Telah Lahir Studi Keislaman di Masjid Al-Hikmah UM

Harapan untuk memperoleh ilmu yang mengkaji ayat-ayat kauniah di dalam Al-Qur’an mulai terwujud. Kemarin, hari Selasa tanggal 31 Januari 2012, setelah sholat Dzuhur di Masjid Al-Hikmah UM telah dibahas topik “Kajian Larangan atau Pengharaman Memakan Daging Babi dari Perspektif Biologi” yang disajikan oleh Dr. Moh. Amin, M.Si, Dosen Jurusan Biologi FMIPA UM.

Sungguh bahagia hati saya karena selama 36 (tiga puluh enam tahun) tahun menanti hadirnya “kajian ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an” di IKIP Malang/UM, dan baru terwujud kemarin.

Tahun 1974–1977, setiap Minggu pagi, saya mengaji di Gedung Auditorium IKIP Malang (sekarang Sasana Budaya) berharap Para Dosen IKIP Malang bersedia memberikan ilmunya, yakni gabungan antara Ayat Al-Qur’an dan Hadist Soheh dengan disiplin ilmu yang ditekuninya.

Semoga pada kajian berikutnya Bapak-bapak Dosen dari disiplin ilmu: Kimia, Fisika, Matematika, Geografi, Ekonomi, Teknik dan lain-lain bersedia dengan ikhlas memberikan ilmunya. Terima kasih.

Malang, 1 Februari 2012
Djoko Rahardjo, Staf Subag Sardik BAAKPSI UM

Post Author: Djoko Rahardjo

6 thoughts on “Telah Lahir Studi Keislaman di Masjid Al-Hikmah UM

    Doddy

    (28 Februari 2012 - 09:17)

    Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah, SELAMAT. Mohon materi kajian bisa di akses online, sehingga kami bisa mengikuti dari jauh.
    TAPI, TITIP Pertanyaan ya pak. Soalnya Akses langsung ke AlHikmah sulit.
    Hari Minggu tgl 26 Peb 2012, teman saya yang bernama M. Hajali (Guru SMAN 1 Ngantang dan alumni BK IKIP Malang) mencoba meletakkan KOMPAS di MAsjid AL-Hikmah – UM. Ternyata arah kiblat sekarang TEPAT KE ARAH BARAT. Padahal dulu ketika kami sering ke Al-Hikmah, arahnya agak serong (sktr. 20 derjt) ke utara. Dari mana pihak MAsjid memakai patokan Kiblat yang sekarang? Apa benar menurut perhitungan Astrnmi dan Falakh?

    MOHON SEGERA DITANGGAPI INI SANGAT PENTING BAGI KAMI YANG SERING SINGGAH KE UNM.

    Terimakasih.
    Wassalamu alaikum Wr. Wb,

    Doddy N (Guru SMAN 1 Ngantang Kab. Malang

    djoko rahardjo

    (10 Februari 2012 - 13:01)

    Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya sudah berbicara dengan Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M.(ekonomi), Dr. Fatchurrohman, M.Pd (biologi)dan Dr. Markus Diantoro, M.Si (fisika)bahwa beliau bersedia memberikan pengajian tentang ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan disiplin ilmu masing-masing. Secara khusus, pengajian yang berkaitan dengan ayat-ayat kauniyah diselenggarakan setiap hari “Selasa ke-3” setelah sholat Dzuhur selama kurang lebih 1 (satu) jam. Disamping itu, setiap hari setelah sholat Dzuhu ada kuliah sepuluh menit (kulsum).

    Kami berharap Bapak-bapak dosen UM yang lainnya segera bergabung di Masjid Al-Hikmah untuk mengamalkan ilmunya.

    Noor Farochi

    (7 Februari 2012 - 08:11)

    Lho kok ada iklan lowongan guru masuk di sini ? gak pas dg tulisan P.Djoko

    Moch Syahri

    (6 Februari 2012 - 07:48)

    Pada batasan tertentu, Ide pak Djoko sangat bermanfaat, mencoba menghubungkan kebenaran Al Quran dengan ilmu pengetahuan. memang, banyak sekali di dalam Alquran tentang ajakan untuk memikirkan alam raya sebagai ciptaan Allah. Tetapi, mengutip pandangan Qurash Syihab dalam “Membumikan Al Quran” Kita harus berhati-hati jika menguji kandungan kebenaran Al Quran dengan ilmu pengetahuan, sebab sifat kebenaran ilmu (ilmiah) sangat relatif. artinya, kebenaran ilmiah di akui selama tidak ada temuan yang membantahnya. saya ingat pengajian didesa, ketika Pak Kyai menerangkan larangan wanita memiliki suami lebih dari satu. dengan lantang Pak Kyai mengatakan ” kalau wanita memiliki suami lebih dari satu, maka akan kesulitan menentukan Bapak anak yang di lahirkan” ternyata, sekarang dengan perkembangan ilmu rekayasa genetika, maka akan dengan mudah menentukan status seorang anak. Walla hu….

    djoko rahardjo

    (3 Februari 2012 - 08:59)

    Trima kasih Pak Dawud atas dukungannya. Saya beberapa kali berbincang-bincang dengan para pakar UM tentang ayat-ayat “kauniyah” yang ada dalam Al-Qur’an antara lain: Prof. Effendy, Ph.D. (kimia), Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si (matematika), Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si (fisika), Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd (geografi,) dengan harapan beliau-beliau “bersedia” menggabungkan ilmunya untuk didakwahkan. Saya juga berharap pada Prof. Dr. Bambang Banu Siswoyo, M.M. (ekonomi) untuk bersedia “mengkaji” ekonomi syariah. Semoga para pakar yang lainnya juga segera bergabung di Masjid Al-Hikmah UM. Terima kasih.

    dawud

    (3 Februari 2012 - 06:06)

    Salut usul Pak Joko. Dengan begitu, kita bisa memperoleh pemahaman yang komprehensif. Tidak seperti sekarang, misalnya,
    (1) qalbun dimakna ‘hati yakni liver yang dapat merasakan’; padahal fungsi liver semata-mata fisiologis/biologis, tidak ada fungsi psikologis;
    (2) “melihat bulan” untuk menentukan 1 Ramadlan dan 1 Syawal saja masih eker-ekeran; padahal bangsa lain sejak tahun 60-an sudah mendarat di bulan dan sampai sekarang sudah banyak upaya eksplorasi ciptaan Allah di jagad raya;
    (3) banyaknya cerita-certa mitos, legenda, dan Israilliati dalam sebagaian ajaran Islam yang disampaikan oleh sebagian mubaligh kita.

Komentar ditutup.