Memperkenalkan Batik Shibori untuk Ibu PKK di Kedunglengkong

Dokumentasi Proses Melipat Kain dan Mencelup Warna Oleh Ibu PKK dengan Difasilitatori oleh Mahasiswa.

Mojokerto. Minggu (29 Juni 2020). Mahasiswa KKN UM memperkenalkan Batik Shibori kepada ibu PKK di Kedunglengkong. Rangkaian kegiatan berupa pendemonstrasian sekaligus ditambahkan praktik membuat Batik Shibori bersama.

Mahasiswa KKN UM mendemonstrasikan dengan dimulai dari memaparkan sekilas uraian terkait Batik Shibori, dilanjut dengan memperkenalkan alat dan bahan. Setelah itu dilanjut dengan penjelasan teknik mencampur warna, teknik melipat kain, teknik mengikat, dan teknik mencelup warna.

Dokumentasi Proses Membuka Lipatan Kain setelah Dicelup Warna

Saat Mahasiswa mendemonstrasikan, ibu PKK sangat antusias memperhatikan, dan sesekali bertanya jika ada hal yang kurang bisa dipahami. “Warna yang dipakai itu dapat didapatkan dimana?”, ujar salah satu ibu PKK. “Apa bisa memakai kain selain kain mori?”, tambah ibu PKK yang lain. Kemudian Mahasiswa menjawab dengan luwes dan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami.

Seusai Mahasiswa mendemonstrasikan pembuatan Batik Shibori, ibu PKK dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian masing-masing kelompok praktik membuat Batik Shibori dengan difasilitatori oleh Mahasiswa. Ketika praktik, ibu PKK tidak merasa kesulitan bahkan ada kelompok yang mengkreasikan bentuk lipatan dan teknik mencelup warnanya sesuai selera.

Foto bersama Mahasiswa KKN UM dengan para peserta

Setelah Batik Shibori dicelup warna, kain tidak bisa langsung dibuka lipatannya. Supaya warna terserap maksimal harus menunggu kisaran 1 hari kemudian kain baru bisa dibuka. Untuk mendapatkan hasil Batik Shibori dengan warna yang maksimal, Andita Miftakhul Ilmi mengatakan, “Jangan terlalu terburu-buru untuk membuka karet dan lipatan, biarkan terlebih dahulu supaya warna terserap oleh serat kain secara maksimal.”

Agar tetap bisa mendemonstrasikan tahapan setelah mencelup warna, maka sehari sebelum pelaksanaan Mahasiswa membuat beberapa Batik Shibori terlebih dahulu. Sehingga ibu PKK tetap dapat mengetahui hasil jadi kain yang sudah dicelup warna setelah dibuka. “Ini kami membawa kain yang sudah dicelup warna kemarin, setelah dibiarkan 1 hari dan baru dibuka sekarang.”, ujar Isna.

Setelah mendemonstrasikan hasil jadi kain, Mahasiswa menambahkan penjelasan terkait teknik mencuci dan mengeringkan yang baik dan benar. Kemudian Mahasiswa memberikan Batik Shibori yang sudah dicuci dan dikemas, beberapanya ada pula yang dijadikan masker.

Pewarta           : Siti Lailatul Isnaini – Mahasiswa Jurusan Sastra Arab UM

Dokumentasi   : KKN Pulang Kampung Desa Kedunglengkong Mojokerto

Post Author: Admin Berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *