Membedah Hubungan Budaya Jawa dengan Islam

Malang. Budaya Jawa memang tidak bisa dipisahkan dari budaya Islam, terlebih mulai dari nilai tata hidup hingga kosa kata Jawa yang banyak menggunakan Bahasa Arab. Hubungan itu dijelaskan secara lengkap ketika dilakukan bincang buku kala membedah buku berjudul Saya, Jawa, dan Islam. Bincang buku yang dilakukan Sabtu malam (25/5) sekitar pukul 20.00 ini dilakukan di Kafe Pustaka Universitas Negeri Malang (UM). Dalam kegiatan ini dihadiri Irfan Afifi sang penulis buku dan juga Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd guru besar Sastra dan Bahasa Indonesia dari UM sebagai pembedahnya.

Dalam kesempatan ini, Prof. Djoko menerangkan bahwa Jawa dan Islam tidak bisa dipisahkan. Terlebih dosen yang juga sebagai Kepala Perpustakaan UM ini menegaskan bahwa ketika ada yang mau memisahkan antar kedua hal itu malah akan menjadi keliru. Hal itu bukan tanpa alasan, salah satunya  dilihat dari segi kosakata dalam kamus Bahasa Jawa tak kurang dari 10 ribu kosakata Bahasa Jawa mengadopsi Bahasa Arab. “Dengan 10 ribu kata itu artinya dalam keseharian orang Jawa berkomunikasi dengan kosakata yang dibawa oleh budaya Islam,” ungkapnya.

Selain dari segi bahasa, Djoko menerangkan pasca perang Jawa atau perang di masa Diponegoro ini Belanda merasakan traumatik pada orang Jawa. Dari perang itu Belanda merasakan betapa berpengarunya ajaran Islam pada masyarakat Jawa. Terlebih masyarakat Jawa tidak bisa hidup tanpa nafas Islam. “Melihat hal itu kemudian Belanda berusaha memisahkan Jawa dengan Islam,” terang dosen Sastra dan Bahasa Indonesia ini.

Guna memisahkan  keduanya itu, Belanda pun menggagas Institute Javanologi di Jogjakarta untuk merumuskan kembali standar budaya Jawa ala Belanda. Dengan institute itu Belanda merumuskan ulang pola kejawaan, prosa-prosa, dan serat-serat. Dari situlah dibuatlah pemahaman bahwa nafas Jawa yang asli itu adalah budaya Hindu-Budha dan kejayaan Jawa itu ada di masa Majapahit. Dengan taktik Belanda itulah kemudian Islam dijadikan sebagai unsur pengganggu yang datang dari luar. “Institute Javanologi itu adalah cikal bakal studi Jawa Universitas Leiden Belanda saat ini,” ungkapnya.

Masih banyak hal yang dibedah oleh Prof Djoko dari buku itu seperti dia menyinggung Serat Hidayati karya Ronggo Warsito itu sejatinya mirip dengan Bidayatul Bidayat karya Al-Ghazali. Beberapa penjelasan Prof. Djoko dibenarkan oleh Irfan sang penulis. Dalam kesempatan itu, Irfan lebih menjelaskan bagaimana caranya dia mengumpulkan serat-serat yang berhubungan dengan budaya Jawa dan Islam hingga terciptalah buku ini. “Cukup sulit memang awalnya, tapi saya cukup menikmatinya,” ujarnya.

Irfan menerangkan perjuangan terberatnya adalah ketika mengumpulkan serat-serat asli untuk menjamin keontetikan isi bukunya tersebut. Untunglah dari pengalamannya ketika belajar di studi filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) dia mengetahui rujukan-rujukan penulis-penulis filsafat karya filsuf dunia yang memberinya wawasan tentang filsafat Jawa ini. “Terlebih dari situlah saya memahami bahwa filsafat Jawa jauh lebih lengkap dari filsafat-filsafat luar negeri,” tegas Irfan.

 

Penulis: Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Post Author: Admin Berkarya

1 thought on “Membedah Hubungan Budaya Jawa dengan Islam

    Geneva Skeens

    (18 Juli 2019 - 04:02)

    Hey, triwhynt!

    Do you not wish you were Instagram cool?

    Ever wondered how to be an Instagram Influencer?

    Now, imagine that it is Friday and you have just woken up from a sound sleep.

    You roll over in bed to check your cellphone.

    Opening up Instagram.

    Youare flabbergastered at what you see: Over 738 likes on a single one of your pictures! There, you can see a a huge amount of likes on your pictures–over 738 on a single photo alone.

    Heading to the kitchen, you put the kettle on for some coffee and check your Instagram while you wait.

    Presto! Another 63 likes.

    And another message just popped up. It is from one of your followers asking about your diet, and congratulating you on your third official month of going to the gym.

    As you read it, you begin to smirk. It is a super hot person, and they love your posts.

    As you sip your tea, you start typing up your response. But then your phone buzzes.

    Oops, another message. But you can’t hit them back—you’ve got to hit the gym.
    Listen, triwhynt, most people just aren’t in control of their life. Heck, they can’t even get themselves to munch a balanced brekky, much less hit the gym.

    My job is to take people from Instagram anonymous to Insta-celebrity. (It sounds ridiculous, but results do not lie.)

    Now, what if you increased your popularity by 100%, or 1000%?

    Truth is, it is not the most difficult thing in the world to get more. As an example, all the old pros use our website.

    In just minutes after posting, we get your images piled with likes.

    With this you have a big chance to be featured in the “Top Post” section.

    Sound too good for reality? Just follow these steps to get a taste:
    1. Click https://jabbertune.club
    2. Enter your Instagram username.
    3. The 3 pictures you posted last will receive 10 – 15 likes. Just like that.

    Hitting the Top Post page will 10X your Instafame. But you have got to do more than just want it–you have got to do something about it. Are you willing?

    Happy image-uploading.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *