Gelora Hari Anak Universal (HAU) sebagai Momentum Membangun Optimisme Pemenuhan Hak dan Perlindungan Pekerja Anak

Poster Kegiatan

Jakarta– PAACLA Indonesia menyelenggarakan Peringatan Hari Anak Universal dengan mengemasnya melalui webinar yang bertajuk Berbagi Praktik Baik Desa Layak Anak disambut hangat peserta webinar. Momen ini menyegarkan ingatan tentang bentuk komitmen masyarakat dunia terhadap Konvensi Hak Anak (KHA) dalam menjamin tersedianya hak-hak anak. Meskipun pelaksanaannya secara teleconference tidak mengurangi euforia merayakan momen tersebut.

Bergerak bersama lintas pilar, hadir 12 Pemerintah Desa di Jatim dan NTB bersama Forum Anak dan Gugus Tugas Desa Layak Anak (GTDLA). Kegiatan ini juga dihadiri sektor perusahaan, Lembaga Masyarakat Sipil (LSM) pemerhati anak, Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat diwakili masing-masing K/L terkait seperti Kemendes, KemenPPPA, Kemnaker, BAPPENAS dan Kantor Staff Presiden (KSP) turut menyapa langsung peserta dari kediaman masing-masing.

Penyampaian Praktik Baik Desa Dawuhan Mangli

Sejak tahun 2018 PAACLA Indonesia menjadi motor penggerak penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian khususnya sektor tembakau. Membuka kegiatan, Asep Gunawan Direktur PNKPA-Kemnaker mengapreasi webinar ini. “Desa merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apresiasi luar biasa bagi Pemerintah Desa yang sudah mengembangkan DLA sebagai pendekatan penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian untuk pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak” ujarnya.

Peringatan HAU menjadi hari yang berarti bagi Pemerintah Desa karena berhasil mewujudkan Desa Layak Anak (DLA), salah satunya Desa Dawuhan Mangli Kab Jember dan Desa Sengkerang Kab Lombok Timur. Bersama Kepala Desa Dawuhan Mangli, Rudik Zainudin menyampaikan “desa mempunyai tanggung jawab moral untuk mengantarkan anak-anaknya kedepan membangun bangsa sehingga desa berperan penting dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak guna memaksimalkan potensi anak” ujarnya.

Apresiasi dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Kemendes PDTT

Begitu juga yang ditambahkan Dapsun selaku Ketua GTDLA Sengkerang  “kehadiran program KESEMPATAN di desanya membawa energi positif terutama dalam mengedukasi orangtua mengenai pekerja anak. Di desanya saat ini, potensi anak mulai terfasilitasi melalui Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM) dan Forum Anak Desa (FAD)” tambahnya.

Aurora Purba, perwakilan Kemendes PDT mengapresiasi segala upaya yang lahir dalam terwujudnya Desa Layak Anak ini. “Praktik Baik ini bisa menjadi inspirasi bagi 200 desa yang diproyeksikan dalam program Kemendes yaitu Desa Ramah Perempuan dan Layak Anak 2021 mendatang” ujarnya.

Menutup kegiatan ini, Sri Roshidayati Direktorat Ketenagakerjaan-BAPPENAS dalam sambutan penutupnya mengharapkan “ apa yang sudah dicapai mari kita rawat, apa yang sudah terbentuk terus dibina dan dikembangkan dan yang belum terealisasi mari diupayakan bersama” tutupnya.

Pewarta : Putri Setya Paramitha (Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang)

Post Author: Admin Berkarya