POHON LINDUNG BERBUNGA SUMBANGAN ALUMNI

Sumbangan Alumni Fak. Sastra Jurusan Bahasa Inggris
Pada hari Jum’at, 15 Maret 2013 Universitas Negeri Malang mendapat kiriman pohon dari alumni Jurusan Bahasa Inggris Angkatan 1971/70++ IKIP Malang (dulu).  Bapak Murdibjono (Ketua IKA UM) atas nama Universitas Negeri Malang mengucapkan terima kasih atas perhatian dan juga atas respon yang sangat positif terhadap keinginan kami untuk berdharma bakti dengan ikut berperan serta membantu memperindah dan menghijaukan kampus kita tercinta.
Pohon sumbangan yang datang sebagian besar adalah jenis pohon pelindung yang berbunga.  Istilah pelindung dipakai karena jenis tanaman ini banyak ditanam sebagai pohon peneduh.  Tanaman ini berpotensi menjadi sangat besar, baik dahan maupun cabangnya, terutama pada batang utama.  Manfaat tanaman adalah untuk mengurangi gas-gas yang diproduksi oleh kendaraan bermotor, dan digunakan untuk berfotosintesis oleh tumbuhan.  Bahkan ada beberapa jenis tanaman yang punya kemampuan besar dalam menyerap gas karbon dioksida.  Pohon trembesi (Samanea saman), dan Cassia (Cassia sp) merupakan salah satu contoh tumbuhan yang kemampuan menyerap CO2-nya sangat besar hingga mencapai ribuan kg/tahun.
Adapun pohon-pohon pelindung berbunga yang disumbangkan oleh Alumni Jurusan Bahasa Inggris tersebut antara lain:
1.  Cassia Grandis (pink)    
Nama umum di Indonesia adalah Johar, Melayu – Buah kote mamak.  Pohon tropis asli Amerika ini mempunyai pembungaan yang spektakuler menampilkan massa bunga pink salmon dalam kelompok yang terbuka dari tunas mauve merah muda di musim semi.  Bunga-bunga dari Cassia grandis benar-benar indah yang melingkupi daun pada saat perbungaan.  Dalam budidaya dapat diperlakukan sebagai pohon semak atau pohon kecil tetapi dalam lingkungan aslinya dapat tumbuh sampai 15 meter.  Tumbuhan berbunga berpembuluh yang menghasilkan biji suku polong-polongan berkeping dua.  Pohon ini memiliki dua kali musim berbuah pertahun, buah dapat dimakan dan dikonsumsi oleh penduduk setempat.
Kerabat Dekat tumbuhan ini adalah Ketepeng Cina, Sena, Trengguli, Johar, Senting, Kedinding, Johar, Enceng-enceng, Kembang Kuning, Ketepeng Kecil, Garesiana.

 

 

2.   Kigelia Pinnata

Bersambung…..

Noor Farochi – Kabag UHTBMN

 

Post Author: Noor Farochi

2 thoughts on “POHON LINDUNG BERBUNGA SUMBANGAN ALUMNI

    diding

    (17 April 2013 - 16:38)

    Setahu saya, pemotongan pohon palem di mulai dari jalan Cakrawala (dahulu Gombong). Berlanjut di jalan kembar sebelah Selatan gedung Perpustakaan, dan yang terkini, di halaman gedung Perpustakaan. Saya termasuk yang menyayangkan pemotongan tersebut, karena pohon telah tumbuh bertahun-tahun dan dalam kondisi sehat. Kenapa harus dipotong?
    Pada tulisan “Ketidak Jelasan Pemotongan Pohon Palem di Perpustakaan UM”, Pak Noor menulis di kolom komentar sebagai berikut: “…..sedangkan pohon palm hanya besar saja dan menurut informasi yg ada, akarnya mengganggu tanaman didekatnya dan sangat menyerap air…..”.
    Kalimat “menurut informasi yang ada” , perlu dijelaskan lebih lanjut. Artinya, informasi yang ada itu apa dan dimana? Harus merujuk justifikasi hasil penelitian yang membuktikan bahwa memang pohon palem menyerap banyak air, sehingga mengganggu tetangga sebelah.
    Demikian pula pada tulisan ini, harusnya meyakinkan pembaca dengan memberikan bukti hasil penelitian siapa, bahwa pohon ini memang lebih baik (dari segi ilmu lingkungan hidup) daripada pohon palem dalam menyerap C02. Bukan sekedar mendiskripsikan tentang pohon ini secara fisik. Apabila memang ada kajian akademik berupa hasil penelitian tentang keunggulan pohon ini dari pada pohon palem, pemotongan dapat diterima. Kalau tidak mengacu hasil penelitian, jangan-jangan pemotongan dilakukan “hanya karena“ bisikan eyang subur? Atau hal lain yang tidak ilmiah. Mohon untuk tulisan sambungan disertai hasil studi banding keunggulannya dibanding pohon palem secara ilmah, sehingga lebih obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Terima kasih.

    Diding Kusumahadi
    Pegawai Subag Umum dan BMN
    Fakultas Ekonomi

    suhartono

    (17 April 2013 - 10:12)

    Subhanallah, memang indah walau cuma melihat gambarnya, dan itupun masih salah satu dari ciptaan Yang Maha Indah, kalau yang mengakui fenomena langka itu adalah dari hati tentu kita akan merasa sangat sayang jika tidak merawatnya…lalu rencana penanamannya dimana pak ? kalau boleh sekedar usul, bagaimana jika setiap pohon teduh yang besar di UM ini batangnya ditempeli tanaman anggrek?

Komentar ditutup.