Sejak tanggal 25 Agustus 2008, warga UM mempunyai tempat menyampaikan keluhan/ucapan selamat/pengumuman di website UM yaitu melalui SUARA KITA (http://suara.um.ac.id). Juga tempat untuk menyampaikan pendapat/prestasi yaitu melalui BERKARYA (http://berkarya.um.ac.id). Selain website utama UM, SUARA KITA dan BERKARYA menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh warga UM. Sejumlah penulis dan komentator bermunculan. Para penulis BERKARYA antara lain […]
Category: Artikel
SARAN: Ubah Bandwidth Internasional ke Campuran
KONDISI PENGADAAN BANDWIDTH UM Pada tanggal 29 November 2011, UM menetapkan PT Telkom sebagai penyedia bandwidth 32 Mbps campuran (domestik dan internasional) dengan nilai kontrak Rp 660 juta/tahun. Kondisi: layanan ini sudah dipakai. Pada tanggal 24 Februari 2012, UM menetapkan PT Telkom sebagai penyedia bandwidth 32 Mbps internasional dengan nilai kontrak Rp 484 juta/tahun. […]
“Jejak Digital” Kita di Website UM
Kita dapat menggunakan fasilitas pencarian Google untuk mencari jejak digital kita di dunia maya. Misalkan, kita ingin mengetahui berapa banyak nama “johanis rampisela” atau “johanis a rampisela” atau “johanis agustinus rampisela” yang ada di website UM. Masuk ke Google lalu beri perintah berikut: “johanis rampisela” OR “johanis a rampisela” site:um.ac.id maka diperoleh angka 15.500. Jadi […]
Evaluasi Subdomain um.ac.id Edisi 17 Februari 2012
Metodologi evaluasi subdomain um.ac.id: Subdomain yang dievaluasi hanya subdomain dari um.ac.id. Subdomain diperoleh dari link yang ada pada halaman utama um.ac.id. Indikator penilaian adalah tanggal tulisan terbaru dan jumlah halaman (Google). Nilai tulisan adalah 0-100. Nilai halaman dinormalisasi ke 100 untuk nilai tertinggi. Nilai total = 50% nilai tulisan + 50% nilai halaman. Malang, […]
Sindrom Peterpan (Tidak ada kaitan dengan Band Peterpan Indonesia)
Pada awalnya, para Peterpan mengalami banyak penolakan, saat beraksi waktu SMA. Mereka tentu ditolak oleh orang tua si gadis dan si gadis itu sendiri. Masalahnya, penolakan itu bukannya membuat para Peterpan ciut nyali. Mereka malah bekerja keras di berbagai bidang yang mereka kuasai, menulis opini di media massa misalnya. Semakin menemui rintangan dan kegagalan, para Peterpan malah semakin berani berspekulasi dan bekerja keras. Hasil akhirnya, mereka menjadi lebih sukses dari pada orang-orang yang tidak terkena sindrom ini.
