TANGGAP COVID-19, MAHASISWA KKN UM IKUT SERTA CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DI DESA WONOKROMO

Qothrotun Nada1), Wahyu Nita Sari2)

Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 , Kota Malang, Jawa Timur

Email : qothrotun.nada.1707416@students.um.ac.id

Abstrak: COVID-19 diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Persebaran virus COVID-19 meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Akan tetapi, masih sangat minim masyarakat di Desa Wonooromo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung menggunakan penggunaan masker (alat pelindung pernafasan secara sementara) saat beraktivitas di luar rumah. Lokasi tersebut merupakan padat penduduk yang berada di keramaian kota. Oleh karena itu, perlunya pemahaman mengenai protokol kesehatan penanggulangan COVID-19. Berdasakan permasalahan tersebut, penulis melakukan pengabdian pada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM Edisi Covid-19. Kegiatan yang dilakukan dengan metode mendukung keselamatan masyarakat terhadap COVID-19. KKN melakukan pembuatan masker yang selanjutnya disalurkan kepada warga Desa Wonokromo dan edukasi protokol kesehatan pembuatan cairan disinfektan secsra alami di Balai desa Wonokromo. Telah berhasil dibuat dan dibagikan sebanyak 1000 buah masker. Pembuatan masker melalui Usaha Kecil Mikro (UKM) milik desa Wonokromo dengan tujuan mengangkat ekonomi warga Desa Wonokromo yanh ikut terganggu akibat melemahnya ekonomi di Indonesia. Dengan sistem edukasi tersebut, merupakan salah satu bentuk penerapan protokol work from home dan social distancing agar warga Desa Wonokromo lebih perduli terhadap dirinya sendiri dari  wabah COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini. 

Kata Kunci: covid-19, protocol Kesehatan, edukasi

PENDAHULUAN

Virus corona merupakan suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pernafasan pada hewan atau manusia. Virus corona diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek, hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Guan, dkk 2020). Virus corona jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19 (WHO, 2020). Sampai saat ini laju persebaran Corona virus Disease-2019 (COVID-19) meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin secara langsung.

Upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 yang sangat cepat ini sudah mencakup banyak aspek kehidupan. Di bidang pendidikan, pemerintah menerapkan pelaksanaan program belajar dari rumah (Kemendikbud, 2020). Hal ini bisa melalui berbagai media berbasis internet maupun melalui media yang tidak berbasis internet (Darmalaksana, dkk 2020). Di bidang sosial masyarakat, pemerintah dengan gencar mencanangkan konsep mitigasi komunitas, berupa pengurangan frekuensi pertemuan besar, pembatasan jarak antar orang di fasilitas umum, hingga penerapan konsep aktivitas yang lebih baik dilaksanakan di rumah (Yunus, dkk 2020). Di bidang kesehatan, pemerintah telah dengan gencarnya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya hidup bersih dan sehat, perlunya mengenakan masker saat di luar rumah, pelaksanaan karantina mandiri untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi, serta berbagai pedoman yang bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19 (Telaumbanua, 2020). Di bidang agama pun, pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberikan fatwa terkait dengan pelaksanaan ibadah di masa wabah pandemi COVID-19 (MUI, 2020). Hingga pada tingkat desa, pemerintah telah mengeluarkan protokol terkait Relawan Desa Lawan COVID-19 (Kemendesa, 2020).

Progres kasus COVID-19 di Wilayah Tulungagung mengalami peningkatan secara signifikan pada bulan Juni 2020. Namun kabar baiknya di Desa Wonokromo sangat sedikit kasus tentang COVID-19, namun alangkah baiknya jangan sampai angka yang sedikit ini menjadi besar, dengan demikian program pembagian 1000 masker secara gratis dan edukasi pembuatan cairan disinfektan secara alami akan menjadi program kedepannya nanti bagi warga Desa Wonokromo Kabupaten Tulungagung.

Sebagai salah satu civitas akademika yang memiliki tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi terpanggil untuk ikut berkontribusi bersama dalam menghadapi COVID-19 (Syahrian 2020). Dengan adanya program KKN UM edisi COVID-19 di Desa Wonokromo Kabupaten Tulungagung, kami melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM edisi COVID-19 dengan tema besar Supporting Keselamatan Masyarakat terhadap COVID-19. Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan melakukan pemahaman dan berkontribusi dalam pelaksanaan penanggulangan COVID-19 melalui protokol kesehatan yang ada.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka pengabdi tertarik untuk melakukan KKN dengan melakukan edukasi di masyarakat Desa Wonokromo dalam melakukan penanggulangan COVID-19 melalui pembuatan masker dan edukasi pembuatan cairan disinfektan secara alami. Alat pelindung muka yang dibuat yaitu masker dengan menerapkan peningkatan Usaha Kecil Mikro (UKM) Desa Wonokromo. Selain untuk membantu masyarakat dalam pengadaan alat pelindung diri, hal ini bisa dijadikan contoh adanya implementasi teknologi keterkinian. Maka dari itu, artikel ini membahas mengenai kegiatan KKN di Desa Wonokromo Kabupaten Tulungagung melalui pembuatan masker. Selain itu, kegiatan dilakukan dengan edukasi kepada masyarakat melalui pemahaman protocol kesehatan dengan pembuatan cairan disinfektan secara alami dalam penanggulangan COVID-19.

METODE

    Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini terdapat di desa Wonokromo Kecamatan gondang Kabupaten Tulungagung. Partispan dalam kegiatan tanggap COVID-19, berupa edukasi dalam melakukan penanggulangan COVID-19. 

    Kegiatan ini dilakukan dengan terjun langsung di dalam masyarakat, sehingga akan terjalin komunikasi yang baik diantara Mahasiswa dengan Masyarakat desa Wonokromo. Dalam Program sosial ini digunakan beberapa metode, anatara lain:

  1. Metode ceramah, yaitu metode yang digunakan untuk menjelaskan materi yang telah disusun untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai COVID-19.
  2. Metode Tanya Jawab, yang digunaan sebagai tumpuan bagaimana tingkat pemahaman masyarakat terhadap penanggulangan atau pencegahan COVID-19.
  3. Metode Simulasi dan Praktek, merupakan metode yang digunakan untuk memperlihatkan penggunaan dan contoh pembuatan masker dan handsanitaizer kepada Masyarakat secara langsung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Program KKN dilakukan dengan menerapkan protokol pemerintah yaitu work from home dan social distancing (Nurhalimah 2020). Adapun program yang akan dilakukan yaitu Supporting Keselamatan Masyarakat terhadap COVID-19. KKN dilakukan pada bulan Juni 2020 melalui pembuatan masker dan Pembelajaran pentingnya menjaga protokol kesehatan yang selanjutnya diberikan secara langsung kepada warga Desa Wonokromo Kab. Tulungagung secara merata. Pembuatan masker dengan tujuan membangkitkan UKM (Usaha Kecil Mikro) pada Desa Wonokromo yang sedang mengalami penurunan pemasukan diakibatkan melemahnya sektor ekonomi. Detail kegiatan Program KKN UM (Pulang Kampung) Era COVID-19 yang dilakukan dapat dilihat pada bagan berikut.

Bagan skema : Atas sendiri (Persiapan Penelitian) – Garis ke bawah (Identifikasi Masalah) – Garis kebawah (Pembuatan Masker & Pembelajaran Pentingnya Protokol Kesehatan) – Garis kebawah (Pendistribusian Hasil Masker) – Garis Kebawah (Kesimpulan dan Hasil Akhir).

  1. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang ada, program KKN yang dilakukan berdasarkan kalsifikasi yang terdapat pada Tabel 1.

No. MasalahAlternatif PemecahanBentuk Kegiatan
1.Kelengkapan alat pelindungan diri Membantu pengadan alat pelindung diri (masker).Melakukan pembuatan masker yang di buat Bersama warga desa wonokromo dengan tujuan membengkitkan UKM pada Desa Wonokromo.
2.Penggunaan alat pelindung wajah (masker) saat beraktivitas di luar rumah.Memberikan edukasi penggunaan masker, cara membersihkan, dan memberi contoh atau mengingatkan agar selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.Membuat edukasi penerapan penggunaan masker sebagai salah satu betuk alat pelindungsaat beraktivitas, agar mengurangi resiko terkjangkit COVID-19.
3.Penanganan dan protokol Kesehatan pencegahan COVID-19Membantu warga agar lebih memahi protocol apa saja yang di perlukan.Pembuatan video tanggap COVID-19, penyemprotan desinfektan di desa Wonokromo, dan sosialisasi pembuatan handsanitaizer kepada masyarakat.
  1. Pembuatan Masker dan Pembelajaran Pentingnya Protokol Kesehatan

Berdasarkan hasil rundingan bersama dengan jajaran perangkat Desa Wonokromo serta seluruh peserta KKN UM, dilakukan program pembuatan 1000 masker guna mencegah persebaran COVID-19 di Desa Wonokromo. Masker kain yang dibagikan merupakan produksi UKM (Usaha Kecil Mikro) warga desa Wonokromo yang bergerak di bidang konveksi. Mengingat perekonomian di Indonesia sedang menurun, maka pemesanan masker kain pada UKM di desa Wonokromo diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa Wonokromo. 

Dan salah satu program kunjungan Desa yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UM Desa Wonokromo, yaitu ketika melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Desa Wonokromo. Mahasiswa melaksanakan penyemprotan disinfektan keliling rumah warga satu per satu sehingga sterilisasinya merata. Mengingat penyebaran virusnya sangat mudah, salah satunya bisa melalui sentuhan pada benda yang terdapat virus aktif. Pelaksanaan ini dilakukan guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan disekitar rumah agar tetap bersih dan steril dengan melaksanakan protokol kesehatan bagi masyarakat yang belum mengetahuinya. Penyemprotan cairan disinfektan juga mendapatkan reaksi positif terhadap warga Desa Wonokromo. Dengan adanya penyemprotan ini, warga Desa Wonokromo menjadi lebih waspada dan berhati-hati terhadap kegiatan sehari-hari yang dilakukan.

Sumber : dokumentasi KKN UM 2020

Gambar 1. Pengemasan masker

  1. Penyaluran Masker

Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam kelompok KKN Pulang Kampung membagikan 1000 masker kain secara gratis ke masyarakat Desa Wonokromo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Pembagian masker dilakukan menjadi dua tahap. Tahap pertama dibagikan pada Sabtu (06/06/2020) di depan kantor balai desa Wonokromo, sedangkan tahap dua pada Sabtu (20/06/20) dibagikan door to door ke rumah-rumah warga desa Wonokromo. Dalam rangka menempuh mata kuliah KKN edisi covid-19, kelompok KKN Universitas Negeri Malang menjalankan salah satu program kerja yaitu membagikan 1000 makser kain gratis ke masyarakat desa Wonokromo. Bahan dasar kain dipilih karena penggunaannya dapat berulang kali, tentu saja dengan selalu mencuci masker apabila selesai digunakan keluar rumah.

Pembagian 1000 masker kain gratis merupakan salah satu upaya kelompok KKN mengajak masyarakat desa Wonokromo memutus rantai penyebaran covid-19 dan sebagai pelengkap alat pelindung diri (APD) (Muhyiddin, dkk 2020). Selain itu untuk menyambut new normal, masyarakat dapat beraktivitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya dengan tetap menggunakan masker saat keluar rumah. Respon masyarakat terkait program kerja kelompok KKN Universitas Negeri Malang sangat baik juga mendukung kegiatan ini.

Sumber : dokumentasi KKN UM 2020

Gambar 2. Pembagian masker

Dan salah satu program sosialisasi kepada masyarakat Desa Wonokromo sebagai bentuk Pentingnya Protokol Kesehatan adalah penyemprotran cairan Disinfektan ke rumah warga Desa Wonokromo. Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2020. Satu hari sebelum pelaksanaan, Danny selaku penanggung jawab kegiatan ini melakukan koordinasi dengan perangkat desa yang akan mendampingi. Sementara mahasiswa lainnya mempersiapkan alat dan bahan untuk penyemprotan. Bahan yang digunakan yaitu cairan pemutih (bisa menggunakan merk bayclin) dan cairan pembersih lantai yang dicampur dengan air.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN dibagi menjadi 4 kelompok sesuai alat yang tersedia. Keempat kelompok tersebut berjalan menyebar memasuki setiap gang yang berbeda sesuai pembagiannya. Penyemprotan ini selain bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19 di  Desa Wonokromo juga sebagai interaksi sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Sembari penyemprotan dilakukan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga yaitu mengingatkan untuk memakai masker ketika keluar rumah dan menganjurkan untuk sering mencuci tangan.

Sumber : dokumentasi KKN UM 2020

Gambar 3. Penyemprotan desinfektan

SIMPULAN

Edukasi dilakukan agar masyarakat mengetahui tata cara penanggulangan COVID-19 (Sulaeman, dkk 2020). Pada KKN ini edukasi berfokus pada masyarakat Desa Wonokromo Kabupaten Tulungagung. Edukasi menerapakan sistem social distancing yaitu sosialisasi menggunakan sosial media dan sosialisai ke setiap individu agar tidak berkelompok. Sosialisai berfokus pada penggunaan alat pelindung muka yaitu penggunaan masker. Masyarakat diberikan penjelasan mengenai pemahaman berdasarkan sumber terpercaya, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang bisa diterapkan pada keseharian.

Selain sosialisasi penggunaan masker kepada warga Desa Wonokromo secara individu (rumah ke rumah), program yang lainnya adalah edukasi cara pembuatan cairan disinfektan secara alami. Edukasi tersebut dilaksanakan di balai Desa Wonokromo dengan mengundang warga desa wonokromo secara perwakilan per Kepala Keluarga dan pemateri yang menguasai serta mengerti betul tentang pembuatan cairan disinfektan secara alami. Masyarakat juga antusias dengan adanya program ini. Bentuk sosialisasi yang telah dilakukan dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Kegiatan KKN UM edisi Covid-19 ini berjalan dengan lancar dan warga masyarakat Desa Wonokromo merasa terbantu dengan adanya program pembagian 1000 masker secara gratis dan sosialisasi cara pembuatan cairan handsanitaizer secara alami. Antusias warga sangat senang dengan dibuktikan pemakaian masker saat aktivitas diluar rumah dan banyak masyarakat yang menerima dengan senang hati saat rumah mereka di semprot desinfektan. Sosialsasi dan edukasi dengan sistem tersebut sebagai salah satu bentuk penerapan protokol work from home dan social distancing. Edukasi dimaksudkan agar masyarakat paham mengenai pentingnya alat pelindung muka saat melakukan aktivitas di luar rumah.

TERIMAKASIH

    Pada kesempatan ini, kami Mahasiswa mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Negeri Malang sebagai pihak intitusi yang telah menaungi kami dalam Lembaga pengabdian masyarakat. Kepada pemerintah desa Wonokromo yang telah mengizinkan dan memberi tempat kami Mahasiswa KKN untuk mengabdi desa Wonokromo. Dan juga kepada warga masyarakat desa Womokromo yang telah banyak mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kami. Serta teman-teman KKN dan pihak lain yang ikut membantu dalam kegiatan pengabdian kami sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

DAFTAR PUSTAKA

Darmalaksana, W., Hambali, R., Masrur, A., & Muhlas, M. (2020). Analisis Pembelajaran Online Masa WFH Pandemic Covid-19 sebagai Tantangan Pemimpin Digital Abad 21. Karya Tulis Ilmiah (KTI) Masa Work From Home (WFH) Covid-19 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1-12.

Guan, W. J., Ni, Z. Y., Hu, Y., Liang, W. H., Ou, C. Q., He, J. X., … & Du, B.(2020). Clinical characteristics of coronavirus disease 2019 in China. New England journal of medicine, 382(18), 1708-1720.

Kemendesa. (2020) Protokol Relawan Desa Lawan COVID-19. Jakarta:Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Kemendikbud. (2020) ‘Perluas Akses Belajar di Masa Covid-19, Mendikbud Luncurkan Program Belajar dari Rumah’ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. [online]. Tersedia di: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/04/perluas-akses-belajar-di-masa-covid19-mendikbud-luncurkan-program-belajar-dari-rumah Diakses: 27 Juni 2020.

Muhyiddin, A., Rosyad, R., Rahman, M. T., & Huriani, Y. (2020). Urgensi penjelasan keagamaan terhadap keluarga suspek Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Karya Tulis Ilmiah UIN SGD Bandung, 1-12.

MUI. (2020) Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Jakarta: Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Nurhalimah, N. (2020). Upaya Bela Negara Melalui Sosial Distancing Dan Lockdown Untuk Mengatasi Wabah Covid-19 (Efforts to Defend the Country Through Social Distancing and Lockdown to Overcome the COVID-19 Plague). Available at SSRN 3576405.

Sulaeman, S., & Supriadi, S. (2020). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Jelantik Dalam Menghadapi Pandemi Corona Virus Diseases–19 (Covid-19). Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 1(1).

Syahrian, F. (2019). Implementasi Backend pada Sistem Informasi Manajemen Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untuk Tahap Pendaftaran, Pra-KKN, Plotting, dan Pengelolaan Referensi (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Telaumbanua, D. (2020). Urgensi Pembentukan Aturan Terkait Pencegahan Covid-19 Di Indonesia. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 12(01), 59-70.

Yunus, N. R., & Rezki, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lock Down Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(3).

Post Author: Admin Berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published.