

 

DAFTAR SEKARANG JUGA. KUOTA TERBATAS.

Jadilah saksi PEMAPARAN SOLUSI PENDIDIKAN NASIONAL oleh PARA AHLI.

Informasi Lebih Lanjut
Hub. Call Center SEMNAS PENDIDIKAN kami,

083 834 223 214    (CAHYA)
085 233 026 244    (ABIED)
085 649 952 031    (AFAN)
089 739 902 87    (LAILATUL)

Belajar dari Film Asing

Dari: Koran Surya, Warteg

Ferril Irham Muzaki

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang
ferril_im@yahoo.com

Salah satu tantangan pendidikan ke depan adalah menanamkan karakter dalam kehidupan siswa sehari-hari. Oleh kemendikbud, selaku otoritas tertinggi pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter adalah suatu kewajiban yang harus masuk ke dalam proses belajar mengajar. Masalah yang timbul, sebagai guru bahasa Inggris adalah menanamkan karakter yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia namun tetap mengajarkan bahasa Inggris di dalamnya. Untuk itulah, dalam tulisan ini, penulis mencoba membagi pengalaman mengajarkan pendidikan karakter saat praktik mengajar di SMP Negeri 8 Malang, menggunakan media film berbahasa Inggris.

Langkah pertama, penulis mencoba menyeleksi film-film baru yang memiliki pesan moral kuat. Setelah menyeleksi sekian banyak film, penulis memutuskan untuk memakai film The Last Song, yang diadaptasi dari novel karya Nicholas Spark, dibuat tahun 2010. Alasan pertama, film itu mengangkat tema cinta kasih antara seorang ayah dengan putrinya.

The Last Song dibuka dengan pertentangan karakter Ronney, gadis remaja yang membenci ayahnya karena merasa tidak dipedulikan akibat perceraian kedua orangtuanya. Oleh ibunya, Ronney dipaksa untuk tinggal dengan ayahnya. Di sinilah konflik antara ayah dan anak tersebut terbangun. Di balik konflik yang ada, sebuah rahasia diselipkan. Yakni, ayah Ronney ternyata menyimpan rahasia besar, ia mengidap kanker paru dan dokter memvonis hidupnya tak lebih lama dari tiga bulan. Tak ayal, Ronney pun mulai belajar untuk mencintai ayahnya dengan menyelesaikan lagu terakhir yang ditulis untuk gereja ayahnya.

Alasan kedua, film ini mengajarkan cinta kasih pada hewan. Veronica Miller -nama panjang Ronney- adalah sosok pencinta binatang. Ia terlihat telaten menjaga penyu-penyu hingga tidur larut malam. Selama ini penyu dikenal sebagai satwa langka yang rawan punah. Selain itu, komoditas telur penyu memiliki nilai lebih, baik bagi penjahat lingkungan maupun bagi hewan-hewan pemangsa lainnya. Ronney diceritakan mampu menjaga penyu-penyu itu walaupun harus tidur di luar rumah. Aktivitas Ronney menunggu telur-telur penyu dibantu Will, sahabatnya.

Alasan terakhir, film ini mengajarkan makna kejujuran. Dalam salah satu skene digambarkan Steve Miller, ayah Ronney dituduh sebagai pelaku pembakaran gereja karena ceroboh menempatkan lilin. Di akhir cerita Will mengambil risiko dengan mengakui bahwa dialah yang bersalah karena bermain petasan di dekat gereja bersama teman-temannya. Walaupun karena pengakuannya Will harus kehilangan sahabatnya, Ronney yang marah karena ulah Will, ayahnya yang dipersalahkan warga. Adegan yang sama mengajarkan hakikat memaafkan karena Steve memaafkan ulah Will dan teman-temannya, serta meminta mereka untuk tetap diam dan tidak membesar-besarkan masalah tersebut.

Makna cinta kasih seorang ayah adalah lakon utama dalam cerita ini. Di akhir cerita ada kalimat yang cukup indah, sebagai nasihat seorang ayah kepada putrinya yang menginjak remaja. Kalau diterjemahkan sesuai dengan pendidikan karakater, cinta itu bersifat rapuh dan yang bisa kita lakukan adalah terus menerus menjaganya dan belajar dari kesalahan di masa lampau.

 

Link

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.