Pengembangan Model Permainan Sirkuit Untuk Menstimulasi Keterampilan Keseimbangan Pada Kegitan Ektra Kurikuler Push Bike KB -TK Laboratorium Universitas Negeri Malang

Rabu, 10 Agustus 2022 Tim Penelitian dari Tim Dosen PG PAUD Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan TK-KB Laboratorium  Universitas Negeri Malang.. mengadakan kegiatan tepatnya di KB-TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Dimana dalam kegiatan ini tim peneliti membentuk suatu kegiatan berupa Ekstrakurikuler Pushbike bagi anak-anak di Tk tersebut. Dari kegiatan penelitian ini kami dari tim penelitian memiliki tujuan membentuk kegiatan Ekstrakurikuler ini yaitu untuk mengembangkan model permainan sirkuit dan juga untuk menstimulasi keterampilan, keseimbangan pada kegiatan Ekstrakurikuler Pushbike di KB-TK Laboratorium Universitas Negeri Malang.

Kegiatan Ekstrakurikuler Pushbike ini merupakan kegiatan baru atau bisa dibilang pertama kali yang diselenggarakan oleh tim penelitian di KB-TK Laboratorium Universitas Negeri Malang dan juga merupakan Ekstrakurikuler baru di Tk tersebut. Tim peneliti akan melaksanakan dalam kurun waktu 6 bulan, dimana dalam 1 minggunya dilaksanakan 1 kali pertemuan yakni setiap hari rabu yang kurang lebih diikuti oleh 18 anak dengan dibawah bimbingan pelatih  Ahmad Victoria dan Farid Junaidi, beserta dengan ketua peneliti  Dr. Pramono S. Pd, M.Or yang beranggotakan Dr. Arbin Janu, S, S.Pd., M.Pd, Drs. I Wayan Sutama M.Pd, dr. Anindya Hapsari M.Kes, Rahayu Asyhari, S.Pd, penelitian tersebut juga diikuti oleh 6 mahasiswa yaitu Fatimatuz Zahro, Isna Retno Sari, Ajeng Galuh Pratiwi, Maya Rahmah Dian, Farida Nur Maulidya, dan Ainul Nur Khusna.

Pushbike adalah sepeda roda dua tanpa kayuhan, tanpa rantai dan sistem penggerak. Pushbike hanya dirancang dan diperuntukkan untuk anak usia dini. Belajar pushbike membutuhkan koordinasi otot yang berpengaruh pada kekuatan tangan dan kaki, kekuatan akan berpengaruh juga pada aspek psikologisnya terutama sosial emosinya. Selain itu, pushbike dapat membantu anak untuk melatih keseimbangan (balance) sejak dini. Sehingga dapat diketahui bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu dengan belajar pushbike anak-anak akan lebih mudah menggerakkan kemampuan otot kaki dalam bersepeda, sehingga relatif dapat menumbuh rasa percaya diri; dengan belajar pushbike maka anak akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya (kognitif); dan dengan aktivitas pushbike anak akan memiliki kesempatan untuk menjelajah dan menuruti rasa ingin tahunya, sehingga memiliki waktu untuk mengeksplorasi wawasannya terutama dengan lingkungannya.

Penulis: Dr. Pramono S. Pd, M.Or

Post Author: humas admin