Outbond Pejabat UM

07-02-2010 05:06 Johanis Rampisela 20 komentar

Dalam rangka peningkatan motivasi kerja pimpinan unit di lingkungan BAAKPSI dan BAUK, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan outbond. Jum’at, 5 Februari 2010 Rektor memberangkatkan 40 peserta outbond yang akan segera menuju ke lokasi outbond yaitu di Taman Dayu Pasuruan. Peserta outbound ini diikuti oleh Rektor, Pembantu Rektor, Kepala Biro, Kabag, Kasubag, PUMK, dan bendaharwan gaji di lingkungan BAAKPSI dan BAUK UM.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari dari tangga 5 s.d. 6 Februari 2010 ini diisi dengan berbagai kegiatan outbond yang diantaranya; (1) pra kondisi, yang bertujuan membangun semangat tim, disiplin, kebersihan dsan all out, (2) ice Breaking games, yang bertujuan melatih ketanggapan dan melatih konsentrasi, (3) strategy games, yang bertujuan untuk belajar mendukung rekan, belajar sinergi dan membangun strategi, (5) team work games, yang bertujuan membangun sikap melayani dan melatih percaya kepada rekan, dan leadership.

Dalam sambutanya, Rektor UM, Prof. Dr. H. Suparno menyampaikan bahwa diharapkan kegiatan ini akan semakin menjalin keakraban dan mampu meningkatkan semangat kerja para pimpinan. Rombongan kembali ke Malang pada 6 Februari 2010, pukul 14.00.WIB.

Sumber: http://um.ac.id/news/2010/02/307/

Kategori:Pelatihan Tag

UM Gagas Wujudkan International Peace Park (IPP)

Konsep yang dirancang Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat akan mewujudkan International Peace Part (IPP) berlokasi di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang tepatnya di eks Taman Burung Jeru, dengan lahan seluas 11 hektar yang di sumbang oleh Pemkab Malang. Dijadwalkan pertengahan tahun ini, pondasi awal bangunan sudah dimulai dengan anggaran Rp 40 miliar. Universitas Negeri Malang selaku penggagas dan penyusunan konsep telah membuat program untuk mengoptimalkan fungsi IPP nanti. Salah satu program yang sudah disiapkan adalah kerja sama dengan beberapa Negara, khususnya di Asia. Misalnya dengan Australia, Cina, India, Korea, Jepang, serta dua Negara Timur Tengah.

Kerja sama itu tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga program kegiatan. Karena konsep dibangunnya IPP itu adalah sebagai tempat untuk menggembleng keterampilan pemuda dari beberapa Negara. Jadi nantinya perwakilan pemuda dari berbagai Negara berkumpul untuk bertukar pikiran dalam beberapa hal. Mulai dari pemuda yang ahli di bidang teknologi, seni dan budaya, atau ilmu pengetahuan lain.

“Esensinya nanti pemuda dari berbagai Negara saling mengenal satu sama lain. Diharapkan ke depan terbentuk sebuah perdamaian antar negara, karena pemuda yang tergabung adalah calon pemimpin masa depan dari masing-masing Negara, “Imbuh Prof. Dr. Siusana Kweldju, M.Pd Kepala Kerjasama Hubungan Internasional UM.

Menurut Prof. Dr. Siusana Kweldju, M.Pd, “Pihak luar negeri sementara ini masih kita galangkan untuk memberikan sumbangan berupa software, hardware dan primeware. Untuk mewujudkan proyek ini kita membutuhkan dana yang tidak sedikit dan ketekunan yang ekstra ”. Menurutnya , proyek ini tergagas ketika melihat dan mendengar cerita dari anaknya yang saat itu masih sekolah SMP dan melaksanakan kunjungan serupa di Jepang.

Tujuan di adakannya proyek ini adalah sebagai tempat pengembang ketrampilan tentang teknologi sederhana yang mungkin bisa menjadi energi alternatif yang nanti akan timbul dan menjadi konflik akibat krisis energi. Selain itu para pemuda akan mengenal dan memahami ketrampilan serta budaya dari negara lain dan akn di dirikan museum yang menyimpan tentang temuan –temuan sederhan dari semua kalangan pemuda di indonesia khususnya.

Siusana menambahkan, konsep itu sebenarnay sudah ditawarkan UMke pemerintah Provinsidan pusat sejak empat tahun lalu. Hanya saja, konsep itu baru ditanggapi tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bahkah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sudah melakukan survey lokasi di eks Taman Burunng Jeru pada tanggal 29 Januari 2010 lalu. (Budi)

Sumber: http://www.um.ac.id/news/2010/02/301/

Konflik dan Lunturnya Solidaritas Sosial Masyarakat Desa Transisi, oleh: Zulkarnain Nasution

05-02-2010 14:04 humas Tidak ada komentar

Konflik dan Lunturnya Solidaritas Sosial pada masyarakat desa transisi Baca lanjutannya…

Kategori:3-Karya, Artikel Populer Tag

Konsep dan Strategi Pembelajaran Transformasi untuk PLS Oleh M. Djauzi Moedzakir (Ketua Jurusan PLS FIP UM)

04-02-2010 14:38 humas Comments off

pak djauziGBR-REV

A. Pendahuluan

Pembelajaran transformatif merupakan sebuah konsep atau substansi baru tetapi telah menjadi bahan kajian di berbagai bidang, termasuk pendidikan luar sekolah. Substansi ini bahkan telah mulai tampil sebagai sebuah teori yang paling banyak didiskusikan dan diteliti dalam bidang pendidikan orang dewasa selama lebih dari 25 tahun terakhir ini. Teori pembelajaran transformatif telah menjadi wilayah kajian yang ditandai dengan semakin meningkatkan jumlah publikasi jurnal dan penyelenggaraan konferensi internasional dua kali setahun yang secara khusus membahas penelitian tentang pembelajaran transformatif, yang pada saat ini penelitian untuk disertasi saja telah ada lebih dari 50 buah (Taylor, 2007). Pembelajaran transformatif merupakan teori belajar yang unik, abstrak, dan ideal dengan puncaknya yang disebut critical reflection (renungan kritis). Dalam kaitan ini belajar dipahami sebagai sebuah proses pemberian makna baru terhadap pengalaman untuk mengarahkan tindakan mendatang (Mezirow & Associates,1990). Baca lanjutannya…

Kategori:Artikel Populer Tag

PENYUSUNAN JADWAL KULIAH TAHUNAN, KENAPA TIDAK DICOBA

04-02-2010 08:16 Kusmain Tidak ada komentar

Dalam rangka meningkatkan layanan pengambilan matakuliah sesuai dengan sistem kredit yang sesungguhnya, kenapa tidak disusun jadwal matakuliah dalam satu tahun?. Dengan adanya penyajian matakuliah dalam satu tahun, sejak awal mahasiswa sudah dapat merencanakan dengan baik matakuliah yang akan ditempuh pada suatu semester. Demikian juga dosen sudah tahu dan dapat mengagendakan kegiatan akademik lebih awal. Rancangan penyajian matakuliah sudah tersedia dalam Katalog masing-masing jurusan, demikian juga peta kompetensi dan keahlian masing-masing dosen dalam membina matakuliah sudah/harus ada.
Adanya Sertifikasi dosen dan penjaminan mutu akademik, sudah waktunya kompetensi dan keahlian dosen dalam memberikan layanan, diuji dengan menawarkan dosen beserta matakuliah yang dibina kepada mahasiswa. Mahasiswa dapat bebas memilih matakuliah beserta dosennya sesuai dengan hari dan jam yang dikehendaki.

Perlu dicoba?

DUA MAHASISWA UM MENJADI DELEGASI INDONESIA UNTUK PROGRAM “ENCOMPASS JOURNEY OF UNDERSTANDING” DI SCOTLAND

02-02-2010 10:10 Kusmain Tidak ada komentar

Novika Purnama Sari dan Ziadatul Hikmiah terpilih sebagai delegasi Indonesia untuk mengikuti program Encompass Journey of Understanding di Scotland, United Kingdom pada tanggal 14—26 Februari 2010 yang diselenggarakan oleh perusahaan Encompass Trust melalui yayasan The Daniel Braden Reconsiliation Trust. Dua mahasiswa Jurusan Sastra Inggris FS UM ini menjadi delegasi Indonesia bersama dua rekannya, yakni: Andi Dwi Astama (UB) dan Puthu Akbar Duta Hutama (UIN Maulana Malik Ibrahim). Encompass Journey of Understanding merupakan program yang memberikan media yang bisa menjadi sarana promosi budaya dan menjadi wadah untuk membangun komunitas dengan toleransi tinggi dan pengertian di antara berbagai pihak yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Bentuk kegiatannya meliputi outward bound, diskusi, promosi kebudayaan, dan press conference.

Kategori:3-Karya Tag

IDE: Hapus Antrian di Bank

30-01-2010 07:32 Johanis Rampisela 7 komentar

Akhir-akhir ini saya beberapa kali berkunjung ke Bank BTN dan melihat begitu banyak mahasiswa yang antri. Bagaimana kalau pembayaran SPP dilakukan melalui mekanisme potong tabungan mahasiswa? Bukankah dengan demikian tidak ada antrian?

Bu Fatmawati (Kabag Kemahasiswaan) menyampaikan pengalamannya dalam meminta mahasiswa membuka tabungan di bank untuk keperluan transfer uang beasiswa. Mahasiswa keberatan dengan biaya administrasi tabungan. Biasanya bank memerlukan biaya administrasi karena adanya fasilitas ATM. Kalau begitu mengapa tidak membicarakan dengan bank tentang tabungan tanpa biaya administrasi?

Jumat 29 Januari 2010, sore hari, saya mencoba menanyakan kepada Pak Taufiq (staf BTN Malang), ternyata BTN punya tabungan yang bebas biaya administrasi, setoran pertama Rp 50 ribu dan saldo minimum Rp 10 ribu. Nah, tinggal menanyakan kepada bank-bank lain tentang produk serupa.

Jika mahasiwa baru 2010 diwajibkan memiliki tabungan maka pembayaran SPP akan dilakukan melalui pemotongan tabungan dari tanggal sekian sampai dengan tanggal sekian. Nah antrian akan habis dan tidak akan ada lagi uang masuk dari mahasiswa yang tidak jelas penyetornya.

Efisiensi yang luar biasa: tidak ada biaya transpor, tidak ada antrian, tidak ada biaya parkir, waktu libur yang lebih panjang, semua penyetor jelas. Apalagi jika dikombinasikan dengan otomatisasi data bank ke UM melalui pihak switcher. Mari kita bersama mewujudkan hal ini dalam semester Ganjil 2010/2011.

Malang, 30 januari 2010

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak)

IDE: Semester Depan, KRS-an Dimulai Sabtu

27-01-2010 15:55 Johanis Rampisela 6 komentar

Perlu dipertimbangkan memulai KRS-an via Internet pada hari Sabtu-Minggu dan dilanjutkan Senin-Kamis melalui Internet atau intranet. Jumat cetak DHK.

Keuntungannya adalah

1. Mahasiswa tidak berdesakan pada satu tempat karena terdistribusi pada ratusan atau ribuan tempat (warnet, rumah, kampus, dll). Sediakan hotspot outdoor dengan kekuatan yang memadai di kampus.

2. Jaringan kampus dan database bisa digunakan maksimum untuk KRS karena pada hari tersebut karena tidak dipakai untuk pekerjaan rutin.

3. Waktu KRS-an menjadi jauh lebih panjang … Sabtu 24 jam, Minggu 24 jam. Yang cepat bangun dan ada fasilitas Internet bisa memulai pk 00.00 …

4. Jika satu jam menghasilkan 150 KRS maka selama Sabtu dan Minggu akan dihasil 48 x 150 = 7.200 KRS. Hari Senin mestinya tinggal sedikit sekali atau sudah habis, karena berdasarkan pengamatan semester ini, 6.490 mahasiswa yang mengubah KRS via Internet.

Malang, 27 Januari 2010

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK)

Kategori:Fasilitas Akademik Tag

KRS VIA INTERNET UNTUK SEMUA FAKULTAS

25-01-2010 11:14 Johanis Rampisela 67 komentar

Sebenarnya rencana awal, KRS online hanya untuk FIK dan FIS, tetapi pagi ini (Senin 25 Jan 2010), melihat beban server yang sangat tinggi karena banyaknya fakultas yang serempak KRS-an maka diputuskan untuk

membuka KRS via Internet untuk semua fakultas.

Dengan demikian diharapkan waktu pengisian KRS menjadi lebih panjang (karena melalui Internet berarti bisa 24 jam).

Semester depan diharapkan jurusan bisa menyajikan jadwal lebih awal sehingga setelah mahasiswa membayar di bank dan nilai dimasukkan maka mahasiswa bisa KRS via Internet dan tidak ada antrian panjang seperti hari ini (25 Jan 2010).

Malang, 25 Januari 2010

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK)

Kategori:Layanan Prima Tag

UM Memulai KRS Online via Internet untuk FIK dan FIS

23-01-2010 04:16 Johanis Rampisela 21 komentar

UM meningkatkan layanan ke mahasiswa dengan mencoba KRS online via Internet (selama ini via intranet) khusus bagi mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dan FIS (Fakultas Ilmu Sosial). Kedua fakultas ini dipilih dengan pertimbangan karena kedua fakultas baru tersebut masih kekurangan fasilitas komputer sehingga masih kesulitan akses via intranet (dalam kampus).

Mahasiswa FIK dan FIS bisa mengakses KRS melalui internet dan Intranet. Cara menggunakan layanan:

  • Masuk ke alamat http://siakad.um.ac.id
  • Masukkan nama pengguna dan kata sandi
  • Pilih menu KRS Online

Layanan tersebut masih dalam tahap uji coba dan tentunya semester yang akan datang akan diperluas sesuai dengan kemampuan perangkat lunak, perangkat keras, dan jaringan yang ada.

Mohon dukungan dan bantuan semua pihak untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan uji coba ini.

Malang, 22 Januari 2010

Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK)