WING AIR JURUSAN MALANG DENPASAR

WING AIR JURUSAN MALANG DENPASAR

Oleh: Djoko Rahardjo*)

Langgat  agit saleb Mei 2011, jam agit kurang amil saleb menit wib., Tawasep Wing Air ladub tekok Arandab Abdul Rahman Saleh Ngalam ngawab penumpang napaled hulup genaro. Tawasep’e urab/ranya duweke perusahaan Lion Air, kanyup mesin ngilab-ngilab aud. Miber kane. Mudune yo kane. Pramugarine kulite hitup nggawe ujab abang, stoking ireng, utapes ireng. Kera kodew’e sinam komes semlohe. Saking asyik’e tahil pramugarine sing enes, ayas  meh ilal karo ojobku sing  lungguh nok iringan.

Oket nok Arandab Ngurah Rai Denpasar jam tapme kurang amil saleb wib. karo tahes. Raulek tekok arandab numpak libom iskat nang hamur kos kanaku nok Denpasar Selatan.  Nok hamur kos’e kana, ayas nyritakno numpak tawasep ngawab “oges sungkub” koyok genaro osed, hahaha….“Kadit niam ebesku iki, mestine nakam  itor ngombene Coca Cola, cek koyok sirut sing kanyab ojir’e!“, jare kanaku. Kadang lek ngenem-ngenem dirikip ayas kudu ngguyu ewed.

Karep ayas pas ngalup nang Ngalam langgat pitulas Mei numpak Wing Air henem tapi sicrak’e wis sibun. Nayamul regane sicrak’e, tapme sutar rolas ubir rupiah. Lek rikip-rikip ladup-ngalup aud genaro numpak Wing Air karo libom iskat  ladub-ngalup ngemblasno ojir  aud juta rupiah. Yo… sik kane rudit karo nakam nok hamur kos‘e kana. Ayas kadit igur nok Ilab amil irah nyewo hadepes rontom sedinone agit hulup amil ubir rupiah. Kanaku ngawab hadepes’e ewed. Ayas goncengan karo ojob.

Amil irah ayas klobosan nang Denpasar, sing paling ngenes suda nang tual Asun Aud. Kanyab sirut oket tekok Eropa, Akirema karo sirut lokal. Lek sirut Eropa karo Akirema ngenes sanapan/caring supoyo kulite idad gosong. Genaro-genaro wanyik  anggab utowo remap nang nawak karo arodos’e lek tekan Indonesia. Sebab sing osi ongul nang Indonesia mek genaro sing ayak /kanyab ojire.

Ayas ukut permen Ricola Elderflowers made in Swiss, cek koyok sirut elub, terus langsung bablas nang  hamur kos’e Ebes Made Suwitra, nawak ayas sing biyen idrek nok Kemahasiswaan BAAKPSI UM, saiki genarone wis pindah nok Universitas Udayana Ilab. Ngalup tekok hamur kos’e nawak tahil langit onok  tawasep, ayas mbayangno numpak Tawasep Wing Air ongul nang Swiss sing kanyab nadu ujlas hitup (white snow). Saking asyike tahil tawasep, likis ayas ngicak yellow snow (ujlas nginuk) alias keat rikik. Hahaha….

 

Terjemahan

 

WING AIR JURUSAN MALANG DENPASAR

 

Tanggal tiga belas Mei 2011, jam tiga kurang lima belas menit wib., Pesawat Wing Air berangkat dari Bandara Abdul Rahman Saleh Malang membawa penumpang delapan puluh orang. Pesawatnya baru milik Perusahaan Lion Air, memiliki mesin baling-baling dua. Naik enak. Turunnya juga enak. Pramugarinya berkulit putih memakai baju merah, stoking hitam, sepatu hitam. Ceweknya manis dan seksi. Saking asyiknya melihat pramugarinya yang cantik, saya hampir lupa dengan istriku yang duduk di sebelah.

Datang di Bandara Ngurah Rai jam empat kurang lima belas menit wib. dengan selamat. Keluar dari bandara naik mobil taksi ke rumah kos anak saya di Denpasar Selatan. Di rumah kos anak, saya bercerita naik pesawat membawa nasi bungkus seperti orang desa, hahaha…“Tidak main/tidak elok Bapakku ini, mestinya makan roti minumnya Coca Cola, biar seperti turis yang banyak uangnya!“, kata anak saya. Kadang bila diam-diam dipikir, saya tertawa sendiri.

Keinginan saya ketika pulang ke Malang tanggal tujuh belas Mei naik Wing Air lagi tetapi karcis/tiketnya sudah habis. Lumayan harga tiketnya, empat ratus duabelas ribu rupiah. Bila dipikir-pikir pergi-pulang dua orang  naik Wing Air  dan mobil taksi pergi-pulang menghabiskan uang dua juta rupiah. Ya… masih enak tidur dan makan di rumah kosnya anak. Saya tidak rugi di Bali lima hari menyewa sepeda motor sehari tiga puluh lima ribu rupiah. Anak saya membawa sepeda sendiri. Saya berboncengan dengan isteri.

Lima hari saya mengembara ke Denpasar, yang paling menyenangkan mandi di laut/di pantai Nusa Dua. Banyak turis datang dari Eropa, Amerika dan lokal/nusantara. Bila turis Eropa dan Amerika senang berjemur supaya kulitnya menjadi gosong/hitam. Orang-orang ini bangga atau pamer kepada kawan dan saudaranya bila dari Indonesia. Sebab yang bisa/dapat pergi ke Indonesia hanya orang yang kaya/banyak uangnya.

Saya membeli permen Ricola Elderflowers buatan Swiss, ya seperti turis bule, terus langsung pergi ke rumah kosnya Bapak Made Suwitra, kawan saya yang dahulu bekerja di Kemahasiswaan BAAKPSI UM, sekarang orangnya pindah ke Universitas Udayana Bali. Pulang dari rumah kos kawan melihat langit ada pesawat, saya membayangkan naik Pesawat Wing Air pergi ke Swiss yang banyak hujan salju putih (white snow). Saking asyiknya melihat  pesawat, kaki saya menginjak salju kuning alias tahi anjing. Hahaha….

 

*) Staf Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

Post Author: Djoko Rahardjo

10 thoughts on “WING AIR JURUSAN MALANG DENPASAR

    Sepatu Online

    (20 Januari 2012 - 23:58)

    Agustin Prasetyawati

    (28 Mei 2011 - 18:39)

    mf saya mau lapor kalo’ data yang ada di siakad saya tu ada yang keliru. kl mau memperbarui data, konfirmasix kemana ya????
    jenis kelamin saya yang benar perempuan, tp di siakad saya ditulis laki-laki.
    ini NIM sya 100211404896 atas nama AGUSTIN PRASETYAWATI

    erie

    (25 Mei 2011 - 09:44)

    Saya kok jadi “curiga”. Jangan-jangan bapak-bapak ini sudah menjadi “sales promotion” bagi perusahaan Wing Air atau Lion Air, hahaha…. Ini guyonan lho pak, jang diambil hati.

    robby alexsander

    (25 Mei 2011 - 09:17)

    Yth. Ebes Giono/Ebes Okodj

    Harga tiket Pesawat Wing Air jurusan Malang-Denpasar pada hari biasa bukan “week end” atau “hari libur/liburan sekolah” kalau tidak keliru sekitar Rp380.000,00 (tiga ratus delapan puluh ribu rupiah).

    djoko rahardjo

    (20 Mei 2011 - 13:43)

    Terima kasih kepada Yth.:

    Ibu Erie, saya mendapat oleh-oleh “tahes tamales” (sehat selamat)tetapi kalau sempat ke kantor, saya belikan kue rondo royal (tape goreng) dan semar mendem, begitu lho!

    Sam Robby, kalau di jalan raya Kota Bali itu relatif tidak ada “yellow snow” atau “young stone” tetapi kalau di lorong atau gang kecil terkadang ada “watu enom” hahaha…

    Sam Dwi Mulyono, sing jelas tawasep’e jik ranya, pramugarine yo oke! Pokoke kadit igur numpak Wing Air Malang Denpasar. Lek umak diisaki munyes’e pramugarine heem… very nice!

    Mbak Debrina, saya kalau naik pesawat ya pasrah kepada Tuhan, sebab sebelum berangkat berdoa dahulu.

    debrina rahmawati

    (20 Mei 2011 - 11:15)

    Selamat buat Ebes Okodj yang telah menikmati liburan di Kota Bali. Saya mau tanya ketika naik Pesawat Wing Air, apa tidak teringat pada Pesawat Merpati yang jatuh di Kaimana? Sebab pesawat Wing Air juga menggunakan mesin baling-baling.

    Giono

    (20 Mei 2011 - 10:54)

    Bes Okodj, ayas uam nokat regane sicrak Tawasep Wing Air jurusan “Ngalam Rasapden” pas nakub irah rubil,apareb? (Pak Djoko, saya mau takon/tanya harganya karcis/tiket Pesawat Wing Air jurusan Malang Denpasar pas bukan hari libur, berapa?). Nuwus Bes.

    Dwi Mulyono

    (20 Mei 2011 - 10:26)

    Ebes Okodj saya mau tanya, yang enes atau oke itu pesawatnya yang “ranya”(anyar)/”urab”(baru) atau pramugarinya yang “uya”/ayu?

    robby alexsander

    (20 Mei 2011 - 10:09)

    Ebes Okodj lek uklam-uklam nok Kota Ilab kudu ati-ati, soale kanyab keat rikik (Pak Djoko kalau jalan-jalan di Kota Bali harus hati-hati, karena banyak tai anjing). Bila perlu sepatu/sandal dipasang “radar” biar tidak menginjak “young stone” alias watu enom, hahaha…

    erie

    (20 Mei 2011 - 09:57)

    Waah… Ebes Okodj tas ngalup tekok Ilab, ayas katnim oleh-olehe? Tekok Ilab ngawab oleh-oleh opo Bes?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *