Mepe Galon, Inovasi Mahasiswa Kampus III UM Kurangi Impor Garam

Angka kebutuhan garam nasional yang mencapai 4,5 juta ton. Angka ini tidak sebanding dengan produksi garam nasional yang diprediksi hanya berkisar 1,43 juta ton. Jika pemerintah hanya mengandalkan prduksi garam lokal maka akan terjadi krisis garam yang sangat besar. Setidaknya ada 75% kebutuhan garam nasional tidak akan terpenuhi. Hal ini yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan izin impor sebesar 3,016 juta ton untuk garam industri di tahun 2018. Inilah alasan mahasiswa Kampus III Universitas Negeri Malang (UM), yakni Putri Rosilia, Ika Febriana Wati, dan Putri Septi Mawar Dianti mencetuskan ide Mepe Galon (Metode Pembuatan Garam Lokal Semi Modern).

Melalui metode ini waktu yang diperlukan lebih singkat, mulai dari masuknya air ke lahan penampungan air muda hingga sampai ke penampungan air tua membutuhkan waktu 15-20 hari. Dan pada meja kristalisasi membutuhkan waktu 5-8 hari. Sedangkan hasil kristal garam yang didapatkan sekitar 4  kali lebih banyak daripada pada  metode pembuatan garam tradisional. Sehingga bisa dikatakan bahwa Mepe Galon dapat menghasilkan garam dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembuatan garam lokal secara tradisional.

Dengan metode pembuatan garam semi  modern terdapat konrol kualitas air laut, filtrasi pada saluran-saluran air, penjernihan dari impuritis menggunakan larutan Na2CO3 dan NaOH. Metode tersebut akan meningkatkan hasil produksi garam lokal.

Selain itu juga dengan mendesain tambak garam tradisional menjadi tambak garam semi modern. Desain tambak menjadi semi modern bertujuan untuk mengintensifkan fungsi tiap petak-petak lahan. Lahan pembuatan garam lokal setidaknya harus terdiri dari saluran masuk dan keluar air laut ke tambak, lahan penampungan air muda, lahan peminihan, dan meja kristalisasi. Untuk membuat tambak menjadi semi modern dapat  ditambah dengan lahan penampungan air tua dan adanya sistem ulir pada saluran yang menghubungkan lahan peminihan satu ke lainnya. Pemodifikasian meja kristalisasi juga penting dilakukan karena di lahan inilah air laut dijadikan kristal-kristal garam. Meja kristalisasi dapat diperluas dan dijadikan tahan cuaca untuk menghindari kegagalan panen akibat cuaca yang tidak menentu.

Kelompok yang diketuai Putri ini mengutarakan bahwa manfaat bagi petani adalah memberikan inovasi metode pembuatan garam yang menghasilkan garam dengan kualitas dan kuantitas yang baik, membantu permasalahan petani mengenai metode yang tahan segala cuaca, dan menambah referensi metode pembuatan garam dengan waktu produksi yang lebih cepat. Selain itu juga bagi masyarakat akan membantu dengan memenuhi kebutuhan garam nasional dan mengarahkan masyarakat untuk menggunakan dan mencintai produk dalam negeri.

Penulis: Tismen Yoga Pradana

Post Author: Arvendo Mahardika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *