
Konsep yang dirancang Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat akan mewujudkan International Peace Part (IPP) berlokasi di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang tepatnya di eks Taman Burung Jeru, dengan lahan seluas 11 hektar yang di sumbang oleh Pemkab Malang. Dijadwalkan pertengahan tahun ini, pondasi awal bangunan sudah dimulai dengan anggaran Rp 40 miliar. Universitas Negeri Malang selaku penggagas dan penyusunan konsep telah membuat program untuk mengoptimalkan fungsi IPP nanti. Salah satu program yang sudah disiapkan adalah kerja sama dengan beberapa Negara, khususnya di Asia. Misalnya dengan Australia, Cina, India, Korea, Jepang, serta dua Negara Timur Tengah.
Kerja sama itu tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga program kegiatan. Karena konsep dibangunnya IPP itu adalah sebagai tempat untuk menggembleng keterampilan pemuda dari beberapa Negara. Jadi nantinya perwakilan pemuda dari berbagai Negara berkumpul untuk bertukar pikiran dalam beberapa hal. Mulai dari pemuda yang ahli di bidang teknologi, seni dan budaya, atau ilmu pengetahuan lain.
“Esensinya nanti pemuda dari berbagai Negara saling mengenal satu sama lain. Diharapkan ke depan terbentuk sebuah perdamaian antar negara, karena pemuda yang tergabung adalah calon pemimpin masa depan dari masing-masing Negara, “Imbuh Prof. Dr. Siusana Kweldju, M.Pd Kepala Kerjasama Hubungan Internasional UM.
Menurut Prof. Dr. Siusana Kweldju, M.Pd, “Pihak luar negeri sementara ini masih kita galangkan untuk memberikan sumbangan berupa software, hardware dan primeware. Untuk mewujudkan proyek ini kita membutuhkan dana yang tidak sedikit dan ketekunan yang ekstra ”. Menurutnya , proyek ini tergagas ketika melihat dan mendengar cerita dari anaknya yang saat itu masih sekolah SMP dan melaksanakan kunjungan serupa di Jepang.
Tujuan di adakannya proyek ini adalah sebagai tempat pengembang ketrampilan tentang teknologi sederhana yang mungkin bisa menjadi energi alternatif yang nanti akan timbul dan menjadi konflik akibat krisis energi. Selain itu para pemuda akan mengenal dan memahami ketrampilan serta budaya dari negara lain dan akn di dirikan museum yang menyimpan tentang temuan –temuan sederhan dari semua kalangan pemuda di indonesia khususnya.
Siusana menambahkan, konsep itu sebenarnay sudah ditawarkan UMke pemerintah Provinsidan pusat sejak empat tahun lalu. Hanya saja, konsep itu baru ditanggapi tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bahkah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sudah melakukan survey lokasi di eks Taman Burunng Jeru pada tanggal 29 Januari 2010 lalu. (Budi)
Sumber: http://www.um.ac.id/news/2010/02/301/
Komentar Terbaru