Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN UM Kembangkan P2L (Pekarangan Pangan Lestari)

Proses Penyerahan Bibit tanaman kepada Kelompok Wanita Tani

Malang. Kuliah Kerja Nyata berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana mahasiswa harus tetap mengabdi dalam kondisi pandemi Covid-19. Kelompok mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) tanpa rasa takut dan ragu terus kembangkan inovasi dan pengabdian di desa Madiredo. Mahasiswa Universitas Negeri Malang terus mengembangkan sesuatu yang diperlukan saat pandemi.

Sebelumnya mahasiswa Universitas Negeri Malang mengolah limbah organik menjadi kompos, membuat bilik disinfektan dan membagikan faceshield. Kali ini Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang kembangkan P2L(Pekarangan Pangan Lestari) yang dapat berguna untuk ketahanan pangan keluarga, karena pemilihan bibit yang mudah dirawat dan biasa digunakan sehari-hari oleh keluarga (04/07).

Mahasiswa Universitas Negeri Malang memberika 300 polybag berisi bibit yang sudah tumbuh dan dirawat oleh mahasiswa KKN. 300 polybag tersebut antara lain 135 polybag tanaman seledri, 75 polybag tanaman cabai dan 85 polybag tanaman daun bawang. 300 polybag tersebut dirawat selama seminggu oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang sambil menunggu penyerahan secara langsung kepada pihak Desa Madiredo.

Pengembangan Bibit di Lokasi KKN Universitas Negeri Malang

Pemilihan bibit sendiri adalah permintaan oleh Kepala Desa setempat dan juga tanaman tersebut biasa digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga, selain itu tanaman tersebut setelah dipanen masih bisa tumbuh dan berbuah lagi jadi sangat cocok untuk membantu kebutuhan pangan keluarga.

“Iya memang pemilihan bibit sendiri kami perlu bicarakan dengan pihak desa supaya sesuai dengan kebutuhan desa, selain itu tanaman seledri,cabai dan daun bawang sangat diperlukan oleh ibu-ibu rumah tangga jadi sangat bermanfaat bagi kebutuhan pangan keluarga”, tutur Febiana Putri Anggarwati salah satu mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang.

Penyerahan 300 bibit polybag diserahkan langsung kepada ketua KWT(Kelompok Wanita Tani) Desa Madiredo. 300 polybag juga dipindahkan dari tempat perwatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang ke tempat yang sudah disediakan oleh KWT Desa Madiredo.

Ibu-ibu KWT sangat mengapresiasi pemberian bibit ini, dikarenakan kegiatan P2L di Desa Madiredo sudah lama vakum dan tidak ada bibit yang bisa ditanam, karena pemberian bibit oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang ini KWT Desa Madiredo bisa aktif lagi dan bisa mulai dari nol, untuk kedepannya KWT Desa Madiredo akan diaktifkan kembali agar ibu-ibu bisa produktif dalam pandemi Covid-19 juga bisa jadi ketahanan pangan keluarga.

“Enggeh Kak, bersyukur karena ada sumbangan bibit dari mahasiswa KKN, disini KWT nya sudah lama tidak aktif dan bibit juga tidak ada. Setelah dapat sumbangan bibit ini saya selaku Ketua KWT Desa Madiredo akan mulai bergerak aktif kembali dan menggerakan ibu-ibu disini untuk mulai merawat dan menggembangkan lagi P2L di Desa Madiredo”, tutur Ibu Muda selaku Ketua Kelompok Wanita Tani di Desa Madiredo.

Kedepannya mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang akan mengecek kondisi tanaman dan mengunjungi KWT Desa Madiredo juga untuk menjaga tali persaudaraan dengan masyarakat Desa Madiredo.

“Iya kami akan mengunjungi KWT di Desa Madiredo karena kami juga berharap suatu saat bisa menyumbangkan bibit lagi ke Desa Madiredo dan berharap P2L di desa ini bisa terus aktif dan pemberian tanaman dari mahasiswa KKN bisa menjadi lembaran baru untuk Kelompok Wanita Tani di Desa Madiredo”, tutur Wahyu Nur Cahyo selaku Koordinator Desa Madiredo.

Setelah memberikan 300 polybag mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang berencana membagikan pamflet atau banner terkait covid dan tentang limbah organik, pemasangan banner akan disebar di sudurt-sudut Desa Madiredo.

Pewarta : Febiana Putri Anggarwati Mahasiswa UM jurusan Matematika

Post Author: Admin Berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published.