Kontribusi Subdomain UM per 7 Mei 2011

PENDAHULUAN

LCWCU UM (http://lcwcu.um.ac.id) meneliti kontribusi subdomain yang ada di website UM. Indikator yang diukur adalah indikator yang diperhitungkan dalam pemeringkatan Webometrics. Nilai juga dihitung dengan metodologi Webometrics.

HASIL PENGUKURAN

Klik gambar untuk memperbesar.


KESIMPULAN

  1. Subdomain yang “BERKEMBANG” adalah subdomain yang diperhatikan secara langsung oleh pimpinan tertinggi unit kerja atau sukarelawan.
  2. Banyak subdomain yang “PINGSAN” karena tidak diisi dengan informasi terbaru.
  3. Subdomain Community yang punya kontribusi sangat besar, sedang “SAKIT” karena security server ditembus oleh peretas (hacker).
  4. Subdomain BLOGS yang punya kontribusi nomor satu (8.000 rich files), sudah “MATI” karena security server ditembus oleh peretas, semua file dihapus, dan sistem backup tidak berfungsi.
  5. Beberapa sukarelawan “MUNDUR” karena tidak ada dukungan.

 

PENUTUP

UM mempunyai sejarah yang baik dalam pemeringkatan Webometrics yaitu sejak Juli 2009 – Januari 2011 dengan pencapaian peringkat Dunia: 2791, 1256, 1744, 1018 dan peringkat Indonesia: 13, 6, 12, 10. Tinggal sedikit lagi, UM akan berhasil masuk 1.000 besar dunia.

Walaupun ada pihak yang tidak antusias dengan pencapaian pemeringkatan Webometrics, LCWCU berpendapat bahwa UM perlu memberi perhatian pada pemeringkatan ini. Ini salah satu pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang sudah mulai mendapat kepercayaan. Selain itu, prestasi UM dalam pemeringkatan lainnya belum sebaik di pemeringkatan Webometrics. Jangan sampai terjadi

Mengharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.

Mari kita kembangkan subdomain yang berada di um.ac.id.

Malang, 7 Mei 2011

Johanis Rampisela (Peneliti LCWCU)

Post Author: Johanis Rampisela

8 thoughts on “Kontribusi Subdomain UM per 7 Mei 2011

    Luthfi

    (12 Mei 2011 - 12:36)

    ada seminar di LIPI Jakarta
    http://nstdforum.pappiptek.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=56&Itemid=72

    mungkin tema pengukuran perkembangan iptek bisa diracuni pake webometrics Pak Jo 🙂

    Moch Syahri

    (7 Mei 2011 - 18:27)

    May, dan Pak Jo, saya setuju dengan Bapak. Hendaknya data tersebut dapat dijadikan bahan koreksi bagi kita semua. mau atau tidak, era sekarang ini, komunikasi lewat web merupakan sarana yang efektif dan relatif murah, sayangnya belum semua civitas menyadari itu. Data yang Pk Jo sajikan menunjukkan itu. Kalau lihat web lembaga-lembag lain, terasa sekali bahwa mereka banyak aktivitas yang membuat orang lain ingin mengakses. untuk ke arah sana, kita harus benar-benar kerja keras. Membikin web mudah, tetapi merawat web sangat sulit. hanya orang-orang yang serius saja yang bisa. sukses untuk UM

    Isa Muhammad Said

    (7 Mei 2011 - 11:36)

    ikut menyimak pemeringkatan webomatrics UM :)) \m/

    Johanis Rampisela

    (7 Mei 2011 - 11:12)

    @Sdr Michael, saya senang mengikuti perkembangan pemeringkatan Webometrics sehingga mengadakan penelitian dalam bidang Webometrics. Juga sudah 3 kali mengadakan lokakarya Webometrics dan sekali menjadi narasumber dalam pelatihan Webometrics. Lihat cerita tentang lokakarya/pelatihan tersebut di http://lcwcu.um.ac.id/?tag=lokakarya-webometrics.

    Agar UM bisa mempertahankan prestasi atau berprestasi lebih baik lagi maka setiap unit kerja perlu meningkatkan kontribusinya. Subdomain yang dikelola oleh sukarelawan juga perlu didukung agar terus berkembang.

    Peningkatan layanan teknologi informasi untuk keperluan internal tidak boleh ditinggal karena justru itulah kewajiban yang utama.

    michael

    (7 Mei 2011 - 10:52)

    Ya, saya lihat memang ada penurunan semangat beberapa rekan untuk mempertahankan peringkat Webometrics ini, termasuk saya tentunya. Malah saya pernah menduga, UM tidak ingin mempertahankan peringkat ini lagi dan mengalihkan perhatiannya ke hal lain, seperti penggunaan TI untuk menyederhanakan alur registrasi. Ternyata dugaan saya salah. 🙂

    Kembali ke topik, nampaknya subdomain belajarit.um.ac.id masih sangat potensial untuk dikembangkan. Kalau memungkinkan, bisa dikembangkan menjadi tutorial.um.ac.id. Jadi, tidak terbatas pada IT.

    Beberapa waktu lalu, ada mahasiwa yang meminta agar pusat TIK mengadakan pelatihan pembuatan blog, forum, e-learning. Beberapa dosen pun sebenarnya ingin membuat blog.

    Kendala yang dihadapi mahasiswa: Ada yang belum tahu cara membuat dan mengisinya.
    Kendala yang dihadapi dosen: Ada yang belum tahu cara membuat dan mengisinya. Selain itu, faktor WAKTU juga menjadi kendala tersendiri bagi dosen.

    Hmm…

    Sebagai alumnus dan mahasiswa, saya juga punya mimpi untuk web UM, apa itu? Tampaknya saya akan menulisnya di artikel tersendiri.

    Michael
    (Alumnus FS, Mahasiswa PABTI)

    Johanis Rampisela

    (7 Mei 2011 - 10:35)

    @Pak Moch Syahri, saya berharap tulisan ini menjadi bahan evaluasi diri pengelola subdomain sehingga subdomain yang sudah BERKEMBANG semakin BERKEMBANG, yang SAKIT menjadi SEHAT kembali, yang PINGSAN menjadi SADAR kembali, yang MATI menjadi BANGKIT kembali.

    May

    (7 Mei 2011 - 10:30)

    @Moch Syahri: Tak perlu menduga buruk tentang pimpinan, yang penting bagaimana tindak lanjutnya …

    Moch Syahri

    (7 Mei 2011 - 08:53)

    masukan berharga bagi para pimpinan. Jangan-jangan sebagian besar pimpinan masih belum siap memasuki era IT modern?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *