Outbond Pejabat UM

Dalam rangka peningkatan motivasi kerja pimpinan unit di lingkungan BAAKPSI dan BAUK, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan outbond. Jum’at, 5 Februari 2010 Rektor memberangkatkan 40 peserta outbond yang akan segera menuju ke lokasi outbond yaitu di Taman Dayu Pasuruan. Peserta outbound ini diikuti oleh Rektor, Pembantu Rektor, Kepala Biro, Kabag, Kasubag, PUMK, dan bendaharwan gaji di lingkungan BAAKPSI dan BAUK UM.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari dari tangga 5 s.d. 6 Februari 2010 ini diisi dengan berbagai kegiatan outbond yang diantaranya; (1) pra kondisi, yang bertujuan membangun semangat tim, disiplin, kebersihan dsan all out, (2) ice Breaking games, yang bertujuan melatih ketanggapan dan melatih konsentrasi, (3) strategy games, yang bertujuan untuk belajar mendukung rekan, belajar sinergi dan membangun strategi, (5) team work games, yang bertujuan membangun sikap melayani dan melatih percaya kepada rekan, dan leadership.

Dalam sambutanya, Rektor UM, Prof. Dr. H. Suparno menyampaikan bahwa diharapkan kegiatan ini akan semakin menjalin keakraban dan mampu meningkatkan semangat kerja para pimpinan. Rombongan kembali ke Malang pada 6 Februari 2010, pukul 14.00.WIB.

Sumber: http://um.ac.id/news/2010/02/307/

Post Author: Johanis Rampisela

25 thoughts on “Outbond Pejabat UM

    aminarti siti wahyuni

    (24 Maret 2010 - 09:26)

    @indah
    Sebelumnya terima kasih atensinya, karena etos kerja yang diharapkan adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan dan bermotivasi tinggi mengambil resiko dalam mengejar tujuannya, maka kegiatan yang dilakukan dengan waktu 2 hari adalah outdoor actifities, feedback, dan fun outbound.
    Kurikulum kegiatannya kami susun sebagai berikut:
    – Pembukaan:
    1. Pembagian grup
    2. Penghormatan bendera
    3. Doa
    4. Menentukan yell team
    5. Sambutan pimpinan
    – Pra kondisi:
    1. Sit down stand up
    2. Menentukan yell group: membangun semangat tim
    3. Menentukan komitmen: disiplin, all out
    – Ice breaking games:
    1. Lets friend: melatih ketanggapan
    2. Says buss: melatih konsentrasi
    – Strategy games:
    1. Hole trans: belajar mendukung rekannya
    2. Water trans: membangun sinergi
    3. Paper walk: membangun strategi
    – Team work games:
    1. Spider rope: membangun sikat melayani
    2. Trust fall: membangun rasa percaya orang lain
    3. Water wall: leadership
    – One for all games: build a flag: membangun solid team work
    – Penutupan:
    1. Kesan pesan
    2. Feed back
    3. Sambutan
    4. Group the winner
    5. Doa
    6. Selesai

    Ok Bu Indah semoga bermanfaat.

    Salam, yuni,
    Kabag PSI-UM

    indah

    (22 Maret 2010 - 14:09)

    boleh tau kurikulumnya kaya apa ?
    thanx
    indah/pegawai/Kominfo/Bekasi

    Eko Wahyu Setiawan

    (18 Februari 2010 - 07:48)

    memang outbond bisa dikatakan sangat-sangat perlu untuk membentuk kerjasama tim, rasa percaya diri, mempupuk rasa kepercayaan antar teman/kolega. Mungkin kegiatan seperti ini perlu diagendakan secara rutin, yang tidak hanya di tingkat UM tetapi juga di tingkat-tingat fakultas.

    Saya sendiri tiap minggu juga melakukan kegiatan “outbond” ke gunung mujur, gunung banyak, gunung bromo, gunung panderman, pujon, kebun teh, bedali, poncokusumo, wajak dan lokasi-lokasi lain yang bisa ditempuh oleh sepeda / sepeda motor. Selain untuk penyegaran, juga mempupuk rasa kesetiakawanan dengan sesama karena kegiatan-kegiatan seperti ini sangat menuntut kerjasama tim, saling percaya dan melatih mencapai konsensus bersama untuk mencapai tujuan.

    semoga kegiatan kantor seperti ini benar-bendar dapat memberikan suasana baru sehingga peningkatan kinerja dapat diraih oleh semua pihak.

    Rudi R Widodo

    (10 Februari 2010 - 15:08)

    Luar Biasa tapi biasa saja, Bapak bapak dan ibu ibu yang terhormat yang barusan outbond selamat bisa melakukan kegiatan semacam itu. Salut…semoga tujuan dari kegiatan tersebut tidak semata mata sebagai “refreshing” tapi lebih dari itu lebih kepada semangat dan kinerja yang jauh lebih baik. Tapi alangkah lebih baik lagi kalau staff juga di libatkan dan “ditularkan” sampai ke unit unit lainnya agar ada keseimbangan semangat, kerjasama dll…kapan giliran staff ya ?

    fatma

    (10 Februari 2010 - 12:16)

    @Ivan
    Pernyataan Sdr. Ivan yang intinya: …kasus beasiswa kita yang tidak tepat sasaran. Tengok saja maba 2009 yang belum apa-apa sudah dapat beasiswa langsung….” Saya perlu meluruskan pernyataan anda, bahwa beasiswa yang diberikan kepada maba 2009 sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak pemberi dana. Kalau beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa lama, justru itu yang tidak tepat sasaran. Beasiswa yang untuk mahasiswa lama sudah tersedia tersendiri. Jadi pihak pengelola harus melaksanakan program beasiswa ini sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh pemberi dana. Sayang sekali anda tidak menuliskan identitas.
    Terima kasih. Salam
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan

    Rocky

    (10 Februari 2010 - 11:07)

    @NoorFarochi
    AKU

    Kalau sampai waktuku untuk outbound
    ‘Ku mau tak seorang kan merayu untuk behenti
    Tidak juga kau wahai para pengritik mahasiswa

    Tak perlu sedu sedan itu naik bis berlabelkan UM

    Aku ini pegawai negeri
    Dari UM yang barusan Outbound

    Biar peluru menembus kulitku
    Aku tetap meradang menerjang

    Luka dan bisa kubawa berlari saat outbound
    Berlari
    Hingga hilang pedih peri habis outbound

    Dan aku akan lebih tidak perduli

    Aku mau outbound seribu tahun lagi

    gamma

    (9 Februari 2010 - 21:06)

    gamma -alumni
    siip.. emang udah waktunya ada refreshing bagi pimpinan di lingkup UM..
    mungkin di lain waktu bisa sama staffnya buat masing-masing unit/biro.. agar kinerjanya bisa lebih efektif… biar hemat buat aja di kampus.. kan banyak lahan yang bisa ‘dimanfaatkan’..

    linda w. (alumni)

    (9 Februari 2010 - 16:13)

    out bond, luar biasa! buktinya, komentar-komentarnya saja heboh,apalagi out bondnya? ini bkn majas ironi lho. he…he….he…

    Noor Farochi

    (9 Februari 2010 - 14:05)

    @fatma
    Waah…. Kalau Bu Fatma sejak masuk jadi PNS tahun 1986 baru dapat “charge” berupa outbond, saya malah sejak tahun 1980, artinya “baru” 30 tahun sejak masuk IKIP Malang baru dapat “charge” berupa outbond.
    Jadi bagi saya, ini menjadi hal yang “rrrrr ruar rrr biasa”; kalau di (sub) unit lain, kegiatan sejenis itu sangat … sangat …. dan sangat biasa, tentu sudah sering dong, … bagaimana caranya dapat dana untuk kegiatan ini?.
    Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan semakin menjalin keakraban, dapat mengurangi stress karena beban kerja yang menumpuk dan mampu meningkatkan semangat kerja para pimpinan serta ada kebersamaan dan bersilaturrahmi untuk meningkatkan harmonisasi antar unit kerja khususnya BAAKPSI dengan BAUK.

    Noor Farochi – BAAKPSI

    fatma

    (9 Februari 2010 - 11:41)

    @Johanis Rampisela
    Woow Pak Jo, tidak hanya sejak 2 Juni 2008 tetapi sejak saya masuk jadi PNS tahun 1986 ya baru kali ini dapat “charge” berupa outbond. Bagi kami kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan harmonisasi antar pimpinan unit kerja khususnya BAAKPSI dengan BAUK.
    Kami di Bagian Kemahasiswaan memang sudah beberapa kali menyelenggarakan outbond untuk peserta LKMM, tetapi pengalaman sebagai peserta baru kali ini.
    Mudah-mudahan kami bisa senantiasa terus meningkatkan kinerja dan layanan terbaik bagi UM.
    Terima kasih. Salam
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan

    fatma

    (9 Februari 2010 - 11:25)

    @Rocky
    Tolong tunjukkan beasiswa jenis apa dong yang harus cepat cair? Ada 14 jenis beasiswa. Juga tunjukkan jati diri anda dong?
    Terima kasih. Salam.
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan.

    Ivan

    (9 Februari 2010 - 10:44)

    Mengapa soal pendanaan kegiatan ini tidak diberitakan?
    Lalu bagaimana dengan kasus beasiswa kita yang tidak tepat sasaran?
    tengok saja maba 2009 yg belum apa2 sudah dapat beasiswa langsung, gimana bos?

    Rocky

    (9 Februari 2010 - 10:15)

    Pantaskah….????Tolong bapak-2 yang outbound merenung…..Tolong. sejarang itu krisis ekonomi….Hebat…..Berarti beasiswa harus cepat cair dong????Buktinya….Bikin Outbound aja bisa????Berarti punya duit dong buat besiwa?????Lanjutkan………Outboundnya

    Noor Farochi

    (9 Februari 2010 - 10:05)

    @Rocky
    Bandingkan sendiri dengan manfaat yang bisa diperoleh dari tujuan outbond

    Rocky

    (9 Februari 2010 - 09:39)

    Pantaskah??????Di saat krisis ekonomi mengadakan outbound??????

    Senan

    (9 Februari 2010 - 08:50)

    @Bp. Dawud. Mungkin bagi yang pernah hal itu memang biasa.
    Lebih manfaat/penting mana sih, antara outbond dengan sentuhan Ary Ginanjar lewat ayat-ayat di ESQ ?
    (khusunya bagi peningkatan kinerja)

    karya@

    (9 Februari 2010 - 08:47)

    kalo beri komentar jangan terlalu arogan, dan memang kita tau semua anda itu arogan. kasi ruang pada orang lain, hal itu aja terlalu dibesar-besarkan. gak cerdas…

    zulkarnain nasution

    (9 Februari 2010 - 07:28)

    terimakasih saran Bapak, untuk penulisan berita ini akan kami perhatikan unsur-unsur jurnalistik 5 W + 1 H, dan situasi, agar pemberitaan tidak sama, kami akan koordinasi dengan TIK.

    dawud

    (8 Februari 2010 - 18:12)

    @Johanis Rampisela
    Saya, terutama, mempersoalkan dua kali pemberitaan: di halaman BERITA & di halaman BERKARYA TERUS BERKARYA. Andai dimuat di salah satu halaman, saya tidak akan mempersoalkannya. Kalau dimuat di satu halaman sudah sangat cukup, “Mengapa harus dimuat di dua halaman?” “Sangat penting?” Saya nilai substansinya tidak penting. Itu yang pertama. Kedua, pemuatan berita yang sama dengan redaksi yang relatif sama, dengan foto yang sama, dan perspektif yang sama pula TIDAK SESUAI DENGAN KAIDAH PEMUATAN BERITA.
    Itu saja, Pak Jo substansi yang dapat saya kemukakan di tulisan ini. Di balik itu, sebenarnya, ada substansi lain, yakni mestinya tidak perlu dimuat “sepolos itu”. Untuk yang ini, saya akan komunikasi secara pribadi saja dengan Pak Jo.
    Terima kasih.

    Johanis Rampisela

    (8 Februari 2010 - 16:54)

    @Pak Dawud
    Mohon maaf kalau berita yang sama dimuat dua kali. Biasanya memang saya buat ringkasannya saja tetapi kali ini belum sempat diringkas dan sudah dipublikasi. Tujuan dimasukkan ringkasannya ke BERKARYA adalah agar kegiatan ini bisa dikomentari (pada kolom BERITA tidak bisa dikomentari).

    Kegiatan jenis ini menurut komentar Pak Dawud sangat biasa, tetapi seingat saya, sejak 2 Juni 2008 sampai dengan Februari 2010 ini, sepertinya baru kali ini ada kegiatan seperti ini untuk BAAKPSI dan BAUK. Saya mendukung kegiatan seperti ini karena memungkinkan untuk meningkatkan saling pengertian, menciptakan solusi karena meningkatnya komunikasi, dan menghasilkan terobosan-terobosan baru. Saya yakin akan hal ini karena sering mengalaminya di kantor lain (bersama staf melakukan jelajah alam setiap bulan).

    Penulis
    Johanis Rampisela

    dawud

    (8 Februari 2010 - 12:17)

    @fatma
    Masa? Oooo dengan begitu, pembaca harus maklum dengan “pemberitaan” yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik: berita yang sama dimuat dua kali dalam halaman yang berbeda. Ya, maklumlah, kalau beitu.

    dawud

    (8 Februari 2010 - 12:09)

    @NoorFarochi
    Begitu saja koq ya repot menanggapai ya, ha.. ha.. ha..

    fatma

    (8 Februari 2010 - 11:47)

    @dawud
    Ya Maklum pak Dawud, pejabat tingkat universitas tidak pernah di “outbond”i he he… apalagi rekreasi.. karena baru mengalami sekali ini jadinya ya ruar biasaaa..
    Terima kasih. Salam.
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan

    Noor Farochi

    (8 Februari 2010 - 07:28)

    He…he….he…. begitu aja kok repot

    dawud

    (7 Februari 2010 - 08:39)

    Waduh, berita pejabat UM–bukan keseluruhan–hanya dari pimpinan dan sebagian staf BAUK dan BAAKPSI melakukan outbond dimuat dalam dalam dua halaman berita depan: HALAMAN BERITA DAN HALAMAN TERUS BERKARYA dengan ulasan yang relatif sama dan foto yang sama. Begitu pentingkah, kegiatan itu? Luar Biasa! Padahal, di (sub) unit lain, kegiatan sejenis itu sangat … sangat …. dan sangat biasa, bahkan substansinya tidak layak masuk beita. Terlalu biasa. Ah!
    Malang, 7 Febuarai 2010.
    Dawud (Fakultas Sastra UM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *