Tim Mahasiswa Asistensi Mengajar Biologi FMIPA UM Terjun dalam Pengelolaan Egoponik Sebagai Laboratorium Outdoor SMAN 8 Malang

SMA Negeri 8 Malang menjadi salah satu sekolah pertama yang memiliki Laboratorium Egoponik di sekolah. Pengembangan Taman Egoponik (Edukasi TOGA dan Hidroponik) merupakan inisiatif dan kolaborasi Tima Adiwiyata SMAN 8 Malang dengan Development Advisor (DA) dari GIZ PKLIM dan didukung oleh Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM). Namun semenjak adanya pandemi covid-19 membuat kegiatan di sekolah ditiadakan dan pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Egoponik SMAN 8 Malang juga mengalami dampak yang signifikan. Pada saat dilakukan observasi pada tanggal 05 agustus 2021 memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan dimana banyak tanaman toga yang mati dan alat hidroponik yang tidak terawat sehingga diperlukan adanya perawatan kembali.

Keadaan egoponik sebelum dikelola

Mahasiswa KKN ASMET Biologi FMIPA UM melakukan pengelolaan egoponik agar beroperasi sedia kala. Tim Mahasiswa ASMET mengelola egoponik selama disekolah dan menjadikannya sebagai media realia pembelajaran biologi untuk mendukung pembelajaran bagi siswa-siswi SMAN 8 Malang agar Siswa menjadi lebih bersemangat dan tertarik dengan pelaksaan pembelajaran di luar kelas. Hasil dari kegiatan pengelolaan laboratorium egoponik di SMAN 8 Malang yaitu Pemulihan hidroponik dengan 5 model antara lain: Deep Flow Technique (DFT), Floating System, Nutrient Film Technique (NFT), Dutch Bucket dan Fertigasi. Pengelolaan hidroponik dilakukan mulai dari pembibitan, penyemaian hingga panen raya.

Keadaan egoponik sebelum dikelola

Keadaan egoponik setelah dikelola

Tumbuhan yang terdapat pada taman egoponik sudah dilengkapi dengan barcode yang dapat diakses melalui smarthphone. Barcode tersebut terintegrasi dengan katalog tanaman yang berada di taman egoponik dan memberikan informasi seputar nama illmiah, klasifikasi, habitat, dan manfaatnya. Tumbuhan atau tanaman yang tedapat di taman egoponik dapat dijadikan sebagai media realia pembelajaran biologi sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi keanekaragaman hayati misalnya pada perbedaan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem. Egoponik Park di SMAN 8 Malang telah menghasilkan berbagai macam sayur dan buah seperti kangkung, pakcoy, timun, melon, dan lain sebagainya. Sayur yang dihasilkan akan dijual kepada warga sekolah untuk melatih jiwa kewirausahaan siswa dan guru di SMAN 8 Malang.

Barcode sebagai media pembelajaran

Dengan adanya pengelolaan kembali taman Egoponik dapat menciptakan lingkungan sekolah dengan keanekaragaman hayati yang melimpah mendukung aktivitas pembelajaran siswa semakin kontekstual. Semakin kondusif lingkungan belajar, maka akan lebih efektif dalam memperoleh hasil belajar yang baik.

Post Author: humas admin