JADWAL KRS ONLINE MAHASISWA SEMESTER GENAP 2013/2014

JADWAL KRS ONLINE MAHASISWA SEMESTER GENAP 2013/2014

Berikut jadwal KRS online sebagai tindak lanjut Pengumuman Karo AKPIK UM, Nomor: 3961/UN32.16/DT/2013, tanggal 18 September 2013.

HARI, TANGGAL

TAHAP

KEGIATAN

Senin, 16 Desember s.d. Selasa, 24 Desember 2013

PEMBAYARAN    BIAYA PENDIDIKAN/SPP/UKT

1

Mahasiswa membayar Biaya Pendidikan/SPP/UKT di BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri secara online.

2

Jika tidak bisa login, hubungi aplikasi.helpdesk.um.ac.id

3

Cek status bayar dan registrasi Anda di siakad.um.ac.id

4

Khusus mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, Beasiswa  PPGT dan KKT langsung cek status registrasi di siakad.um.ac.id dan jika status belum registrasi, hubungi aplikasi.helpdesk.um.ac.id

Jumat, 3 Januari 2014 (18.00 WIB) s.d. Senin, 6 Januari 2014 (13.00 WIB)

ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH DENGAN MENGISI KARTU RENCANA STUDI (KRS)  ONLINE

1

Mahasiswa melakukan pendaftaran matakuliah (KRS) secara online.

2

Pada tahap ini, semua mahasiswa dalam tahap antre. Pada tahap ini, ada kemungkinan matakuliah yang diantrekan belum tentu berhasil diperoleh.

3

KRS yang dicetak sebelum Senin, 6 Januari 2014 pukul 17.00 WIB  bersifat sementara, bukan KRS Jadi.

Senin, 6 Januari 2014  (13.00 s.d. 17.00 WIB)

PEMROSESAN ANTREAN PENDAFTARAN MATAKULIAH (KRS)

Tim IT UM memproses antrean pendaftaran matakuliah

Senin, 6 Januari 2014  (19.00 WIB) s.d. Kamis, 9 Januari 2014 (15.00 WIB)

PENCETAKAN KRS & MODIFIKASI KRS

1

Mahasiswa mencetak KRS hasil antrean.

2

Jika matakuliah yang diantrekan pada tahap antrean TIDAK MUNCUL, mahasiswa WAJIB MEMODIFIKASI KRS.

3

Mahasiswa melakukan modifikasi secara kompetitif (sesuai dengan jatah sks dan ketersediaan offering matakuliah).

4

Mahasiswa tidak bermasalah menandatangankan KRS ke dosen Penasihat Akademik (PA) pada minggu pertama atau kedua perkuliahan.

5

KRS yang ditandatangani dosen PA diarsipkan oleh mahasiswa.

6

Mahasiswa bermasalah (IP < 2,00 atau semester sebelumnya tidak aktif) harus menemui dosen PA untuk mengaktifkan cetak KRS secara online.

Jumat, 10 Januari s.d. Minggu 12 Januari 2014

CETAK DAFTAR HADIR KULIAH (DHK)

Subbagian Akademik Fakultas mencetak DHK

Senin, 13 Januari 2013 (07.00 WIB)

AWAL PERKULIAHAN

1

Subbagian Akademik Fakultas mendistribusikan DHK di Gedung Perkuliahan.

2

Mahasiswa memulai kuliah.

 

[selesai] BAKAL CALON REKTOR

Beberapa hari terakhir ini selalu saja ada pertanyaan dari setiap perjumpaan dengan rekan-rekan tentang siapa ya kira-kira pimpinan kita ini untuk periode berikutnya?.  Tidak bisa dipungkiri pergantian itu pasti akan terjadi seiring dengan berjalannya waktu, rodapun berputar pada porosnya, segala sesuatunya tidak ada yang langgeng.  Semoga saja pergantian pemimpin ini nantinya dapat berjalan dengan damai tanpa adanya ‘atmosfir hangat’ yang menyelimuti udara segar seputar kampus yang sejuk dengan hijau daun yang telah mulai rimbun disana-sini.
Pergantian pimpinan sebuah perguruan tinggi, kemungkinan tidak jauh berbeda layaknya dengan pemilihan kepala daerah, biasanya syarat dengan kepentingan, tidak terlepas dari ‘perang statement’, atau perkubuan, ini bisa dimaklumi, karena begitu “seksinya” jabatan Rektor.
Tahun 2014 ini, Universitas Negeri Malang (UM) tercinta ini telah mulai menggelar pencarian bakal calon rektor untuk masa bakti 5 tahun (2014 – 2018).  Jabatan rektor, semoga bukanlah jabatan seperti dalam pentas politik yang seringkali menggunakan berbagai cara dalam mendapatkan jabatan dengan tujuan untuk mendapatkan kepentingan-kepentingan golongan sendiri.   Dari hal tersebut, jangan ada yang merasa takut kalau ada rekan-rekan yang maju, kemudian jangan melakukan manuver, hingga seolah-olah ada upaya untuk menjegal calon tertentu, misalnya, untuk memuluskan diri, dan atau orang lain peluangnya menjadi semakin sedikit.
Para kontestan adalah calon pemimpin seperti seorang ayah yang melindungi dan mengayomi dalam sebuah rumahtangga, ibaratnya para “begawan”, selayaknyalah pemilihan bakal calon menjunjung tinggi etika sehingga tidak “merusak iklim” dalam konteks akademik yang memiliki beban moral dan intelektual.
a.  Mudahkan Urusan Orang Lain
Syarat untuk menduduki jabatan Rektor tidak dibuat untuk menyulitkan, karena setiap orang memiliki maqomnya masing-masing, secara alami akan terseleksi sendiri pada saat pemilihan.  Mudahkanlah urusan maka engkau akan dimudahkan.  “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama  hamba itu menolong orang yang lain“. (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.  Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat.  Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
b.  Jeleknya meminta jabatan
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t berkata, “Seseorang yang meminta jabatan seringnya bertujuan untuk meninggikan dirinya di hadapan manusia, menguasai mereka, memerintah dan melarangnya. Tentunya tujuan yang demikian ini jelek adanya. Maka sebagai balasannya, ia tidak akan mendapatkan bagiannya di akhirat. Oleh karena itu, seseorang dilarang untuk meminta jabatan.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 2/469)
c.  Pemimpin yang Kuat dan Dapat Dipercaya,
Kepemimpinan itu memiliki dua rukun, kekuatan dalam memimpin sebuah bahtera dilautan yang luas dan penuh ombak menerjang, dan amanah (dapat dipercaya).  “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (al-Qashash: 26)
d.  Ambisi yang Kelak Menjadi Penyesalan.
Menjadi seorang pemimpin dan memiliki sebuah jabatan merupakan impian semua orang kecuali sedikit dari mereka yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Mayoritas orang justru menjadikannya sebagai ajang rebutan, khususnya jabatan yang menjanjikan lambaian rupiah (uang dan harta) serta kesenangan dunia lainnya.  Sungguh benar sabda Rasulullah n ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 7148).
Kepemimpinan adalah amanat, sehingga orang yang menjadi pemimpin berarti ia tengah memikul amanat. Tentu yang namanya amanat harus ditunaikan sebagaimana mestinya. Dengan demikian tugas menjadi pemimpin itu berat, sehingga sepantasnya yang mengembannya adalah orang yang cakap dalam bidangnya.
e.  Tidak Boleh Meminta, dan Berambisi
Sebuah jabatan tidak boleh diberikan kepada seseorang yang memintanya (mengajukan diri) dan berambisi untuk mendapatkannya.  Abu Musa berkata, “Aku dan dua orang laki-laki dari kaumku pernah masuk menemui Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam.  Maka salah seorang dari keduanya berkata, ‘Angkatlah kami sebagai pemimpin, wahai Rasulullah’.  Temannya pun meminta hal yang sama. Bersabdalah Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam:  “Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.” (HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733)
Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam, pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah:  “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah Subhanahuwata’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (HR. al-Imam al-Bukhari t dalam Shahih-nya no. 7146 dan no. 7147).
Didapatkan riwayat dari Abu Dzar al-Ghifari, Ia berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?” Mendengar permintaanku tersebut, beliau menepuk pundakku seraya bersabda: “Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanat. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Sahih, HR. Muslim no. 1825).
Hikmah dari hadist tersebut di atas, kata para ulama, adalah apabila ada orang yang memangku jabatan karena permintaannya, maka urusan tersebut akan diserahkan kepada dirinya sendiri dan tidak akan ditolong oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Abdurrahman bin Samurah di atas, ”Bila engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun bila diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Siapa yang tidak ditolong maka ia tidak akan mampu. Tidak mungkin suatu jabatan itu diserahkan kepada orang yang tidak cakap. (Syarh Shahih Muslim, 12/208, Fathul Bari, 13/133, Nailul Authar, 8/294)
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sepantasnya bagi seseorang tidak meminta jabatan apapun. Namun bila ia diangkat bukan karena permintaannya, maka ia boleh menerimanya. Akan tetapi jangan ia meminta jabatan tersebut dalam rangka wara’ dan kehati-hatiannya, karena jabatan dunia itu bukanlah apa-apa.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 2/470)
Sungguh benar sabda Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 7148)
Betapa tidak, dengan menjadi seorang pemimpin, akan menjadi lebih memudahkan dirinya untuk memenuhi tuntutan hawa nafsunya berupa kepopuleran, dan penghormatan dari orang lain.  Kedudukan atau status sosial yang tinggi di mata manusia, dan menyombongkan diri di hadapan mereka, memerintah dan menguasai, kemewahan serta kemegahan.
Harapan saya, masing-masing bakal calon menilai nuraninya sendiri sebelum kelak akhirnya akan menjadi sebuah penyesalan, apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?

Noor Farochi – UHTBMN BUK

Dengan KKNI, Tenaga Terampil Dapat Disetarakan dengan Sarjana

Jumat, 04/04/2014 – 09:39

Jakarta, Kemdikbud — Pemerintah siap menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, seseorang yang memiliki keterampilan dengan tingkat tertentu dapat disetarakan dengan sarjana (S1), bahkan doktor (S3).

KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 sebagai jenjang tertinggi. Seorang pekerja dengan jabatan operator yang telah berpengalaman dan mengikuti sejumlah pelatihan kerja dapat disetarakan hingga diploma 1. Sedangkan teknisi atau analis yang memiliki jenjang 6 dapat disetarakan dengan sarjana (S1), dan seorang ahli dengan jenjang 9 dapat disetarakan dengan seorang doktor (S3).

“KKNI disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta, (2/4/2014). Ia menjelaskan, kualifikasi yang terdiri dari 9 jenjang merupakan tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional.

Sampai saat ini, jelas Lydia, ada 69 jenis keterampilan atau pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Dari 69 jenis keterampilan itu, tercatat ada 28 jenis pendidikan yang memiliki Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) berbasis KKNI.

Dalam rangka memberikan kesempatan bagi peserta kursus dan masyarakat memperoleh sertifikat kompetensi telah terbentuk 30 Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), 865 Tempat Uji Kompetensi (TUK), 1.000 penguji yang menyelenggarakan uji kompetensi. Acuan dalam penyelenggaraan uji kompetensi yaitu SKL dan KBK yang telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdikbud. (Desliana Maulipaksi)

 

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2361

SUKSESI REKTOR UM PERIODE 2014—2018 DIMULAI

Berdasarkan Pasal 5 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah dan berdasarkan Pasal 31 ayat (2) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2012 tentang Statuta Universitas Negeri Malang, Pengangkatan Rektor dilakukan melalui tahap:

a.          

penjaringan bakal calon;

b.         

penyaringan bakal calon;

c.          

pemilihan calon; dan

d

pengangkatan.

I.      

TAHAP PENJARINGAN BAKAL CALON REKTOR

Penjaringan bakal calon Rektor dilakukan oleh Panitia Penjaringan yang dibentuk oleh Senat. Berdasarkan Keputusan Senat UM Nomor 1 Tahun 2014, tanggal 20 Maret 2014, Panitia Penjaringan terdiri atas

Ketua:

Dr. Triyono, M.Pd

Wakil Ketua:

Dr. Sulton, M.Pd

Sekretaris:

Prof. Dr. Moh. Amin, M.Si

Wakil Sekretaris:

Dewa Agung Gede Agung, M. Hum

Bendahara:

Djoko Dwi Kusumojanto, M.Si

Wakil Bendahara:

Sodiq, M.Ap

Anggota:

para WD 2, para Kepala Biro, Kabag Kepegawaian, para Kabag TU Fakultas, perwakilan dosen, dan kesekretariatan.

Berdasarkan Peraturan Senat UM Nomor 3 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penjaringan Bakal Calon Rektor UM Periode 2014—2018, yang memiliki hak pilih pada penjaringan BC Rektor UM adalah (1) semua CPNS dan PNS dosen UM, (2) semua CPNS dan PNS tenaga kependidikan UM, dan (3) pengurus ORMAWA dengan rincian tingkat universitas diwakili 1 Ketua DPM, 1 Ketua BEM UM; tingkat fakultas diwakili oleh 1 Ketua BEMFA dan 1 Ketua DMF; dan tingkat jurusan diwakili oleh 1 Ketua HMJ.

 

Adapun jadwal penjaringan diatur sebagai berikut.

(1) Pembentukan Panitia Penjaringan paling lambat 24 Maret 2014

(2) Penetapan Pemilih paling lambat 31 Maret 2014

(3) Pengiriman borang kesediaan sebagai BC Rektor tanggal 7 April 2014

(4) Penyerahan borang kesediaan sebagai BC Rektor paling lambat 14 April 2014

(5) Jika yang menyerahkan borang kesediaan kurang dari 4 orang, Panitia mengirimkan ulang borang kesediaan pada tanggal 16 April 2014

(6) Penyerahan borang kesediaan sebagai BC Rektor hasil pengiriman ulang paling lambat 21 April 2014

(7) Pengumuman nama BC Rektor paling lambat 28 April 2014

(8) Pemungutan suara 22 Mei 2014 (pukul 08.00—13.00)

(9) Penghitungan suara 22 Mei 2014 (13.30—selesai)

(10) Pengiriman hasil penghitungan suara kepada Ketua Senat 23 Mei 2014.

Tempat pemungutan dan penghitungan suara di Graha Cakrawala UM.

II.     TAHAP PENYARINGAN BAKAL CALON REKTOR

Tahap penyaringan bakal calon Rektor dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

(1)      

Senat UM melakukan rapat Senat khusus untuk (a) penyampaian program kerja oleh calon Rektor; (b) pemungutan suara oleh anggota Senat untuk mendapatkan 3 (tiga) nama calon Rektor;

(2)      

Senat mengirimkan 3 (tiga) orang calon Rektor beserta daftar riwayat hidup dan program kerja kepada Menteri paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat.

(Catatan: Masa jabatan Rektor UM berakhir pada tanggal 13 November 2014. Tiga bulan sebelumnya berarti paling lambat pada tanggal 13 Agustus 2014)

III.             

TAHAP PEMILIHAN CALON REKTOR

Tahap pemilihan calon Rektor dilakukan dengan

(1)    

Menteri dan Senat melakukan pemilihan calon Rektor  dalam rapat Senat.

(2)    

Pemilihan Rektor dilakukan melalui pemungutan suara dengan ketentuan

 

(a)    Menteri memiliki 35% hak suara  dari total pemilih.

 

(b)   Senat memiliki 65% hak suara dari total pemilih dan tiap-tiap anggota Senat memiliki hak suara yang sama.

 

(Catatan: Pemilihan Calon Rektor dilaksanakan paling lambat 2 bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat, berarti paling lambat pada tanggal 13 September 2014).

IV.             

TAHAP PENGANGKATAN

Menteri menetapkan pengangkatan Rektor atas dasar suara terbanyak hasil tahap pemilihan calon Rektor.

MEMAKNAI KETIDAKPASTIAN

Kalau seseorang berkata ”pasti” berarti ia sudah merasa yakin kalau masa ke-depannya akan seperti apa yang dikehendaki, begitu juga dalam bersosialisasi dengan masyarakat ,promosinyapun sama ia akan berbuat yang terbaik terhadap sesamanya bahkan di tempat kerjapun ia pasti sanggup untuk mematuhi kebijakan yang dicanangkan oleh pimpinannya, tiada sesuatu yang bisa dianggap menyulitkan melainkan pasti dibuatnya beres “no problem” dan bila ditanya tentang bagaimana interaksinya dengan Tuhan? iapun mengatakan dengan pasti akan mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab terhadap amanahNya…asyiik. Kalau kita bukan orang ateis tentu akan mengatakan bahwa yang berhak mengatakan ”pasti” hanyalah penguasa alam ini, misalnya “semua mahluk hidup pasti akan mati” sedangkan kematian itupun ada pada kerahasiaan Nya dan tak seorangpun bisa mengetahuinya, tapi bila seseorang berbicara ke-tidakpastian barulah ramai bila dipakai sebagai bahasan sebab banyak orang masih dibuat bingung oleh ke-tidakpastian, ibarat remangnya bayang bayang di gelapnya malam dan sebenarnyalah manusia itu tidak bisa mengetahui atau meramal masa depannya karena manusia tidak dapat memahami bagian bagian temporal dalam hidup secara keseluruhan, memastikan dan memudahkan permasalahan pada saat ini sangat marak ditengah masyarakat seakan bisa menjawab hari esok yang belum dijalani, zaman sekarang apapun bisa dijual diantaranya adalah menjual janji bahkan mahluk astralpun mahal tapi laris juga dipasaran…nah yang enak diperhatikan adalah dalam hal utang piutang, mungkin karena terdesak oleh kebutuhan seringkali yang diucapkan tak sesuai dengan aqadnya, jadi ketidak pastian merupakan ujian dan pilihan maka disinilah letak perjuangan manusia. dan bagi orang yang memahami ketidak pastiannya tentu akan menyikapi serara kritis fenomena yang dialami dalam kehidupannya sehingga ia bisa menata pola fikir lalu dipadu dengan waktu dan dikemas dalam bentuk program kemudian ia ceburkan diri berkubang bersama cita citanya, sedang keyakinan yang kuat telah menuntunnya untuk selalu optimis sampai datangnya cahaya pencerahan atas usaha dan pertolonganNya . Nabi saw sendiri sangat menyukai orang orang yang mau bekerja keras,oleh karena itu beliau pernah mengajarkan kepada sahabatnya Abu Dzar,
Kata Nabi saw begini, “Jaddis safiinata fa innal bahro ‘amiiq”…..pugarlah kapalmu karena lautnya dalam…ini menunjukkan bahwa manusia perlu memperbaiki diri, manusia dituntut memperbaiki fikrah dan niatnya dan manusia dituntut untuk membentengi lahir dan batinnya dengan ilmu pengetahuan yang telah dicapainya baik melalui pendidikan formal maupun laduni agar ketika berada ditengah bahtera hidup takkan mudah oleng oleh goncangannya kalau kata Joseph Gaal,bahwa pusat pikiran dan perasaan itu berada di otak bukan di hati bukan pula di jantung, jadi benturan benturan karang dan badai bila datang melanda maka tidak membuatnya lari tunggang langgang ke dukun tapi justru logikanya akan bergerak reflek bangkit memunculkan ide ide kreatif yang tak terduga dan bisa membantu memberikan solusi padanya
Lalu beliau melanjutkan, ”wakhudzizzaada kaamilan fa innassafaro ba’iid”…bawalah bekal sempurna karena perjalanan jauh….ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan perjalanan jauh adalah perjalanan menuju akhirat dan sudah kita maklumi bahwa negeri akhiratlah batas akhir dari perjalanan hidup dan disana pula setiap individu akan mendapat jawaban pasti dari semua peristiwa hidup yang dulu dijalani penuh ketidak pastian dan disana pula tempatnya suara riuh rendah, dari ungkapan sesal tiada tara,bahagia dan nestapa (keterangan buku agama) dan yang dimaksud bekal sempurna adalah menjalankan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarangNya
Kata beliau berikutnya,”wakhoffifil khimla fa innal’aqobata ka’uud”…peringanlah beban karena rintangan rintangannya berat sekali…nah ini menunjukkan bahwa orang orang yang didunia dahulu mampu keluar dari belenggu ketidak pastian dan menjadikannya sebagai orang yang sukses atas izinNya, tapi anugerah yang melimpah itu masih berlanjut dengan puncak rintangannya yaitu konsekuensi dari pemberianNya……dengan ilmunya, dengan harta atau kedudukannya sudahkah dimanfaatkan untuk keselamatannya di akhirat? semoga

Presiden SBY Luncurkan Program Beasiswa Presiden RI

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, meluncurkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4) pukul 15.00 WIB. Program beasiswa ini diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa tersebut disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.

Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun bari kali ini resmi diluncurkan. “Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih tu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan,” ujar M. Nuh.

Sementara itu, Presiden SBY menjelaskan bahwa peluncuran BPRI ini merupakan babak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih maju. Yakni, dengan memiliki SDM (sumber daya manusia) yang unggul.

Potensi SDA yang baik harus diikuti dengan manusianya yang juga unggul, maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing yang tinggi. “Itulah sebenarnya cara pandang yang harus dibangun jika ingin 100 tahun setelah merdeka, Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang maju dan sejahtera,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Selain meluncurkan BPRI, SBY juga meresmikan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Indonesia. PTN tersebut adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November (Kolaka), Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang, dan Politeknik Tanah Laut, Tanah Laut (Kalsel).

Dengan adanya BPRI ini, maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang. Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih.

Hadir pula dalam acara ini Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (yor)

 

http://www.dikti.go.id/id/2014/04/02/presiden-sby-luncurkan-program-beasiswa-presiden-ri/

Aturan Rubrik

Sampaikan pendapat/ide/saran/layanan/kegiatan tentang UM yang sesuai dengan Aturan Rubrik

Komentar Terbaru

  • [selesai] BAKAL CALON REKTOR (40)
    • Mega Suryawati: Mencari seorang pemimpin yang tepat tidaklah mudah, kewajiban kita sebagai anak bangsa adalah berusaha memilih pemimpin yang terbaik dari yang baik di segala level kepemimpinan,...
    • Iis Dahlia: Pada saat ini banyak yang telah membicarakan mengenai pergantian rektor baru di Universitas Negeri Malang. Masing-masing mahasiswa mempunyai kriteria tersendiri mengenai rektor baru...
    • ERNIE PURWANTI: Menanggapi perubahan rektor Universitas Negeri Malang (UM) saat ini, seharusnya pemimpin dan kepemimpinan yang baik yaitu: 1. Sebagai pengatur, pengarah aktivitas organisasi untuk...
    • Anis Latifatul Badriyah: Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya dan memiliki wewenang untuk mengatur suatu organisasi tertentu berdasarkan hasil pemilihan para anggota organisasi. Sedangkan...
    • Bachtiar Zakariah: perubahan dalam suatu organisasi tidak dapat di pisahkan dari peranan seorang pemimpin. menanggapi hal itu, um yang dalam waktu dekat ini menyelenggarakan pemilihan rektor, saya...
    • Bayu Candra Eka P: Berbicara tentang bagaimana cara orang memimpin di dalam suatu organisasi memang berbeda-beda. Begitu juga dengan para anggota di dalam organisasi yang mempunyai persepsi dan...
    • Kholifatul Mahmudah: Perubahan pemimpin akan memberikan dampak yang besar bagi organisasi. Begitu pula dengan pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM), yang diharapkan dapat melakukan...
    • Alfaraby: Jika ditanya ‘apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?’ tidak, mereka dicalonkan setelah Senat UM melakukan rapat khusus. terlepas dari hal...
    • Dwi Rahmah Hidayati: Derasnya pembicaraan tentang pergantian kepemimpinan di tingkat universitas, yakni melalui pemilihan rektor UM yang baru, menggelitik saya untuk turut menyuarakan...
    • Mediana Wahyu P: comment REKTOR: Dalam suatu universitas/perguruan tinggi, nama “Rektor” sudah tidak asing lagi didengar, karena rektor merupakan organ suatu universitas. Universitas...
    • Dinar Adi Meda: Rektor yang baru pasti mempunyai visi dan misi. Dan diharapkan yang belum di jalankan dijalan kan lagi. Dan yang lebih penting bisa membawa Universitas Negeri Malang lebih maju...
    • dina ni'matul: Mahasiswa berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, pengetahuan yang luas, mampu mengontrol emosional, memiliki spiritual dan sosial yang tinggi....
    • Moch. Arensyah AP: Sebuah Universitas yang besar membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar pula. Salah satunya Universitas Negeri Malang (UM) ini. UM membutuhkan pemimpin yang berjiwa besar, disiplin...
    • Fadilla Weka Y: Kemajuan suatu lembaga tergantung pada peran seorang pemimpin yang ada di dalamnya. Seorang pemimpin harus mampu menjalankan visi dan misinya dengan penuh tanggung jawab untuk...
    • Sagita Dwi: Tugas seorang pemimpin memanglah berat, karena mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membawa organisasi yang dipimpinnya menuju ke arah yang lebih baik. Seorang pemimpin diharapkan...
    • Wulanda: Setiap lembaga pendidikan membutuhkan agen perubahan atau seorang pemimpin yang mampu membawa organisasioanal, khususnya pada perguruan tinggi Universitas Negeri Malang (UM). Berhasil...
    • Venny Elana TF: Seorang pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan tentunya sangat berperan besar untuk kemajuan lembaga pendidikannya. Untuk memilih seorang rektor sebagai pemimpin sebuah...
    • Siska Agustina: Dalam sebuah lembaga pendidikan pergantian pemimpin merupakan perubahan yang besar karena hal tersebut menentukan berlangsungnya program yang ada di lembaga pendidikan tersebut...
    • Ufifatul Ilma: Universitas ataupun Perguruan Tinggi merupakan suatu tempat untuk menuntut ilmu setelah masa SMA, berkualitas atau tidaknya suatu universitas terletak pada bagaimana seorang rektor...
    • Dwi Ratna Mayang: Kepemimpinan didalam suatu organisasi sangatlah penting bahkan bisa dikatakan pemimpin adalah inti dari suatu organisasi. Di dalam kenyataannya tidak semua orang yang menduduki...
    • Nur Shofia Maya Sofa: Pergantian Rektor merupakan suatu perubahan yang besar.Rektor yang terpilih diharapkan dapat membawa UM untuk lebih baik lagi dari sebelumnya. dengan harapan agar UM dapat...
    • ekowahyus: Kalo sudah banyak yang mengulas tentang syarat pemimpin dan harapan terhadap pemimpin, sekarang kembali ke diri kita masing-masing, seluruh tenaga akademik, tenaga kependidikan,...
    • Nur Azizia: Saya harap Rektor UM selanjutnya dipimpin oleh seorang yang jujur, adil, baik, dan cerdas. Seorang pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan supremasi hukum; memandang...
    • Faiqotul Izzatin Ni'mah: Rektor sebagai pimpinan tertinggi di Universitas Negeri Malang (UM) diharapkan mampu membawa perubahan yang positif dan signifikan bagi seluruh sivitas akademika dalam...
    • Thoriq Ardyawan: Pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM) merupakan perubahan skala besar dalam struktur organisasi. Pergantian pemimpin ini juga memberikan harapan baru pada seluruh...
    • Ayu Linda Puspita: Saya tertarik dengan pernyataan Drew Faust yang merupakan Rektor atau presiden Universitas Harward, Faust mengatakan “Pendidikan adalah mesin yang membuat demokrasi Amerika...
    • Ngainun Naja: Memimpin merupakan tugas, amanat, dan tanggungjawab yang sangat berat untuk seorang pemimpin. Apalagi memimpin sebuah lembaga yang besar, dan sudah dikenal dikhalayak umum tentu...
    • Rakhmawati Indriani: Kualitas dari lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Rektor di dalamnya. Untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas, maka diharapkan...
    • Aisyah Amini: sebagai Mahasiswa, saya berharap untuk kedepannya. UM sebagai universitas yang saat ini unggul dalam mencetak tenaga pendidik profesional, dapat dipimpin oleh seorang rektor yang...
    • Lia Dwi Kristanti: Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang pemimpin sejati harus memiliki tiga kompetensi dasar yang menjadikan seorang...
    • Fitria Anike WIdyawati: Calon Rektor UM ke depannya harus bisa menerapkan kepemimpinan visioner dengan kriteria yaitu: 1. Berwawasan ke masa depan Pemimpin yang mempunyai pandangan yang jelas...
    • FITRIANI HAVIVAH: Nilai keunggulan suatu lembaga pendidikan tinggi sangat bergantung pada kepemimpinan visioner yang harus ada pada jiwa seorang Rektor. Hal tersebut jika dikaitkan dengan visi UM...
    • Cerita Lucu: Saya sependapat seperti mas andrew “Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan...
    • Andrey: Siapapun itu semoga yang terbaik. Yang terpilih memang layak untuk memimpin bukan karena sebuah intrik politik. Rektor yang mengerti kebutuhan kampus bukan karena nyari fulus. Rektor yang...
    • Achmad Supriyanto: Universitas Negeri Malang (UM) adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang seharusnya bercirikan antara lain religius, ilmiah, edukatif, dan selalu menggunakan pendekatan...
    • Noor Farochi: Betul pak @ekowahyus… utamanya pada poin 2. semakna dengan maksud tulisan saya
    • budiarto: semua yang disampaikan diatas, saya sangat setuju sekali. Rektor seperti apa yang harus jadi Rektor ? adalah Rektor yang tidak lagi menjadi bagian dari golongan-golongan tertentu,...
    • ekowahyus: Menurut saya…. 1. Memang betul, prinsip tidak memberikan jabatan kepada yang meminta adalah pedoman karena boleh jadi MEMINTA karena mengharapkan sesuatu. 2. Konteks PILREK dengan...
    • mujahidin akbar: Rektor mendatang harus berorientasi melayani, meninggalkan kepentingan-kepentingan golongan dalam merumuskan kebijakan yang dapat menguntungkan bersama. Dalam mengemban tugas...
    • andriyan: Menurut saya bakal calon Rektor harus memenuhi kriteria: 1.Beriman dan Beramal Shaleh 2.Niat yang Lurus 3.Tidak Meminta Jabatan 4.Berpegang pada Hukum Allah 5.Memutuskan Perkara Dengan...
  • Mengapa wanita mudah kesurupan? (5)
    • satrio: klo ada yg blg bhw “siapa pun yg mengaku melihat arwah itu dusta”, mk ia telah mendustakan nabi saw yg melihat arwah d siksa dlm kubur lalu memberi pelepah kurma d atas kubur...
  • KHUTBAH JUM’AT: PEWARTA (1)
    • suhartono: Alhamdulillah tidak meleset apa yang disampaikan Pak Dawud,memang zaman sekarangpun tetap marak jangankan yang masih terhitung muda usianya bahkan yang tuapun bila berjalan tak cukup...
  • Dwi Cahyono: Masa Lalu Sebagai Pengalaman Baru (10)
    • Yudi Widodo: Mas Dwi, karena keterbatasan ilmuwan untuk memahami artefak masa lalu, sehingga muncul katagori prasejarah tatkala sandi & simbol tidak dapat difahami sebagai tulisan untuk...
  • Kekacauan Dunia Terjemahan (7)
    • Arul: Kalo untuk universitas Negeri Malang diterjemahkan The state University of Malang, karena Malang adalah nama dari sebuah kota dimana universitas tersebut berada,biasanya diterjemahkan seperti...
  • BAHASA AREMA YANG HAMPIR PUNAH (25)
    • tri wahyu: Salut buat ebes Djoko. menurut saya sekarang ini memang sudah sedikit kera ngalam yang memakai boso walikan. Memang perlu untuk segera dilestarikan, atau kalo perlu dibuatkan kamus boso...
  • Variabel pada Fotografi (1)
    • Lintas Fakta: informasi yang sangat berguna bagi kami yang photographer
  • LEMBUTKAN HATI DI USIA KRITIS (2)
    • kurniawan: ia benar kita harus permaaantap tiang agama,,,!
    • jasmine: usia kritis sebaiknya perbanyak ibadah , lebih baik kl dari usia muda, krn kita tak tahu umur kita :)
  • PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF (5)
    • Djarot: Puyeng ah… Gak ada bedanya tuh. Kadang-kadang dalam deskriptif juga memerlukan analisa data kualitatif. Ada yang lebih sederhana?
  • Hymne Universitas Negeri Malang (3)
    • Tiyayu Hanit: buat download mp3 mars dan hymne um dimana ya min? apa versi mp3nya belum ada ?