Pada awalnya, para Peterpan mengalami banyak penolakan, saat beraksi waktu SMA. Mereka tentu ditolak oleh orang tua si gadis dan si gadis itu sendiri. Masalahnya, penolakan itu bukannya membuat para Peterpan ciut nyali. Mereka malah bekerja keras di berbagai bidang yang mereka kuasai, menulis opini di media massa misalnya. Semakin menemui rintangan dan kegagalan, para Peterpan malah semakin berani berspekulasi dan bekerja keras. Hasil akhirnya, mereka menjadi lebih sukses dari pada orang-orang yang tidak terkena sindrom ini.
