WESA PRACAYA: Inovasi Perangkat Timbangan Digital Terintegrasi pada Neraca Konvensional

Wesa Pracaya adalah inovasi perangkat timbangan digital yang terintegrasi dengan neraca konvensional dengan 4 fungsi sekaligus. WESA PRACAYA berasal dari Bahasa sansekerta. WESA bermakna pedagang sedangkan PRACAYA bermakna percaya, sehingga WESA PRACAYA adalah pedagang percaya. Perangkat ini diciptakan oleh  Tsania Nur Diyana (mahasiswi jurusan fisika), M. Khoirul Rifai (mahasiswa jurusan Fisika), M. Khoirul Rifai Dwi Arini Mufarrichah (mahasiswa jurusan teknik elektro), dan dibimbing oleh bapak Nugroho Adi Pramono, S.Si., M.Si.

Tsania Nur Diyana, ketua tim mengharapkan inovasi tersebut menjadi salahsatu media untuk meningkatkan kepercayaan pembeli kepada penjual (pedagang), karena diakui atau tidak, dalam jual beli kepercayaan antara penjual dan pembeli menjadi salahsatu aspek penentu keberhasilan berjualbeli.

“Perangkat ini menjadi salahsatu perangkat yang bisa membantu dinas pasar untuk melakukan proses kalibrasi ulang neraca konvensional dan bisa digunakan kapan saja” tutur mahasiswi yang akrab disapa Tsania itu.

“Selain untuk dinas Pasar, perangkat ini juga bisa dimiliki oleh pedagang sehingga setiap saat jika ingin melakukan konfirmasi massa timbangan atau ingin menera ulang, bisa langsung menggunakan WESA PRACAYA” tambah mahasiswi jurusan fisika itu.

Perangkat timbangan tersebut didesain fleksibel dan diintegrasikan pada neraca konvensional. Keunggulan dari perangkat timbangan ini adalah memiliki 4 fungsi sekaligus dalam 1 perangkat alat. Diantaranya adalah sebagai timbangan digital biasa, sebagai alat konfirmasi kebenaran hasil timbangan, sebagai pembanding hasil timbangan, serta sebagai penera ulang.

Selain memiliki keunggulan yaitu 4 fungsi dalam satu kesatuan perangkat, WESA PRACAYA juga menjadi sebuah media evaluasi untuk meningkatkan kejujuran pedangan. Sehingga akan terwujud sistem perdangan yang adil, jujur dan anti korupsi.

Dalam penuturannya, Tsania menuturkan bahwa sasaran perangkat ini adalah untuk Dinas Pasar sebagai salahsatu perangkat yang dapat membantu proses tera ulang, dan penjual atau pembeli untuk mengetahui ketepatan/kebenaran dari massa timbangan.

“kami berharap produk ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan menambah khazanah keilmuan maupu inovasi teknologi di Indonesia khususnya” ucap Tsania ketika ditanya harapan untuk perangkat tersebut.

Dalam mempublikasikan perangkat ini, Tsania mengatakan sudah mempublikasikan di halo Malang dan sedang submit citicen reporter di harian Surya. “Media sosial berupa website, wesapracara.com yang masih dalam proses perbaikan” tambah Tsania.

Penulis: Muhammad Nurrizal Zabawi – Internship Humas UM

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *