Youth Choose, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Papua, Hasil Kerja Sama Pemerintah Australia, Universitas Negeri Malang dan Universitas Ottow Geissler Papua

oleh: dr. Desi Ariwinanti, M.P.H

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Papua
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Papua

Pada medio April hingga Agustus 2018 yang lalu, tim dosen dari program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, mengadakan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan reproduksi pada siswa SMA di Jayapura bertajuk ‘Youth Choose’. Youth Choose merupakan program hibah yang didanai oleh pemerintah Australia melalui program Alumni Grant Scheme (AGS). Setahun dua kali, pemerintah Australia membuka kesempatan alumni-alumni yang pernah menuntut ilmu di benua kanguru ini untuk berkompetisi memperebutkan 25 grant untuk mendanai kegiatan-kegiatan yang dapat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat, pengembangan profesionalisme alumni dan penguatan hubungan Indonesia dan Australia. Pada AGS 2017 putaran kedua, Desi Ariwinanti sebagai dosen Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan UM berhasil mendapatkan grant untuk penyelenggaraan penyuluhan kegiatan reproduksi untuk remaja Papua.

Program Youth Choose dilaksanakan di tiga sekolah di kota Jayapura yaitu SMAN 1 Jayapura, SMAN 3 Bumi Perkemahan Waena, dan SMA PGRI Jayapura. Peserta dari masing-masing SMA diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya serta pendewasaan usia pernikahan. Target program yang menyasar remaja Papua ini bertujuan memberikan informasi dan keterampilan bagi remaja untuk dapat menentukan keputusan penting dalam hidupnya mengenai kesehatan seksual. Remaja Papua dapat memilih untuk hidup sehat demi kemajuan Papua di masa depan.

Program Youth Choose menggunakan metode yang fun dan ramah pada remaja dengan memberikan video, games dan menggunakan modul yang bisa dimanfaatkan sebagai buku catatan siswa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan peserta pada kegiatan dan membuat mereka tidak bosan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Peserta dari penyuluhan Youth Choose diharapkan dapat menyebarluaskan ilmu yang mereka dapat kepada teman sebaya baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Siswa sedang asyik mengerjakan permainan edukasi kesehatan reproduksi dalam kegiatan Youth Choose
Gambar 1. Siswa sedang asyik mengerjakan permainan edukasi kesehatan reproduksi dalam kegiatan Youth Choose

Selain memberikan modul bagi siswa, tim juga merancang modul yang lebih komprehensif untuk para guru yang mengikuti program. Sebagian besar guru yang mengikuti adalah guru Bimbingan Konseling yang sering berhubungan dengan masalah kesiswaan dan menerima “curhat” para remaja di sekolah. Dengan keberadaan modul yang dirancang oleh tim Youth Choose ini para guru dapat menggunakannya sebagai acuan bila siswa bertanya tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku seksual berisiko.

Suasana diskusi siswa dalam materi didampingi guru dan tim Youth Choose
Gambar 2. Suasana diskusi siswa dalam materi didampingi guru dan tim Youth Choose

Kegiatan Youth Choose ini diikuti oleh 66 siswa dan 10 guru. Kegiatan berlangsung dengan lancar, banyak pertanyaan yang dilontarkan siswa yang awalnya tampak malu-malu. Sebagian siswa mengakui sudah mendapatkan beberapa informasi dari internet tapi mereka ingin mengetahui lebih banyak dan memastikan bahwa informasi yang didapat bukan hoax. Di akhir kegiatan peserta yang bertanya mendapatkan kejutan hadiah doorprize berupa permainan monopoli, UNO dan ular tangga yang nantinya bisa digunakan untuk bermain bersama teman sebaya sembari menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV serta IMS.

Menurut Eka Marey, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 3 Buper Waena, kegiatan Youth Choose sangat diapresiasi karena program penyuluhan kesehatan reproduksi menjawab kebutuhan remaja Papua terutama di tengah derasnya arus informasi internet yang belum semuanya mengandung kebenaran. Senada dengan Eka, Supriyani, guru Bimbingan Konseling SMA 1 Jayapura menyebutkan kegiatan positif ini sangat bermanfaat bagi siswa terutama mengenai isu sensitif yang terkadang malu untuk ditanyakan pada orang tua. Dari siswa sendiri, Obet Cristian Krey dari SMA 3 Buper Waena, menyebutkan keinginannya agar kegiatan ini lebih sering diadakan. Sedangkan Marlince Walianggeru dari SMA PGRI Jayapura mengatakan bahwa ia akan menyebarluaskan isi dari modul kepada teman-teman sebaya di lingkungan sekitarnya.

Pengetahuan yang memadai dan skill untuk memilih keputusan merupakan kunci penting dalam perilaku remaja. Dengan membekali remaja Papua informasi kesehatan tentang pencegahan HIV, IMS dan kesehatan reproduksi, mereka dapat menentukan keputusan yang dapat mempengaruhi masa depannya, yang berarti juga masa depan generasi penerus pembangunan di Papua. Maju terus, Youth Choose!

Post Author: Admin Berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *