Packaging dan Digital Marketing Ikan Asap Pantai Prigi Trenggalek Program Pengabdian Dosen-Dosen UM

Usai Kegiatan Tim Pelaksana Pengabdian melakukan foto bersama dengan sebagian peserta. Tampak di dalam foto, Prof. Rina Rifqi, Kepala Desa Tasikmadu (Wignyo Handoyo), dan Assoc. Prof. Muntholib.

Prigi – Tim Dosen Universtias Negeri Malang (UM) yang dipimpin Pakar Tata Boga, Prof. Rina Rifqi Mariana menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek dengan tema “Meningkatkan Branding Ikan Asap melalui Packaging dan Digital Marketing.” Sasaran kegiatan ini adalah Pengusaha Ikan Asap Tradisional Pantai Prigi dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan ini melibatkan 6 orang dosen UM lainnya, yaitu Assoc. Prof. Dr. Muntholib, M.Si. (Kimia FMIPA), Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn., Yon Ade Lose Hermanto, S.Sn, M.Sn. (Desain Komunikasi Visual FS), Wahyu Nur Hidayat, M.Pd., Fuad Indra Kusuma,S.Pd, M.Pd., Prof. Dr. Andoko, S.T., M.T., dan Assoc. Prof. Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. (FT).

Dalam pengantarnya, Assoc. Prof. Dr. Muntholib mengemukakan bahwa secara alamiah perekonomian suatu wilayah akan dikuasai oleh mereka yang mempunyai kreativitas, kemampuan, dan keberanian dalam berwira usaha. Oleh karena itu perlu upaya supaya perputaran ekonomi suatu wilayah dapat dijalankan dan dinikmati oleh semua warga.

Packaging Ikan Asap menggunakan Vacuum Sealer. Di dalam kemasan tidak ada oksigen yang dapat mengoksidasi ikan sehingga daging ikan tetap segar, enak dan bergizi meskipun lama disimpan di dalam freezer

Untuk menginisiasi gagasan tersebut, Tim Pelaksana Pengabdian membidik pasar ikan premium melalui pemasaran hybrid online-offline. Untuk menghasilkan ikan dengan kualitas premium, pengusaha perlu mengolah ikan premium seperti tengiri, berbagai jenis kakap, bawal hitam, berbagai jenis kerapu, layur, tuna, dan lain-lain dengan cara yang sehat sehingga cita rasa dan nilai gizi ikan tidak berubah serta mengemasnya secara aseptik sehingga ikan tidak mudah rusak atau mempunyai daya simpan yang lama. Ikan hasil olahan yang telah dikemas kemudian disimpan di dalam freezer dan dijual dengan cara online-offline. Penjualan ikan cara hybrid online-offline bisa dilakukan oleh semua warga masyarakat yang telah memiliki gawai sehingga berkah perikanan Pantai Prigi dapat dinikmati oleh semua warga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo, menyebutkan bahwa saat ini kualitas ikan asap Pantai Prigi kurang terjaga karena pengolahan dan penyimpanannya dilakukan secara tradisional. Keadaan seperti ini kurang memuaskan pelanggan sehingga tidak mau lagi membeli ikan asap Pantai Prigi. Beliau sangat berharap UM berkenan memberikan pendampingan kepada pengusaha ikan asap dan masyarakat sekitarnya sehingga keadaan tersebut dapat diatasi. Tidak lupa beliau juga menyampaika terima kasih yang tulus dan berjanji hendak menyampaikan gagasan ini kepada Bupati Trenggalek, Muchammad Nur Arifin alias Gus Ipin.

Dalam kegiatan ini, Prof. Rifqi menjelaskan manfaat pengasapan ikan secara ilmiah. Namun demikian, proses pengasapan ikan terlalu rebyek dan memakan waktu lama. Masih diperlukan inovasi pengolahan ikan yang lebih sederhana tetapi rasa dan nilai gizi ikan tidak mengalami perubahan sebagaimana pengasapan ikan.

Pakar Desain Komunikasi Visual, Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., memaparkan teknik membuat flyer promosi produk yang mudah, cepat, dan bagus menggunakan Software Canva. Beliau memaparkan bahwa promosi sebaiknya tidak langsung menawarkan produk, tetapi didahului dengan informasi menarik mengenai latar belakang kekhususan produk dan semacamnya. Andreas juga memaparkan bahwa saat ini media sosial semacam WA, instragram, dan facebook telah menjelma menjadi media yang efektif untuk memasarkan produk. Flyer promosi ikan olahan yang sehat dan hygienis yang dibuat menggunakan Software Canva kemudian dapat di-upload dan di-share melalui media sosial WA, facebook, maupun instagram.

Pada akhir kegiatan, Prof. Rina didampingi oleh Tim Pelaksana menyerahkanan Mesin Packaging Vacuum Sealer dan Freezer Sharp FRV-300 kepada Bu Muzainab, wakil masyarakat pengasap ikan

Dalam kegiatan ini, Tim Pelaksana juga mempraktekkan penggunaan vacuum sealer dalam packaging ikan asap. Packaging produk makanan, termasuk ikan asap, menggunakan vacuum sealer dapat menghasilkan kemasan yang bebas air dan udara sehingga produk makanan yang dikemas tidak rusak karena aktivitas mikroba di dalam air dan oksidasi oleh oksigen di dalam udara sehingga makanan kemasan yang dihasilkan dapat disimpan dalam waktu lama, lebihlebih bila penyimpanannya dilakukan di dalam freezer.

Post Author: humas admin