Apa pendapat Anda ketika siang hari harus menyalakan lampu?

Pembaca yang budiman, apa pendapat Anda ketika matahari bersinar “terang benderang” harus/wajib menyalakan lampu sepeda motor?

Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tetang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 107:
ayat (1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.
(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Sanksi pelanggaran:
Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

1. Apakah semua pengendara sepeda motor di Indonesia penglihatannya “sudah tidak sehat” bahasa Jawanya “beleken”?
2. Apakah DPR RI dan Pemerintah RI sudah pernah mengadakan penelitian bahwa menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari dapat mengurangi kecelakaan?
3. Kalau jawaban dari dua pertanyaaan tersebut tidak signifikan. Apakah pasal 107 ayat (2) dapat dimintakan uji materi ke Mahkamah Konstitusi RI?

Malang, 4 Januari 2011
Djoko Rahardjo, Subbag Sarana Pendidikan BAAKPSI UM

Post Author: Djoko Rahardjo

24 thoughts on “Apa pendapat Anda ketika siang hari harus menyalakan lampu?

    Daeng

    (12 Maret 2012 - 11:15)

    Bagi saya sendiri,…
    Mau gimana lagi itu, mereka yang membuat dan berkuasa… Rakyat ma just ikut doang… tapi klo gini trus… jangan salahkan klo terjadi protes dimana2 karena kebijakan yang belum tentu jelas.
    Walaupun beberapa negara mengakui itu sbagai kebenaran, tp kan di Indonesia tercinta ini belum bisa dijadikan satu kebenaran.
    Cuma bagaimana memberantas oknum petugas yg memberlakukan undang2 tersebut untuk kepentingannya sendiri…

    meikato

    (23 Februari 2012 - 13:24)

    itulah bisanya aparat dinegara kita,hanya bisa ngerjain rakyat kecil (pengendara mtr hanya di kalangan menengah)mereka tidak berani pd kalangan tingkat atas karna bekingnya tinggi tinggi,d inilah peraturan untuk rakyat kecil melindungi ato mecurangi rakyat ?hapus saja peraturan menyalakan lampu utama tidak berguna hanya pembodohan saja.

    kocant

    (19 Februari 2012 - 08:22)

    SAYA PIKIR ITU ADALAH SUATU PEMBOROSAN ENERGI….
    DIMANA SIANG HARI ITU SUDAH ADA SINAR MATAHARI.DAN MENYALAKAN LAMPU DISIANG HARI MENURUT SAYA MALAH MEMBUAT SILAU,
    KENAPA HANYA RODA 2 SAJA YG DIWAJIBKAN MENYALAKAN LAMPU DISIANG HARI,,,,,,HAL INI BISA MEMBUAT AKI MENJADI TEKOR BOROS+CEPAT RUSAK. ..

    ucup

    (17 Februari 2012 - 14:03)

    Percuma protes Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tetang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 107 kesan kemari, ama anggota DPR tidak di gubris…! karena anggota DPR sekaranag lagi menutup mata ama rakyatnya dan memperkaya diri sendiri meskipun rakyat lagi kesusahan.!
    Toh sekarang UUD tsb sudah berjalan dan banyak memakan korban tilang polisi. “Uhuuiiii…. panen nih…? ada Undang-undang baru tuh” guman mereka.

    GEMA

    (11 Februari 2012 - 17:33)

    ……………

    GEMA

    (11 Februari 2012 - 17:32)

    BENAR SAYA SETUJU DENGAN BAPAK ANDRI, !!!

    Sintia

    (15 Desember 2011 - 11:18)

    sampai saat ini sebaiknya jangan ngurus lampu, tapi yang terpenting adalah ngurus koruptor…. hehehhe,
    salam untuk semua pencinta “hemat energy”

    Yadi

    (22 Juli 2011 - 00:17)

    Yang jelas peraturan /UU itu dibuat pasti ada kepentingannya. di sini yang jadi pertanyaan pun sudah jelas, yaitu untuk kepentingan siapa UU itu dibuat? ya jelas untuk kepentingan rakyat semua terutama pengguna jalan. Nah kalo ditanyakan kembali, rakyat yang mana? rakyat yang jadi pengusaha bola lampu apa rakyat pengguna sepeda motor pada umumnya? Ini yang ane masih bingung ….

    joni

    (8 Juli 2011 - 10:47)

    kalo dulu kan kalo ngak ada pentil sepeda motor ditilang. karena kalo spd motor lagi jalan sukar untuk dilihat. makannya UUD pake lampu motor dinyalain aja biar bisa dilihat.

    celestin

    (15 Juni 2011 - 14:43)

    aturan menyalakan lampu kendaraan roda dua di siang hari benar2 harus dikaji ulang, jangan cuma memakai dalih demi keamanan di jalan. coba deh diteliti apa dampaknya bagi lingkungan hidup, apakah cuaca yang sudah panas ini perlu di tambah panas lagi dengan menyalakan lampu di siang hari? jika udara makin panas apa dampaknya terhadap lapisan ozon bumi kita. bukankah sebaiknya pak polisi itu lebih baik mendidik masyarakat untuk tertib berlalu lintas, berkendara dengan hati-hati, pilah-pilah kondisi mana yang mengharuskan kita menyalakan lampu atau tidak perlu menyalakan lampu, dan terutama PERBAIKI DULU FASILITAS JALAN RAYA, BUKAN MEMBUAT PERATURAN YANG MENJEBAK MASYARAKAT AGAR KENA DENDA TILANG LEBIH BANYAK DENGAN ATURAN YANG KURANG DIKAJI DAN KETIDAK SEMPURNAAN DAN KEBOBROKAN FASILITAS JALAN RAYA. APA GUNANYA MENGGUNAKAN DALIH KESELAMATAN DI JALAN RAYA, KALAU TERNYATA JUGA MENYEBABKAN KERUSAKAN ALAM, BOROS ENERGI, YANG AKHIRNYA JUSTRU MEMBAWA DAMPAK LEBIH BURUK, KEMATIAN BAGI LEBIH BANYAK ORANG KARENA RUSAKNYA BUMI……

    Haritsah

    (18 Maret 2011 - 22:09)

    Tidak setuju.. Boros energi..

    eny erawati

    (12 Maret 2011 - 04:59)

    maksud sederhana komentar saya,
    ketika lampu menyala siang siang, tapi mendung, mungkin memang membuat kita kelihatan.
    tapi ketika lampu menyala siang siang, ketika matahari sudah sangat menyilaukan, yang ada malah lebih silau.
    makin ndak kelihatan lah.

    (jangan sampai ke bahasan kelvin kelvin an cahaya nih)

    manusia

    (23 Februari 2011 - 07:44)

    Tujuan lampu sepeda motor menyala, BUKAN untuk pengendara itu sendiri. tapi agar KITA DILIHAT oleh pengendara LAIN. Biar kita ‘slamet’ gitu lhooo…

    eny erawati

    (21 Februari 2011 - 22:47)

    saat matahari sedang senang bercanda,
    menghasilkan panas yang luar biasa,
    dan intensitas pendar warna yang menyilaukan mata,
    seperti beberapa minggu terakhir saya keliling bersepeda,
    maka, ya,
    saya tidak melihat alasan yang lebih baik dari mematikannya.
    negara lain merasa perlu menyalakannya meski siang hari di daerahnya,
    karena matahari tidak berada tepat diatas kepalanya
    mereka, seterik teriknya siang, tak mengenal 0 derajat matahari tepat diatas kepala
    dengan pendar refleksi, refraksi dan illuminasi yang menyilaukan mata.
    maka ya, penelitiannya, bernilai ‘penting’ bagi mereka.
    saya, sebenarnya tidak bisa melihat mana logika good value nya di negara kita.
    tapi saya menyalakannya, karena ingin patuh pada pak polisi saja.
    meski mengomel di setiap harinya.

    Listyorini Aljabari

    (11 Februari 2011 - 16:03)

    SAYA TIDAK SETUJU.
    1. Lampu disiang hari malah membahayakan pengendara yang berpapasan karena silau. itu yang selalu saya rasakan kalau sedang mengendarai mobil dan berpapasan dengan pengendara motor yang menyalakan lampunya.
    Saya belum pernah berpapasan dengan mobil yang menyalakan lampu disiang hari, mungkin silaunya akan lebih lagi, karena lampunya ada dua. Atau mungkin pengendara mobil padaumumnya lebih rasional, tidak mudah mengikuti anjuran yang tidak jelas bukti kebaikannya.
    2. Boros energi.
    3. Boros bola lampu.

    Sebaiknya kepolisian RI belajar lebih banyak dan lebih cerdas supaya tidak mudah ikut2an yang belum tentu applicable di sini.

    Salam.

    ekowahyu

    (10 Februari 2011 - 07:52)

    1. Sebenarnya aturan ini masih debatable alias layak untuk dipredebatkan. Bahkan detik dot com memuat tulisan tentang ulasan dari perlu tidaknya pabrikan Honda untuk mengaplikasikan Daylight Running Lights (DRL) pada produknya (lihat: http://us.oto.detik.com/read/2011/02/08/184158/1563872/648/honda-pasang-daytime-running-lights-jangan-cuma-habisin-aki)

    2. Jika memang tujuannya untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan, kenapa tidak merevisi UU Nomor 14 Tahun 1992 dan Pasal 72 PP Nomor 43 Tahun 1993, tentang Prasarana dan Lalu Lintas; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi dimana pada UU dan PP tersebut diatur tentang penggunaan sirine dan lampu rotator. Sekalian saja dicabut tuh UU dan PP sehingga semua kendaraan terutama roda dua diperbolehkan untuk memasang lampu rotator atau hazard saat berjalan yang otomatis jauh lebih mencolok mata daripada DRL.

    3. Negara-negara di Eropa dan Amerika mewajibkan DRL karena pertimbangan kondisi geografis dimana mereka mengalami salah satu musim yang secara otomatis mengharuskan adanya lampu menyala bahkan pada siang hari, yakni musin dingin yang bersalju. Pada musim salju, jangankan malam hari, siang hari saja sinar matahari tidak dapat membantu banyak dan jarak pandang mungkin hanya beberapa meter saja. Kondisi ini juga terjadi di Indonesia, tapi tidak ada kaitannya dengan Salju, melainkan hujan abu seperti pada saat Gunung Merapi meletus, kebakaran hutan di Kalimantan, atau saat seperti sekarang ini di wilayah Lumajang dan Probolinggo ketika Gunung Bromo memuntahkan abu vulkaniknya.

    4. Mengutip istilah orang jawa, segala sesuatunya itu kenapa tidak menggunakan prinsip “sak madya” saja… jadi tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Kalo dirasa perlu menyalakan lampu karena kondisi jarak pandang yang kurang, ya silahkan, kalo terang benderang, klakson dan lampu sein berfungsi normal, kenapa tidak memanfaatkan kedua hal tersebut?

    5. Edukasi tentang safety riding jauh lebih mengena daripada menerapkan aturan yang hanya akan digunakan oleh aparat tidak bertanggung jawab untuk mencari-cari kesalahan pengendara.

    moga-moga tidak melenceng dari topik

    ekowahyu-fs um

    aan

    (9 Februari 2011 - 11:29)

    GAK SETUJU BANGET…
    pasal ini hanya untuk menguntungkan pihak polisi,,,apa gunanya surat motor lengkap,,,gara2 lampu g nyala masih kena denda…emang terangya matahari masih kurang cukup y..ampe harus ditandingi dengan nyalanya lampu motor?????
    Kalo untuk alsan keamanan kenapa LAMPU MOBIL juga g sekalian wajib di nyalakan……..padahal penyebab kecelakaan kan bukan hanya sepeda motor doank…….LAMA2 ATURAN YANG ADA MAKIN ANEH AJA…..

    Johanis Rampisela

    (8 Februari 2011 - 18:08)

    Sudah banyak penelitian tentang manfaat menyalakan lampu di siang hari (banyak di internet) antara lain laporan penelitian di USA, Australia, dan Singapore. Diuji 12-24 bulan dan hasilnya: tingkat kecelakaan turun 10-30%. Hasil penelitian umumnya sangat meyakinkan sehingga sangat banyak negara yang menerapkan aturan tersebut. Sudah puluhan tahun hal ini diteliti sehingga mereka yang mengikuti perkembangan keselamatan dalam bidang transportasi tidak pernah mempersoalkan lagi hal tersebut. Juga sudah diteliti warna lampu apa yang sebaiknya dipakai.

    Berikut ini beberapa negara yang menerapkan:
    * North Carolina: 1973,
    * Canada: 1 Desember 1989,
    * Australia: 1992,
    * Indonesia: 2009.

    Bahkan penelusuran lewat Google menghasilkan bahwa American Motorcyclist sudah memiliki kesadaran ini dan mengkampanyekannya SEJAK SEPTEMBER 1966.

    Faul

    (8 Februari 2011 - 16:46)

    Pembuatan peraturan sudah pasti ada alasannya.
    Coba kita semua berpikir lebih luas, bukan hanya sebagai pengendara sepeda motor.
    Kita tahu jalan raya milik semua kendaraan, keselamatan bersama sesama pemakai jalan raya adalah salah satu pendorong munculnya ide menyalakan lampu “KAPANPUN” (mengutip komentar @motor “tomy”) bagi pengendara roda 2.
    Kalau kita mengemudikan roda empat tentu letak spion sebelah kiri jauh dari kita, kita “lebih mudah melihat” sepeda motor yang menyalakan lampu daripada tidak, penampakan sosok sepeda motor di spion sisi kiri mobil sangat kecil, tidak seperti penampakan pada spion sepeda motor.
    Keselamatan BERSAMA adalah lebih utama. Kita semua memmpunyai hak yang sama untuk menggunakan jalan raya.

    Fa’ul, FS-UM.

    wawan

    (8 Februari 2011 - 15:39)

    bkin pabrik lampu makin jaya saja…..

    dyah

    (8 Februari 2011 - 15:10)

    tidak setuju…………
    saya pernah menemukan ada oknum polisi yg tidak menyalakan lampu motor sesuai aturan dg spion terpasang 1.

    ipung y

    (8 Februari 2011 - 10:24)

    Ngawur!! Aturan itu dibuat hanya untuk membuat sebanyak-banyaknya aturan sehingga polisi bisa menilang lebih banyak orang. Nanti nya demi alasan keamanan juga dibuat aturan pengendara motor wajib mengenakan atau memakai jaket kulit. Nantinya juga dibuat lagi aturan sepeda motor wajib mengenakan sepatu lars seperti sepatunya pembalap MotoGP (dengan alasan keamanan juga).

    Motor

    (7 Februari 2011 - 14:37)

    Saya tidak setuju dengan ‘bunyi’ aturan “…pada siang hari..” ==> dapat menimbulkan multi tafsir. siang hari itu ‘pas’nya jam berapa? apakah mulai jam 9-15? jam 10-14?
    Apabila kena tilang jam 15:30 krn tidak menyalakan lampu, bolehkah ‘membela diri’ dg mengatakan bahwa skrg sudah sore hari (bahwa lampu hanya wajib menyala pada SIANG HARI).
    Ini bisa jd pasal karet utk menjebak pengendara motor. Mungkin akan lebih baik jika pasal tsb langsung saja mewajibkan menyalakan lampu utama KAPANPUN spd motor dipakai/sedang dipakai.

    Saya SETUJU dg maksud (keamanan) menyalakan lampu spd motor (saat kapanpun, tidak siang hari saja, bisa pagi, sore apalagi malam).

    andri

    (4 Februari 2011 - 11:11)

    Sebenarnya kurang pas apabila siang hari menyalakan lampu, sebenarnya menyalakan lampu pada siang hari banyak mudorotnya dari pada baiknya. Saya sudah dua kali mengganti bolam lampu dalam 3 bulan gara-gara menuruti undang lalu lintas, kata montir saya putusnya bolam lampu saya karena kepanasan kerena digunakan terus-menerus. Mungkin iya dimintakan uji materi ke Mahkamah Kunstitusi RI.

Komentar ditutup.