Oleh Anita Julia, S-1 Pendidikan Ekonomi
Kristal bening membasahi pipi anak kecil itu
Jerit pilunya menambah suramnya langit
Semut-semut berlarian
Terluntang lantung mencari perlindungan
Ini hanyalah cerita tetapi nyata
Antara kobaran api dan kerasnya batu

Ingatkah?
Ingatkah kau?
Ingatkah kau kepada pohon tempat kelahiranmu?
Dimana pengorbanan tertuju pada kebaikan kalian kelak
Tahukah?
Tahukah kau?
Tahukah kau berpijak di tanah mana?
Dimana tanah ini telah bercampur menjadi satu
Tetapi…..
Apa yang kalian debatkan?
Radikalisme atau komunisme?
Agresif atau diktaktor?
Membuat genderang perang
Yang membuat bumi pertiwi semakin merana
Tidak adakah yang berpikir demikian?
Wahai saudaraku setanah air
Renungkanlah ucapanku
Bhineka Tunggal Ika
Bukanlah kalimat, bukanlah simbol
Itu adalah cerminan dari tanah kita
Tanah yang membentuk ikatan saudara
Yang tak terpisah oleh siapapun, kapanpun
Dan apapun yang terjadi
