DUA PNS UM DIINCAR WARTAWAN

DUA PNS UM DIINCAR WARTAWAN

Oleh: Djoko Rahardjo*

 

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitulah nasib dua orang PNS UM yang sedang “diincar” oleh wartawan.  Memang dalam melakoni hidup ini, kadang terasa begitu cepat perjalanan sang waktu. Roda kehidupan terus berputar. Kadang ada di atas. Kadang ada di bawah. Kadang kita tertawa. Kadang kita  menangis. Kita tidak tahu, apa yang akan terjadi pada esok hari? Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Hanya Tuhan yang dapat menentukan kehidupan ini. Apa yang bisa kita perbuat? Kita tidak dapat menentukan takdir ini.
Ada baiknya…, sebelum kita membicarakan nasib dua orang PNS UM ini—kita mengenang dua tokoh Manusia Indonesia yang tercatat dalam lembaran sejarah. Pertama adalah Rudy Hartono Kurniawan dan yang kedua adalah Kusni Kasdut. Siapa yang tidak kenal dengan dua tokoh ini? Hampir semua masyarakat Indonesia yang sekarang berumur lima puluh lima tahun atau lebih pasti mengenalnya. Secara kebetulan tulisan ini penulis ketik saat jaga malam di Pos Kamling  Perum Asoka Hills, Desa Sumbersekar, Dau, Malang.
“Pak Djoko, saya mengenal Rudy Hartono melalui bacaan tetapi Kusni Kasdut belum pernah saya kenal. Kusni Kasdut itu siapa?” Tanya Mas Devi, teman ronda penulis di pos kamling yang lahir pada tahun 1980.
“Kedua tokoh itu sangat terkenal di era tahun 70-an. Rudy Hartono adalah pemain bulutangkis Indonesia, juara All England 7 (tujuh) kali berturut-turut. Sedangkan Kusni Kasdut adalah penjahat yang paling ditakuti. Dia tidak segan-segan membunuh korbannya. Polisi harus bekerja keras menangkapnya karena setiap dimasukkan ke penjara selalu dapat melarikan diri. Keduanya sangat terkenal, bedanya yang satu bernilai positif dan yang satunya lagi bernilai negatif”. Begitu jawaban dan sedikit ulasan penulis padanya.
Bagaimana dengan kedua PNS UM yang sedang diincar oleh wartawan? Bacalah kliping koran Jawa Pos Radar Malang dan koran Malang Pos berikut.

KLIPING JAWA POS

 
 

KLIPING MALANG POS

 
 
Kedua orang PNS UM tersebut di atas, saat ini berdinas di Sub Bagian Sarana Akademik BAKPIK UM. Bagaimana komentar Anda?

 

Malang,  19 Januari 2013

*) Staf Subbag Sarana Akademik BAKPIK UM

Post Author: Djoko Rahardjo

3 thoughts on “DUA PNS UM DIINCAR WARTAWAN

    djoko rahardjo

    (28 Januari 2013 - 08:58)

    Terima kasih Pak Noor atas komentarnya. Mengingat sebentar lagi saya akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP) maka saya ingin mencoba menulis cerita pendek. Agar cerita pendek yang akan saya tulis nanti menarik untuk dibaca maka judulnya harus memiliki “magnet”, begitu lho Pak, hehehe…

    djoko rahardjo

    (28 Januari 2013 - 08:26)

    Terima kasih Pak Noor atas komentarnya. Mengingat sebentar lagi saya akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP) maka waktu tsb, akan saya pergunakan untuk “berlatih” menulis cerita. Agar tulisan memiliki “daya tarik” maka judulnya harus memiliki “magnet”. Begitu lho….

    Noor Farochi

    (25 Januari 2013 - 10:33)

    Wah P, Djoko kalau membuat judul sudah ‘mirip’ wartawan

Komentar ditutup.