THE POWER OF LOVE
BAGIAN I
Oleh: Djokako Rahardjo*
|
Cinta memiliki beribu-ribu makna bahkan berjuta-juta makna. Telah banyak puisi cinta yang tercipta. Setiap waktu telinga kita mendengar lagu cinta. Cerita cinta tak kan pernah habis ditelan masa, Cinta adalah perjuangan. Cinta adalah kekuatan. Sungguh dahsyat energi cinta, melebihi energi nuklir pembangkit turbo prop maupun turbo jet yang terpasang pada kapal induk Amerika. Energi cinta sanggup mendorong roket untuk menjelajahi ruang angkasa, yang berkelana dari planet yang satu ke planet yang lainnya. |
|
Pada kesempatan ini penulis mencoba menceritakan kembali kisah cinta Sawitri dengan Setiawan. Dalam kisah Mahabarata versi Wayang Purwa atau Wayang Jawa, Sawitri dan Setiawan hanya menempati “celah” yang kecil dari isi kandungan kisah Mahabarata. Meskipun demikian, sungguh indah kisah cinta mereka dan layak untuk dijadikan pelajaran bagi kawula muda. Setiap penulis memiliki gaya bahasanya sendiri. The Power of Love ini sengaja ditulis dengan bahasa campuran: bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Kawi, bahasa Gaul, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Marilah kita awali kisah ini dengan “tembang” yang dilantunkan oleh Diva Pop Dunia dari Kanada, Celine Dion dengan judul lagu “The Power of Love”.
|
| The whispers in the morning Of lovers sleeping tight Are rolling like thunder now As I look in your eyes I hold on to your body And feel each move you make Your voice is warm and tender A love that I could not forsakeCause I’m your lady And you are my man Whenever you reach for me I’ll do all that I canEven though there may be times It seems I’m far away Never wonder where I am Cause I am always by your sideCause I’m your lady And you are my man Whenever you reach for me I’ll do all that I canWe’re heading for something Somewhere I’ve never been Sometimes I am frightened But I’m ready to learn Of the power of loveThe sound of your heart beating Made it clear Suddenly the feeling that I can’t go on Is light years away
Cause I’m your lady And you are my man We’re heading for something
|
| Bisikkan di pagi hari Cinta yang tak pernah tidur Sekarang bagaikan guntur yang menggelegar Ketika kutatap matamuDiriku bersandar pada tubuhmu Dan merasakan setiap gerakan tubuhmu Suaramu hangat dan lembut Sebuah cinta yang tak dapat kulepaskanKarena aku wanitamu Dan kamu adalah lelakiku Setiap kali kamu menyentuhku Aku akan melakukan semua yang ku bisaMeskipun beberapa kali kurasakan Sepertinya aku jauh Jangan pernah bertanya-tanya di mana aku Karena aku selalu di sisimu Karena aku wanitamu Dan kamu adalah lelakiku Setiap kali kamu menyentuhkuAku akan melakukan semua yang kubisa Kami sedang menuju sesuatu Di tempat yang belum pernah aku singgahi Kadang aku takut Tapi aku siap untuk belajar Dari kekuatan cintaSuara detak jantung mu Menjelaskan Tiba-tiba perasaanku mengatakan tidak bisa pergi Adakah jalan hidup untukku?Karena aku wanitamu dan kamu adalah lelakiku Setiap kali kali kamu menyentuhku Aku akan melakukan semua yang kubisaKami sedang menuju sesuatu Di suatu tempat yang belum pernah aku singgahi Kadang aku takut Tapi aku siap untuk belajar Dari kekuatan cinta
(MOHON MAAF BILA TERJEMAHAN INI ANDA RASAKAN KURANG TEPAT).
|
|
Sudah banyak para raja muda yang melamar Dewi Sawitri, Putra Raja Matswapati dengan Dewi Hapsari dari Kerajaan Madras tetapi semua ditolaknya. Ayah dan Bundanya merasa heran. Para raja yang melamarnya rata-rata berwajah tampan dan masih muda belia. Mengapa Sawitri menolaknya? Ada apa dengan Sawitri? Sebetulnya…, Sawitri sudah memiliki tambatan hati tetapi tidak berani mengatakannya. Berhari-hari dia menyimpan dukanya. Sebagai seorang gadis yang cerdas dan sholihah (berbudi pekerti yang luhur) maka dia melaksanakan puja brata/bersemedi (Sholat Tahajut). Di dalam keheningan malam maka datanglah Sanghyang Narada menghampirinya. Terjadilah dialog seperti berikut ini.
|
| “Becik matura ingkang prasojo nini!”
“Pukulun…, waleh-waleh menapa ribeting manah kula ingkang mboten saget nampi pepadhang menika? Kaparenga paduka angayomi miwah ing wejarno! Ing pundi margine pepadhang?” |
| “Sebaiknya berbicaralah dengan terus terang, anak manis!”
“Wahai dewa…, terus terang mengapa keruwetan hati/pikiran saya tidak dapat menerima cahaya petunjuk ini? Mohon paduka melindungi serta menjabarkan! Dimanakah jalan untuk mendapatkan cahaya petunjuk?” |
| Pembaca yang budiman…, mohon bersabar karena cerita ini akan berlanjut pada bagian ke-2. |
Malang, 12 September 2012
*) Pembantu Pimpinan pada Subbag Sardik BAAKPSI UM

Comments are closed.