Video Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos Bagi Masyarakat Karya KKN UM 2021

Proses pengolahan kompos

Salah satu kegiatan KKN Universitas Negeri Malang (UM) adalah Pembuatan video pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bekerja sama dengan ikatan kelompok swadaya masyarakat (IKAMSI) Dusun Mulyosari Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan upaya memperkenalkan cara pengolahan sampah organik menjadi kompos agar setiap saat dapat dipelajari secara mandiri dan mudah disebarkan kepada masyrakat lainnya melalui media sosial.

Survey Tempat Pengolahan Sampah di TPS “KAMSI” RT 02

Dosen pembimbing lapangan KKN, Drs. H Bambang Djatmiko, S.T. , M. T. mengatakan menyampaikan “dengan terwujudnya video pengolahan sampah menjadi komspos diharapkan bisa memberikan kemudahan warga desa mempelajarinya, dengan cara melihat video secara berulang-ulang serta memudahkan untuk disebar luaskan ke warga lainya. Apalagi, dimasa pandemi covid-19 ini setiap warga tidak boleh berkumpul, cukup melihat video di rumah masing-masing,” ujarnya.

Danita selaku koordinator pembuatan video menjelaskan tahapan kegiatan ini. Disampaikannya, “Kegiatan diawali, pemaparan materi yang dilakukan di TPS Kamsi pada minggu ke 4 KKN pada 6 Maret 2021 oleh 5 mahasiswa KKN UM, dan diikuti 4 pengurus TPS dan 10 warga masyarakat, ujarnya.

Adapun tahapan dalam pembuatan video ini yaitu tim mahasiswa KKN berkunjung ke Desa secara bergilir untuk membuat dekomposter yang berfungsi mempercepat pembusukan yang dengan peralatan  dan bahan yaitu ember plastic 25 liter, pengaduk dan gelas ukur, air leri , dedek pakan bebek, rumen kambing, ragi dan air tebu yang dicampur dalam ember plastik dengan perbandingan 10 volume leri ditambah 1 volume tetes tebu ditambah 5 butir ragi dan ditambah 1 Kg rumen kambing. Selanjutnya bahan-bahan tersebut dicampur dalam ember plastik diaduk secara merata, ditutup dan di diamkan selama 3 minggu.  Metode pembuatan ini dinamakan Mikroorganisme Lokal (MOL).

Tahap kedua yaitu menyiapakan sampah rumah tangga organik dari sisa sayuran, buah-buahan, dan sampah tumbuhan lainnya untuk dipilah-pilah. Kemudian sampah hasil seleksi dicacah hingga kurang lebih 2 cm menggunkan alat pencacah organik Hatappo 200 atau juga bisa menggunakan pemotong manual pisau atau pedang. Selanjutnya dikeringkan secara alami dengan bantuan sinar matahari, selama 3 hari.

Tahap ketiga, dekomposter yang sudah jadi disemprotkan sehari 2 kali pagi dan sore pada sampah kering hingga merata, agar sampah dan dekomposter tidak  berantakan, sampah ditaruh pada terpal plastik setebal kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan terpal serta didiamkan selama 21 hari agar terlindung dari sinar matahari maupun hujan .

Tahap keempat, yaitu  proses packing dengan ditimbang per 5 Kg  kompos dikemas dalam plastik kedap udara, dan kemudian kompos siap didistribusikan dan dijual. Video yang berisi proses tahap satu hingga tahap empat dapat dilihat dan didownload youtube KKN UM Donomulyo 2021; https://www.youtube.com/watch?v=rptG3kZWaBk

Pengurus Desa, warga, beserta pengurus TPS Kamsi sangat senang dan mendukung terhadap kontribusi mahasiswa KKN UM dalam pembuatan video edukasi tutorial pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos ini. Pengusrus TPS Kamsi berharapa melalui kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan khususnya bagi masyarakat Desa Donomulyo serta memperkenalkan ke khalayak umum tentang potensi yang terdapat di Desa Donomulyo.

Post Author: Admin Berkarya