BERENANG DI LAUTAN DARAH

BERENANG DI LAUTAN DARAH Oleh: Djoko Rahardjo*) Disuatu tempat, dimanapun kita berada, entah kapan—kini atau esok, pastilah selalu berhadapan dengan maut. Sadar atau tidak bahwa takdir manusia ditentukan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Siapun kita. Apapun kedudukan kita. Itulah perjalanan hidup yang harus dilalui oleh setiap insan. Memang benar, setiap manusia memiliki takdirnya sendiri-sendiri. Tetapi […]

Mengkritik sebuah karya fotografi – menjadi kritikus foto

Berteman dan berbagi pengetahuan adalah hal yang diwajibkan bagi setiap insan. Masing masing orang memilih dan menentukan cara mereka berteman dan berbagi pengetahuan, berkumpul dengan teman yang memiliki kesamaan kesukaan. Beberapa mahasiswa dari kampus UM memilih jalur fotografi sebagai ranah bertemannya. Adalah Fadli Rozy (Teknik) sebagai fotografer, Bony Rambatan (FS) sebagai talent, dan Eny Erawati […]

DI PEMBARINGAN KEDAMAIAN PAK JO TIDUR

DI PEMBARINGAN KEDAMAIAN PAK  JO TIDUR Oleh Djoko Rahardjo*)   Siang  itu matahari besinar agak redup, seakan ikut berduka atas kepergian Drs. Johanis Rampisela, M.S untuk selama-lamanya.  Di dalam Istana  Jalan Cikurai 11, Kota Malang terasa hening dan syahdu.  Di sana telah tidur dalam kedamaian seorang guru yang penyabar, penyantun, penyayang dan pengamal ilmu yang […]

Antara Rich Dad dan Rhoma Irama

Robert Kiyosaki berargumen orang kaya adalah investor. Mereka dapat mengelola hutang kemudian mengembangkanya menjadi laba. Hingga akhirnya kreditor (bank dan non-bank) ikhlas memberikan uangnya. Saya bukan ahli ekonomi (rekan-rekan dari Fakultas Ekonomi lebih paham masalah ini). Menurut orang-orang penganut paham Rich Dad, saya adalah orang kuno. Keputusan saya menjadi pekerja kemudian menabung dan mengharap negara […]

Tentang Puisi Alay

Ferril Irham Muzaki Mahasiswa Sastra UM   Saya menyadari setelah bergelut dengan sastra sekian lama. Ingatan saya berputar tahun 2007. Untuk pertama kalinya saya menulis puisi. Saya berusaha mengingat-ingat kepuasan batin saat pertama kali menyelesaikan puisi sepanjang tiga baris itu. Rasanya kalau boleh dianalogikan, seperti baru saja menyelesaikan skripsi sepanjang 75 halaman standar Universitas Negeri […]