REMBULAN TERSENYUM DI LANGIT MELONGOANE
(Bagian Ke-7)
Oleh: Djoko Rahardjo*
| “Bangun tidur kuterus mandi. Tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi kutolong Ibu. Membersihkan tempat tidurku”. Kita semua pernah mengalami masa kecil. Tentu hafal dengan lirik lagu ini. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Talaud akan berbunyi seperti di bawah ini. |
| “Mabangunna wuassu atatiilanna parorone yau mandeno |
| see tawelai maaburi mamaresing isi |
| Wuammandeno yau mallarima si mamau |
|
namaresing atatiilanna”. |
| Lalu apa hubungan lagu tersebut dengan Pak Amin Sidiq dan kawan-kawan? Bukankah mereka sudah bukan anak-anak lagi? Nanti dulu…. Sabar…, tentu masih relevan dengan peristiwa yang akan dialami oleh Pak Amin Sidiq. Begini kisahnnya…. |
| Ketika malam mencekam. Ombak laut perairan Sulawesi Utara bergulung-gulung sambil bercengkerama dengan ikan-ikan, dan rembulan pun menyapa bintang gemintang di cakrawala dengan senyum keindahan. Di sana…, di dalam kapal, tlah terbaring anak-cucu Adam yang sedang dibuai mimpi-mimpinya. Salah satu cucu Adam itu bernama Drs. Amin Sidiq, M.Pd, Kepala BAKPIK UM yang mengalami kejadian seperti di bawah ini. |
| “Braaak…! Suirrr….Tik-tik-tik…!” |
| “Haaah…! Apa ini? Waduh…, jangan-jangan ada sesuatu yang tumpah dari tempat tidur atas”. |
| Sambil mengusap tubuhnya yang tersiram “cairan” serta dengan gerak reflek menciuminya: |
| “Ini bukan air mineral. Kuah sayur asam? Biasanya bau kuah masakan tidak begini! Ini beda…, kok baunya pesing. Apa anak kecil yang ada di ranjang atas saya ini, ngompol? Kalau si kecil yang ngompol sih…, nggak apa-apa. Waduh…, jangan-jangan yang mengompol itu ibunya!” Dengan rasa penasaran, beliau berdiri dan melongok ke arah sumber “mata air”. Apa yang terjadi? Ikuti cerita berikutnya! Hehehe…. |
BERSAMBUNG …
Melongoane-Talaud- Sulut, 3 Oktober 2012
*) Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sarana Akademik BAKPIK UM

