Doa wanita shalih

Aku berdiri diambang senja bersama embun mataku yang mulai mengambang, tak kuasa kumenahan, bibirpun akhirnya berucap lirih, aku harus kuat dalam hidup ini karena banyak yang harus diderita dan aku harus tabah karena banyak yang harus dihadapi telah banyak kudengar bisik suara hati namun semua bukan solusi Wahai Tuhan yang Maha Cahaya curahkan hati ini […]

BURUK MUKA … Bagian Ke-1

BURUK MUKA CERMIN DIBELAH (Bagian Ke-1) Oleh: Djoko Rahardjo* Peribahasa lama mengatakan “Buruk muka cermin dibelah” memiliki arti bahwa suatu kesalahan  yang  telah  dilakukan oleh seseorang tetapi orang lain  yang dituduh melakukan kesalahan tersebut. Bagaimana bila hal  itu terjadi pada saat ini? Kalau itu terjadi pada remaja masa kini tentu  mereka akan berkata seperti ini: […]

BAHASA AREMA … Bagian Ke-23

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH BAGIAN XXIII DURUNG NIAM WIS UTEM (Belum Bermain Sudah Keluar ) Oleh: Djoko Rahardjo* Durung niam wis utem. Umak hebak ojok ewud rikipan sing kadit oyi (pornografi)! Wanyok iki nyritakno Ebes Hary Tanoesoedibjo karo nawak-nawake sing utem tekan Partai Nasdem. Wis asaib lek nok partai karo nawak ewed tukis-tukisan, lajeg-lajegan! […]

BAHASA AREMA … Bagian Ke-22

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH BAGIAN XXII NAKAM UHAT SITEP (Makan Tahu Petis ) Oleh: Djoko Rahardjo* Ngalup tekan idrek ayas kepingin nakam uhat sitep. Nok Laminter Landungsari onok genaro lawetan uhat sitep. Asaibe penumpang sing tas ngalup tekan Ngalam utowo Utab mudhun nok kono.  Genaro sing ukut uhat sitep onok kera halokesan, kera awasiham, […]

BAHASA AREMA … Bagian Ke-21

BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH BAGIAN XXI ATRAJAK RINJAB (Jakarta Banjir ) Oleh: Djoko Rahardjo* Umak hebak wis tahil nok televisi lek saiki Atrajak rinjab. Kanyab genaro sing hamure kerinjababan. Naisak hebak! Rontak, halokesan, rasap, disjam, ojreg kanyab sing kleleb. Anda semua sudah melihat di televisi bahwa sekarang Jakarta banjir. Banyak orang (masyarakat) yang rumahnya […]