Dampingi UMKM di Kecamtan Batu, Kota Batu Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Fokus tingkatkan Kualitas dengan Pembuatan Izin P-IRT

Eksistensi UMKM di kecamatan Batu, Kota Batu meningkat setiap tahunnya, hal ini didukung dengan berbagai jenis produk yang diunggulkan untuk menjadi oleh-oleh khas Kota Batu. Sampai tahun 2019, terdata ada sekitar 3.554 jenis usaha mulai dari pracangan, bisnis jasa, produksi makanan, sampai produksi kain batik khas Kota Batu. Dari data yang diperoleh tersebut, menunjukkan bahwa perkembangan produk lokal digemari oleh masyarakat. Perkembangan produk pangan lokal di Indoensia menjadi salah satu faktor pentingnya UMKM memiliki izin P-IRT. Izin P-IRT atau Izin Pangan Industri Rumah Tangga merupakan regulasi yang mengatur keamanan produk pangan dari bahan baku, proses pengolahan, hingga produk akhirnya. Pentingnya regulasi ini dikarenakan adanya P-IRT erat kaitannya dengan keamanan pangan bagi konsumen.

Gambar 1. Proses Pendampingan UMKM dengan Dinkes Batu

Namun, permasalahan inti yang dihadapi pelaku usaha di Kecamatan Batu adalah minimnya pengetahuan pelaku usaha terkait pentingnyamemiliki izin P-IRT, belum adanya sosialisasi yang tegas, dan tidak adanya sanksi bagi pelaku UMKM yang menjual produkya tanpa memiliki P-IRT. Dari berbagai permasalahan tersebut, tim BNPB Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menemukan beberapa solusi yakni penyuluhan terkait izin P-IRT, pelatihan dengan kerjasama DINKES dan LPM Kota Batu, dan penyusunan sanksi dengan pemkot Batu.

Setelah mengetahui permasalahan inti, maka akan dilakukan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan pihak desa dan perwakilan beberapa pelaku UMKM. Langkah selanjutnya yaitu menindaklanjuti ke pihak yang terkait yaitu Dinas penanaman modal dan Dinas Kesehatan Kota Batu. Kedua dinas ini yang menangani terkait pengurusan izin P-IRT. Setelah mendapatkan persetujuan, maka dilakukan penyuluhan kepada 20 pelaku UMKM di Kecamatan Batu.

Sebanyak 20 UMKM di Kecamatan Batu menjadi sasaran penyuluhan tentang pentingnya memiliki P-IRT. Mereka telah memiliki produk namun belum memiliki izin P-IRT. Kegiatan penyuluhan merupakan langkan persiapan sebelum dilakukan pendampingan pembuatan izin P-IRT. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni hingga Juli. Kemudian pada bulang Agustus hingga September dilakukan kegiatan pendampingan, tim pelaksana mendampingi UMKM untuk melengkapi berkas-berkas dan syarat untuk mendapatkan izin P-IRT. Setelah semua kegiatan ini selesai, maka tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap UMKM yang mendaftar untuk mendapatkan P-IRT pada bulan Oktober 2021. Tujuannya adalah untuk memastikan kegiatan ini menghasilkan UMKM yang memiliki P-IRT secara resmi dan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian ini.

Post Author: Admin Berkarya